Pasca Ledakan Wisatawan Lebaran, Pantai Cemara Ciwidig Dipenuhi Sampah: Potret Buram Pengelolaan Wisata Pesisir

- Penulis

Rabu, 25 Maret 2026 - 02:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || CIANJUR SELATAN – Euforia libur panjang Idulfitri yang seharusnya menjadi momentum kebangkitan sektor pariwisata lokal justru meninggalkan persoalan serius di kawasan Pantai Cemara Ciwidig. Tumpukan sampah yang berserakan di sepanjang garis pantai hingga area fasilitas umum memicu keluhan dari wisatawan yang datang pasca liburan, Selasa (24/3/2026).

Pantai yang berada di Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur ini sebelumnya dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan di wilayah selatan. Keindahan deretan pohon cemara, hamparan pasir putih, serta panorama laut lepas menjadikannya magnet bagi ribuan wisatawan, terutama saat musim liburan. Namun, lonjakan pengunjung yang tidak diimbangi dengan kesiapan pengelolaan kebersihan justru berujung pada krisis lingkungan yang mencolok.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sampah plastik, bungkus makanan, botol minuman, hingga sisa-sisa limbah rumah tangga terlihat menumpuk di berbagai titik. Tidak hanya di bibir pantai, kondisi serupa juga tampak di area parkir, sekitar warung, hingga gazebo yang biasa digunakan pengunjung untuk beristirahat. Aroma tidak sedap pun mulai tercium, menandakan proses pembusukan yang berpotensi mencemari lingkungan sekitar, termasuk ekosistem laut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah wisatawan mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Mereka menilai pengelola tidak sigap dalam mengantisipasi lonjakan volume sampah yang sejatinya sudah menjadi fenomena tahunan setiap momen libur panjang.

“Kami datang untuk menikmati keindahan alam bersama keluarga, tapi justru disuguhi pemandangan sampah di mana-mana. Sangat disayangkan,” ujar salah satu pengunjung.

Kekecewaan ini bukan tanpa alasan. Sebagai destinasi yang dikelola oleh pemerintah desa setempat, Pantai Cemara Ciwidig seharusnya memiliki sistem pengelolaan yang terencana, terutama dalam menghadapi momen puncak kunjungan seperti libur Lebaran. Apalagi, sektor wisata ini menjadi salah satu sumber pendapatan desa sekaligus penggerak ekonomi masyarakat sekitar.

READ  Polres Metro Bekasi Kota Pasang Plang bertuliskan “Tanah Ini Sedang Dalam Penyidikan” di Lokasi Sengketa

Namun, fakta di lapangan menunjukkan adanya kelemahan dalam manajemen kebersihan. Minimnya tempat sampah, tidak adanya petugas kebersihan yang siaga secara intensif, serta lemahnya edukasi kepada wisatawan dinilai menjadi faktor utama yang memperparah kondisi tersebut.

Warga setempat pun turut angkat bicara. Mereka menyayangkan kurangnya koordinasi antara pengelola wisata dengan pihak terkait dalam mengantisipasi lonjakan pengunjung. Padahal, pola peningkatan jumlah wisatawan saat hari besar keagamaan sudah dapat diprediksi setiap tahunnya.

“Harusnya sudah ada persiapan. Jangan sampai setiap habis liburan, pantai jadi korban,” ungkap salah satu warga.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan dampak jangka panjang, tidak hanya terhadap estetika wisata, tetapi juga terhadap keberlanjutan lingkungan pesisir. Sampah plastik yang tidak tertangani berpotensi mencemari laut, merusak ekosistem, dan mengancam biota laut di sekitarnya.

Sejumlah pihak mendesak agar pemerintah desa dan pengelola wisata segera melakukan evaluasi menyeluruh. Langkah konkret seperti penambahan fasilitas tempat sampah, peningkatan frekuensi pembersihan, penyediaan petugas kebersihan yang memadai, hingga kampanye sadar lingkungan bagi wisatawan dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

Selain itu, diperlukan pula sistem pengelolaan berbasis partisipasi, di mana masyarakat lokal, pelaku usaha, dan wisatawan memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan kawasan wisata.

Jika persoalan ini terus diabaikan, bukan tidak mungkin citra Pantai Cemara Ciwidig sebagai destinasi wisata alam yang asri akan mengalami degradasi. Dampaknya, minat kunjungan wisatawan bisa menurun, yang pada akhirnya berimbas pada perekonomian masyarakat setempat.

Momentum pasca libur Lebaran seharusnya menjadi titik evaluasi, bukan justru meninggalkan catatan buruk. Sebab, menjaga kebersihan bukan sekadar tanggung jawab pengelola, tetapi juga cermin kesadaran kolektif dalam merawat ruang hidup bersama.

Penulis : AK

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Satu tanggapan untuk “Pasca Ledakan Wisatawan Lebaran, Pantai Cemara Ciwidig Dipenuhi Sampah: Potret Buram Pengelolaan Wisata Pesisir”

  1. Mohon maaf untuk ketidaknyamanan nya atas pengelolaan sampah, tapi saya sebagai warga masyarakat cidaun yang peduli dengan kemajuan area wisata di cidaun melihat para petugas sudah semaksimal mungkin meminimalisir sampah dengan mengadakan bersih bersih setiap pagi dan Malam, dan disiang hari pun melayani pengunjung sembari membersihkan lingkungan sekitar area wisata Pantai ciwidig, namun karena jumlah Pengunjung yg membeludak serta kesadaran pengunjung mengenai buang sampah pada tempat nya masih kurang, begitupun orang yg memvideokan sebagai pemilik Warung filihat dalam video tidak serta ikut membersihkan sampah disekitar warung nya maka dengan berat hati agar para pedagang maupun pengunjung ikut serta Peduli akan lingkungan dengan membuang sampah kepada tempat nya agar kenyamanan bisa dijaga bersama sama tanpa harus dipermasalahkan terimakasih 🙏

    #yukbarengbarengberesinsampahnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pak KDM Usai Berita di Media Mencuat Papan Proyek Hilang, Lokasi Diduga Berbeda, Aspal Disorot Warga: Ada Apa dengan Proyek Jalan Rp1,33 Miliar di Sukabumi?
Diduga Minim Material dan Data Proyek Dipertanyakan, Pekerjaan Jalan Leuwiliang–Bojong Tipar Senilai Rp1,33 Miliar Jadi Sorotan Warga
Usai Pemberitaan Proyek Jadi Sorotan, Pelaksana CV Arrahmah Hubungi Awak Media Minta Klarifikasi: Bos dan Kadis Sudah Menelepon Saya
Diduga Dikerjakan Terburu-buru, Proyek Pemeliharaan Jalan Cicareuh–Bumisari di Bantargadung Tuai Sorotan Warga
Dedi Mulyadi Umumkan Sayembara Rp5–50 Juta untuk Warga yang Bantu Lumpuhkan Pelaku Kejahatan Jalanan di Jabar
Patungan Bangun Jalan Demi Keselamatan, Warga Bojongsaru Pertanyakan Keseriusan Pemkab Sukabumi dalam Pemerataan Infrastruktur
Yudha Sukmagara: KNPI Harus Jadi Motor Perubahan, Bukan Sekadar Organisasi Proposal
DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai Cikaramat, Hasil Uji Laboratorium Jadi Penentu
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 04:09 WIB

Pak KDM Usai Berita di Media Mencuat Papan Proyek Hilang, Lokasi Diduga Berbeda, Aspal Disorot Warga: Ada Apa dengan Proyek Jalan Rp1,33 Miliar di Sukabumi?

Senin, 27 Juli 2026 - 13:34 WIB

Diduga Minim Material dan Data Proyek Dipertanyakan, Pekerjaan Jalan Leuwiliang–Bojong Tipar Senilai Rp1,33 Miliar Jadi Sorotan Warga

Senin, 27 Juli 2026 - 00:34 WIB

Usai Pemberitaan Proyek Jadi Sorotan, Pelaksana CV Arrahmah Hubungi Awak Media Minta Klarifikasi: Bos dan Kadis Sudah Menelepon Saya

Minggu, 26 Juli 2026 - 05:14 WIB

Diduga Dikerjakan Terburu-buru, Proyek Pemeliharaan Jalan Cicareuh–Bumisari di Bantargadung Tuai Sorotan Warga

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:56 WIB

Dedi Mulyadi Umumkan Sayembara Rp5–50 Juta untuk Warga yang Bantu Lumpuhkan Pelaku Kejahatan Jalanan di Jabar

Berita Terbaru