Pak KDM Usai Berita di Media Mencuat Papan Proyek Hilang, Lokasi Diduga Berbeda, Aspal Disorot Warga: Ada Apa dengan Proyek Jalan Rp1,33 Miliar di Sukabumi?

- Penulis

Selasa, 28 Juli 2026 - 04:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT || SUKABUMI – Proyek peningkatan ruas jalan Leuwiliang–Bojong Tipar yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi kembali menjadi sorotan publik. Selain muncul dugaan penggunaan material aspal yang dinilai tidak sesuai spesifikasi oleh sejumlah warga, proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp1.333.503.500,01 itu juga dipertanyakan terkait kejelasan informasi lokasi pekerjaan.

Berdasarkan papan informasi proyek yang sempat terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut tercantum berada di Kecamatan Jampang Kulon dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender, bersumber dari APBD Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026, dan dilaksanakan oleh PT Safir Raya Utama.

Namun, berdasarkan keterangan warga setempat, pekerjaan fisik jalan justru berada di wilayah Kecamatan Jampang Tengah, sehingga menimbulkan dugaan adanya ketidaksesuaian informasi yang dicantumkan pada papan proyek.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di lapangan ini masuk wilayah Kecamatan Jampang Tengah, tapi di papan proyek tertulis Jampang Kulon. Kami jadi bingung, ini sebenarnya proyeknya di mana,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa (29/7/2026).

Tidak hanya itu, warga juga mengaku mempertanyakan kualitas material yang digunakan dalam proses pengaspalan. Sejumlah masyarakat menduga material aspal yang dipakai tidak memenuhi standar teknis sehingga dikhawatirkan dapat mempengaruhi umur konstruksi jalan.

“Dari hasil pekerjaan yang kami lihat, masyarakat menduga kualitas aspalnya kurang baik. Kami berharap ada pemeriksaan dari pihak berwenang agar semuanya jelas dan tidak menimbulkan dugaan di tengah masyarakat,” ungkap warga.

Sorotan publik semakin menguat setelah pemberitaan mengenai proyek tersebut ramai diberitakan oleh sejumlah media. Warga mengaku bahwa tidak lama setelah pemberitaan mencuat, papan informasi proyek yang sebelumnya terpasang di lokasi tiba-tiba sudah tidak terlihat lagi, padahal pekerjaan belum dinyatakan selesai.

READ  Ironi di Cibadak: Di Dekat Kantor PDAM, Warga Pamuruyan Masih Krisis Air Bersih

“Kemarin setelah ramai diberitakan media, papan proyeknya langsung hilang dari lokasi. Padahal pekerjaan masih berlangsung. Seharusnya papan informasi tetap dipasang sampai proyek selesai sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat,” kata warga.

Hilangnya papan proyek tersebut memunculkan pertanyaan mengenai komitmen pelaksanaan asas transparansi dalam proyek yang menggunakan anggaran negara. Keberadaan papan informasi merupakan salah satu bentuk keterbukaan publik agar masyarakat mengetahui identitas pekerjaan, sumber anggaran, nilai kontrak, pelaksana, hingga jangka waktu pelaksanaan.

Sejumlah warga berharap Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi segera memberikan penjelasan mengenai dugaan ketidaksesuaian lokasi yang tercantum pada papan proyek, alasan hilangnya papan informasi sebelum pekerjaan selesai, serta menjawab dugaan masyarakat terkait kualitas material aspal yang digunakan.

Selain itu, masyarakat juga meminta aparat pengawas internal pemerintah maupun lembaga pengawasan lainnya untuk melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan proyek tersebut apabila ditemukan indikasi ketidaksesuaian administrasi maupun teknis di lapangan.

Perlu ditegaskan bahwa dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi serta dugaan kesalahan informasi lokasi proyek masih merupakan klaim dan dugaan dari warga. Oleh karena itu, pemberitaan ini tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan memberikan ruang hak jawab kepada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, pihak pelaksana PT Safir Raya Utama, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi agar informasi yang diterima masyarakat menjadi berimbang dan objektif.

Penulis : Muhidin

Editor : Redaksi

Sumber Berita: SUARARAKYAT.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Minim Material dan Data Proyek Dipertanyakan, Pekerjaan Jalan Leuwiliang–Bojong Tipar Senilai Rp1,33 Miliar Jadi Sorotan Warga
Usai Pemberitaan Proyek Jadi Sorotan, Pelaksana CV Arrahmah Hubungi Awak Media Minta Klarifikasi: Bos dan Kadis Sudah Menelepon Saya
Diduga Dikerjakan Terburu-buru, Proyek Pemeliharaan Jalan Cicareuh–Bumisari di Bantargadung Tuai Sorotan Warga
Dedi Mulyadi Umumkan Sayembara Rp5–50 Juta untuk Warga yang Bantu Lumpuhkan Pelaku Kejahatan Jalanan di Jabar
Patungan Bangun Jalan Demi Keselamatan, Warga Bojongsaru Pertanyakan Keseriusan Pemkab Sukabumi dalam Pemerataan Infrastruktur
Yudha Sukmagara: KNPI Harus Jadi Motor Perubahan, Bukan Sekadar Organisasi Proposal
DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai Cikaramat, Hasil Uji Laboratorium Jadi Penentu
Forkopimda Absen di HUT Dadali Pati Ke-9, Komitmen Pemkot Sukabumi terhadap Pelestarian Budaya Dipertanyakan
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 04:09 WIB

Pak KDM Usai Berita di Media Mencuat Papan Proyek Hilang, Lokasi Diduga Berbeda, Aspal Disorot Warga: Ada Apa dengan Proyek Jalan Rp1,33 Miliar di Sukabumi?

Senin, 27 Juli 2026 - 13:34 WIB

Diduga Minim Material dan Data Proyek Dipertanyakan, Pekerjaan Jalan Leuwiliang–Bojong Tipar Senilai Rp1,33 Miliar Jadi Sorotan Warga

Senin, 27 Juli 2026 - 00:34 WIB

Usai Pemberitaan Proyek Jadi Sorotan, Pelaksana CV Arrahmah Hubungi Awak Media Minta Klarifikasi: Bos dan Kadis Sudah Menelepon Saya

Minggu, 26 Juli 2026 - 05:14 WIB

Diduga Dikerjakan Terburu-buru, Proyek Pemeliharaan Jalan Cicareuh–Bumisari di Bantargadung Tuai Sorotan Warga

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:56 WIB

Dedi Mulyadi Umumkan Sayembara Rp5–50 Juta untuk Warga yang Bantu Lumpuhkan Pelaku Kejahatan Jalanan di Jabar

Berita Terbaru