SUARARAKYAT || SUKABUMI – Pelaksanaan proyek pemeliharaan rutin ruas Jalan Cicareuh–Bumisari di Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026, menjadi sorotan masyarakat. Proyek yang dikerjakan oleh CV Arrahmah dengan nilai anggaran sebesar Rp196.691.160,85 itu diduga dikerjakan secara terburu-buru sehingga kualitas hasil pekerjaan dipertanyakan oleh warga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Suararakyat.info, Minggu (26/7/2026), sejumlah warga Desa Mangunjaya menyampaikan keluhan terkait pelaksanaan proyek tersebut. Mereka menilai pekerjaan berlangsung dalam waktu yang sangat singkat, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap mutu hasil pekerjaan.
Salah seorang tokoh masyarakat yang meminta identitasnya disamarkan dengan inisial N mengaku terkejut karena proses pengerjaan proyek disebut hanya berlangsung selama dua hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Setahu saya pekerjaan hanya sekitar dua hari. Para pekerjanya juga bukan warga sekitar, melainkan diduga didatangkan oleh pihak pelaksana dari wilayah Sagaranten. Selama bekerja mereka menginap di Koperasi Merah Putih,” ungkap N kepada wartawan.
Menurutnya, waktu pelaksanaan yang relatif singkat menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kualitas pekerjaan yang dihasilkan. Ia menilai masih terdapat sejumlah titik jalan yang berlubang dan hanya ditutup menggunakan material aspal bekas, sehingga dikhawatirkan tidak mampu bertahan dalam jangka waktu lama.
“Masih banyak lubang yang hanya ditumpuk aspal bekas. Bahkan menurut informasi yang saya dengar dari para pekerja, material yang tersedia sudah habis digunakan,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya yang berharap proyek pemeliharaan jalan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, mengingat jalan tersebut merupakan akses penting bagi aktivitas warga dan pengguna jalan.
Di sisi lain, warga juga mengungkapkan adanya insiden kecelakaan lalu lintas yang diduga terjadi di sekitar lokasi pekerjaan. Menurut keterangan warga, seorang pengendara sepeda motor dilaporkan terjatuh setelah melintasi bagian jalan yang disebut masih berlubang dan telah ditutup menggunakan material aspal bekas. Namun, hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Sejumlah warga berharap Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi segera melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, volume pekerjaan, dan ketentuan kontrak yang berlaku.
Masyarakat juga meminta apabila ditemukan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan proyek, pihak terkait dapat segera mengambil langkah evaluasi dan melakukan perbaikan demi menjamin keselamatan pengguna jalan serta menjaga kualitas infrastruktur yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Arrahmah maupun Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan yang disampaikan warga. Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Penulis : AG
Editor : Redaksi
Sumber Berita: SUARARAKYAT.info














