Kompak! Nelayan Jayanti Bangun Jalur Evakuasi dengan Swadaya,Pemerintah Diharapkan Hadir 

- Penulis

Rabu, 10 September 2025 - 10:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Cianjur-Di tengah keterbatasan fasilitas dan kurangnya perhatian pemerintah, kelompok rukun nelayan Jayanti di Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan, menunjukkan semangat gotong royong yang luar biasa. Dengan tenaga dan biaya sendiri, para nelayan bahu-membahu membangun jalur evakuasi untuk pendaratan dan penaikan perahu di Pelabuhan Jayanti, RT 02 RW 10.

Pembangunan jalur tersebut bukan sekadar kebutuhan tambahan, melainkan kebutuhan mendesak. Jumlah perahu nelayan yang kian bertambah tidak sebanding dengan ketersediaan lahan parkir perahu yang layak. Akibatnya, banyak perahu nelayan rusak bahkan karam saat cuaca buruk melanda. Situasi ini tentu merugikan nelayan, yang sebagian besar menggantungkan hidupnya dari hasil melaut.Rabu (10/9/2025)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini semua murni dari iuran kami, karena kami tidak bisa lagi menunggu janji yang tidak kunjung pasti. Harapan kami sebenarnya sederhana: pemerintah daerah maupun pusat segera turun tangan membangun kolam labuh atau dermaga ikan yang layak,” ungkap salah seorang nelayan.

Pernyataan tersebut menyiratkan kekecewaan mendalam terhadap pemerintah yang seolah abai menghadirkan solusi konkret. Padahal, sektor perikanan rakyat di Jayanti memiliki potensi besar dalam menopang ekonomi masyarakat pesisir. Namun, tanpa fasilitas pelabuhan yang memadai, potensi itu justru terancam tenggelam bersama perahu-perahu yang tak punya tempat aman untuk berlabuh.

READ  Kades Karang Asih Turun Langsung Bersihkan Saluran Air, Warga dan Banser Kompak Cegah Banjir di Cabang Kebon Kopi

Para nelayan Jayanti berharap pemerintah hadir bukan hanya dalam bentuk janji, melainkan aksi nyata yang berpihak pada rakyat kecil. Bagi mereka, kerja keras dan gotong royong ini adalah bentuk perlawanan terhadap ketidakpedulian. Namun, mereka juga sadar bahwa kemampuan swadaya ada batasnya. Tanpa campur tangan negara, cita-cita memiliki pelabuhan yang representatif akan sulit tercapai.

“Pemerintah mestinya ada di tengah-tengah nelayan, bukan sekadar datang saat kampanye atau seremonial,” tambah tokoh nelayan lainnya dengan nada kecewa.

Kisah swadaya nelayan Jayanti ini menjadi cermin ironis dari wajah pembangunan: rakyat berjuang sendiri di tengah janji-janji pemerintah yang tak kunjung ditepati. Jika kondisi ini terus berlarut, maka yang terancam bukan hanya perahu dan penghidupan nelayan, melainkan juga masa depan generasi pesisir Jayanti yang bergantung pada laut sebagai sumber kehidupan.

(Cep Toto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Desy Ratnasari Gandeng Puslitkoka Tingkatkan Kapasitas Petani Kopi di Gegerbitung
Tarif Parkir RS DKH Cibadak Dikeluhkan Pengunjung, Diminta Dievaluasi Demi Meringankan Beban Keluarga Pasien
Pak KDM Usai Berita di Media Mencuat Papan Proyek Hilang, Lokasi Diduga Berbeda, Aspal Disorot Warga: Ada Apa dengan Proyek Jalan Rp1,33 Miliar di Sukabumi?
Diduga Minim Material dan Data Proyek Dipertanyakan, Pekerjaan Jalan Leuwiliang–Bojong Tipar Senilai Rp1,33 Miliar Jadi Sorotan Warga
Usai Pemberitaan Proyek Jadi Sorotan, Pelaksana CV Arrahmah Hubungi Awak Media Minta Klarifikasi: Bos dan Kadis Sudah Menelepon Saya
Diduga Dikerjakan Terburu-buru, Proyek Pemeliharaan Jalan Cicareuh–Bumisari di Bantargadung Tuai Sorotan Warga
Dedi Mulyadi Umumkan Sayembara Rp5–50 Juta untuk Warga yang Bantu Lumpuhkan Pelaku Kejahatan Jalanan di Jabar
Patungan Bangun Jalan Demi Keselamatan, Warga Bojongsaru Pertanyakan Keseriusan Pemkab Sukabumi dalam Pemerataan Infrastruktur
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:11 WIB

Desy Ratnasari Gandeng Puslitkoka Tingkatkan Kapasitas Petani Kopi di Gegerbitung

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:43 WIB

Tarif Parkir RS DKH Cibadak Dikeluhkan Pengunjung, Diminta Dievaluasi Demi Meringankan Beban Keluarga Pasien

Selasa, 28 Juli 2026 - 04:09 WIB

Pak KDM Usai Berita di Media Mencuat Papan Proyek Hilang, Lokasi Diduga Berbeda, Aspal Disorot Warga: Ada Apa dengan Proyek Jalan Rp1,33 Miliar di Sukabumi?

Senin, 27 Juli 2026 - 13:34 WIB

Diduga Minim Material dan Data Proyek Dipertanyakan, Pekerjaan Jalan Leuwiliang–Bojong Tipar Senilai Rp1,33 Miliar Jadi Sorotan Warga

Senin, 27 Juli 2026 - 00:34 WIB

Usai Pemberitaan Proyek Jadi Sorotan, Pelaksana CV Arrahmah Hubungi Awak Media Minta Klarifikasi: Bos dan Kadis Sudah Menelepon Saya

Berita Terbaru