Tarif Parkir RS DKH Cibadak Dikeluhkan Pengunjung, Diminta Dievaluasi Demi Meringankan Beban Keluarga Pasien

- Penulis

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT || SUKABUMI – Keluhan mengenai tarif parkir di lingkungan Rumah Sakit DKH Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, kembali mencuat. Sejumlah pengunjung menilai biaya parkir yang dikenakan cukup tinggi sehingga menambah beban ekonomi, terutama bagi keluarga pasien yang harus mendampingi kerabatnya menjalani perawatan dalam waktu yang cukup lama.

Salah seorang pengunjung berinisial HS mengaku terkejut saat hendak meninggalkan area parkir rumah sakit pada Kamis (30/7/2026). Ia menjelaskan bahwa kendaraan roda duanya masuk ke area parkir pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 09.13 WIB dan keluar pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 14.15 WIB.

Berdasarkan struk parkir yang diterimanya, HS dikenakan biaya sebesar Rp23.000 untuk durasi parkir tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya cukup kaget ketika melihat nominal yang harus dibayar. Sebagai keluarga pasien, tentu kami datang bukan untuk berwisata, melainkan menemani orang yang sedang sakit. Biaya seperti ini cukup memberatkan,” ungkap HS.

Saat dimintai keterangan, seorang petugas parkir yang enggan menyebutkan identitasnya menjelaskan bahwa sistem tarif yang diterapkan dihitung berdasarkan akumulasi harian.

“Per hari di sini Rp15 ribu, tinggal dikalikan saja kalau memang parkir lebih dari satu hari,” ujarnya singkat.

Meski demikian, penjelasan tersebut belum sepenuhnya menghilangkan keluhan dari pengunjung. Beberapa keluarga pasien menilai tarif parkir di fasilitas pelayanan kesehatan seharusnya mempertimbangkan aspek kemanusiaan karena sebagian besar pengunjung datang dalam kondisi mendesak dan tidak memiliki banyak pilihan selain memarkirkan kendaraannya di area rumah sakit.

READ  Jalan Penghubung Tenjojaya–Sekarwangi Rusak Parah, Warga Tanam Pohon di Tengah Jalan sebagai Simbol Protes dan Peringatan

Mereka berharap pihak manajemen RS DKH Cibadak dapat melakukan evaluasi terhadap kebijakan tarif parkir agar lebih berpihak kepada masyarakat, khususnya keluarga pasien yang harus menjaga anggota keluarganya selama menjalani perawatan.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga diharapkan turut melakukan pengawasan terhadap pengelolaan parkir di kawasan rumah sakit, termasuk memastikan bahwa besaran tarif yang diberlakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak membebani masyarakat.

Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit diharapkan tidak hanya memberikan pelayanan medis yang optimal, tetapi juga menghadirkan layanan pendukung yang memberikan rasa nyaman, termasuk dalam hal penyediaan lahan parkir dengan tarif yang wajar dan transparan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen RS DKH Cibadak terkait keluhan tarif parkir tersebut. Media masih berupaya menghubungi pihak rumah sakit untuk memperoleh penjelasan dan hak jawab atas keluhan yang disampaikan oleh pengunjung.

Masyarakat berharap persoalan ini segera mendapat perhatian sehingga keluarga pasien yang datang ke rumah sakit tidak lagi dibebani dengan biaya tambahan yang dinilai cukup memberatkan di tengah kebutuhan pengobatan yang tidak sedikit.

Penulis : HS

Editor : Redaksi

Sumber Berita: SUARARAKYAT.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pak KDM Usai Berita di Media Mencuat Papan Proyek Hilang, Lokasi Diduga Berbeda, Aspal Disorot Warga: Ada Apa dengan Proyek Jalan Rp1,33 Miliar di Sukabumi?
Diduga Minim Material dan Data Proyek Dipertanyakan, Pekerjaan Jalan Leuwiliang–Bojong Tipar Senilai Rp1,33 Miliar Jadi Sorotan Warga
Usai Pemberitaan Proyek Jadi Sorotan, Pelaksana CV Arrahmah Hubungi Awak Media Minta Klarifikasi: Bos dan Kadis Sudah Menelepon Saya
Diduga Dikerjakan Terburu-buru, Proyek Pemeliharaan Jalan Cicareuh–Bumisari di Bantargadung Tuai Sorotan Warga
Dedi Mulyadi Umumkan Sayembara Rp5–50 Juta untuk Warga yang Bantu Lumpuhkan Pelaku Kejahatan Jalanan di Jabar
Patungan Bangun Jalan Demi Keselamatan, Warga Bojongsaru Pertanyakan Keseriusan Pemkab Sukabumi dalam Pemerataan Infrastruktur
Yudha Sukmagara: KNPI Harus Jadi Motor Perubahan, Bukan Sekadar Organisasi Proposal
DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai Cikaramat, Hasil Uji Laboratorium Jadi Penentu
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:43 WIB

Tarif Parkir RS DKH Cibadak Dikeluhkan Pengunjung, Diminta Dievaluasi Demi Meringankan Beban Keluarga Pasien

Selasa, 28 Juli 2026 - 04:09 WIB

Pak KDM Usai Berita di Media Mencuat Papan Proyek Hilang, Lokasi Diduga Berbeda, Aspal Disorot Warga: Ada Apa dengan Proyek Jalan Rp1,33 Miliar di Sukabumi?

Senin, 27 Juli 2026 - 13:34 WIB

Diduga Minim Material dan Data Proyek Dipertanyakan, Pekerjaan Jalan Leuwiliang–Bojong Tipar Senilai Rp1,33 Miliar Jadi Sorotan Warga

Senin, 27 Juli 2026 - 00:34 WIB

Usai Pemberitaan Proyek Jadi Sorotan, Pelaksana CV Arrahmah Hubungi Awak Media Minta Klarifikasi: Bos dan Kadis Sudah Menelepon Saya

Minggu, 26 Juli 2026 - 05:14 WIB

Diduga Dikerjakan Terburu-buru, Proyek Pemeliharaan Jalan Cicareuh–Bumisari di Bantargadung Tuai Sorotan Warga

Berita Terbaru