Suararakyat.info.Garut-Semangat gotong royong yang telah lama menjadi ruh bangsa Indonesia kembali tercermin dalam kehidupan masyarakat Desa Paas, Kecamatan Pamengpeuk, Kabupaten Garut. Rabu pagi ini, warga dari berbagai elemen masyarakat berkumpul dan bahu-membahu memperbaiki bantaran sungai di kawasan Cikaso Leuwi Lubang, sebuah aliran vital yang mengairi ratusan hektare sawah di wilayah tersebut.(6/8/2025)
Kegiatan gotong royong ini tidak hanya menjadi ajang kerja bersama, tetapi juga menjadi simbol kekompakan dan semangat juang warga desa yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan warisan para pendahulu bangsa. Kepala Desa Paas, Agus Zenal, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kelestarian sumber air yang sangat penting bagi kehidupan warga.
“Iya, pada hari ini, Rabu tanggal enam, kami dari jajaran Desa Paas bersama para staf desa melakukan kegiatan gotong royong membersihkan dan memperbaiki bantaran sungai di Cikaso Leuwi Lubang,” ujar Agus saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. “Sungai ini memang tidak besar, tapi sangat vital karena mampu mengairi ratusan hektare sawah di Desa Paas, khususnya di wilayah Kampung Sawah Bera dan Kampung Tanegan RW 10 Dusun 02.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Warga dari dua kampung—Sawah Bera dan Tanegan—turut hadir dengan penuh semangat. Selain masyarakat, kegiatan ini juga dihadiri oleh kepala dusun, ketua RW dan RT, tokoh masyarakat, serta tokoh agama setempat. Mereka semua bersatu padu tanpa memandang latar belakang, menjadikan gotong royong ini sebagai perwujudan nyata semangat kolektif yang masih hidup di tengah masyarakat pedesaan.
Agus Zenal menegaskan bahwa budaya gotong royong bukanlah hal baru di desanya. “Ini bukan pertama kalinya kami melaksanakan gotong royong. Kegiatan semacam ini sudah menjadi budaya yang terus kami hidupkan. Gotong royong bagi kami bukan sekadar kerja bakti, tapi simbol semangat juang para pahlawan. Dulu mereka berjuang dengan bambu runcing, hari ini kami berjuang menjaga sumber kehidupan dan kebersamaan,” tegasnya.

Gotong royong memperbaiki bantaran sungai ini juga menjadi bagian dari langkah preventif mengantisipasi bencana banjir dan kekeringan. Bantaran sungai yang bersih dan tertata diyakini akan memperlancar aliran air serta menjaga stabilitas irigasi, yang secara langsung berdampak pada produktivitas pertanian warga.
Semangat seperti inilah yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia sejak zaman penjajahan. Di tengah berbagai tantangan zaman modern, nilai-nilai gotong royong, solidaritas, dan kepedulian sosial masih tetap dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
Kegiatan gotong royong di Desa Paas hari ini menjadi bukti bahwa semangat juang tidak selalu harus diwujudkan dalam medan perang, tetapi bisa tumbuh dalam kerja-kerja kecil yang penuh makna—membersihkan sungai, memperbaiki saluran air, atau sekadar membantu tetangga. Di tangan masyarakat seperti warga Desa Paas, semangat kebangsaan itu tetap menyala.
(Cep Toto)














