Ratusan Dapur MBG Ditutup Permanen, BGN Tegas: Pelanggaran Higienitas dan Keracunan Tak Bisa Ditoleransi

- Penulis

Selasa, 28 Juli 2026 - 03:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT || JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menutup secara permanen 833 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah Indonesia hingga Senin (27/7/2026). Penutupan tersebut dilakukan setelah ditemukan berbagai pelanggaran serius yang dinilai membahayakan keselamatan penerima manfaat, terutama terkait standar kebersihan, kualitas makanan, hingga dugaan kasus keracunan.

Kebijakan ini menjadi salah satu tindakan pengawasan terbesar sejak Program Makan Bergizi Gratis dijalankan secara nasional. Pemerintah menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap penyelenggara dapur yang terbukti melanggar standar operasional yang telah ditetapkan.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, menyampaikan bahwa seluruh dapur yang ditutup telah melalui proses evaluasi dan pengawasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dapur yang sudah disuspend ini benar-benar ditutup karena pelanggaran. Mereka tidak akan dibayar dan tidak ada ganti rugi karena pelanggaran yang dilakukan tergolong serius,” tegas Sudaryono.

Berdasarkan data BGN, dari total 833 dapur yang ditutup permanen, terdiri dari:

98 dapur di Wilayah I (Sumatra);

311 dapur di Wilayah II (Jawa dan Madura);

424 dapur di Wilayah III yang mencakup wilayah lainnya di Indonesia.

Menurut Sudaryono, sebagian besar pelanggaran berkaitan dengan aspek higienitas dapur, kualitas makanan yang tidak memenuhi standar gizi dan keamanan pangan, serta adanya dugaan kejadian keracunan makanan.

“Yang disuspend itu karena persoalan higienis, adanya keracunan, kualitas makanan tidak memenuhi standar, dan dinilai tidak layak untuk diteruskan,” jelasnya.dikutip suara.com

Langkah penutupan permanen tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program strategis nasional untuk meningkatkan status gizi anak-anak Indonesia.

READ  Superhero Turun ke Sekolah, 930 Siswa SMPN 4 Sukabumi Nikmati MBG Prasmanan Penuh Keceriaan

BGN menilai bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang disalurkan, tetapi juga dari keamanan pangan, kualitas gizi, serta proses pengolahan yang sesuai dengan standar kesehatan.

Meski ratusan dapur ditutup, pemerintah memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak akan terhenti. BGN telah menyiapkan skema distribusi melalui dapur lain yang berada di sekitar lokasi dapur yang dihentikan operasionalnya.

“Kami memastikan penerima manfaat tetap mendapatkan layanan. Kami akan mengupayakan agar dapur lain dapat meng-cover wilayah yang terdampak,” ujar Sudaryono.

Kebijakan ini diharapkan menjadi peringatan bagi seluruh mitra penyelenggara MBG agar lebih disiplin dalam menerapkan standar kebersihan, sanitasi, pengolahan makanan, hingga pengendalian mutu.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang menyasar peserta didik, balita, ibu hamil, dan kelompok penerima manfaat lainnya. Karena menyangkut kesehatan masyarakat, setiap penyelenggara diwajibkan mematuhi prosedur keamanan pangan serta standar operasional yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional.

Dengan penutupan permanen terhadap 833 dapur tersebut, pemerintah berharap kualitas layanan MBG semakin meningkat dan kepercayaan masyarakat terhadap program ini tetap terjaga. BGN juga menegaskan akan terus melakukan inspeksi, evaluasi, serta pengawasan secara berkala terhadap seluruh dapur MBG di Indonesia. Penyelenggara yang tidak memenuhi standar akan dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk penghentian kerja sama secara permanen apabila terbukti melakukan pelanggaran berat.

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Buka Rakernis Intelkam 2026, Kapolda Papua Barat Daya: Intelijen adalah Mata dan Telinga Kesatuan
Sorotan Publik Menguat, Penahanan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dinilai Harus Menjunjung Asas Kesetaraan di Hadapan Hukum
Diduga Serang Kehormatan Melalui Komentar TikTok, ATHIA Layangkan Ultimatum 1×24 Jam: Buktikan Tuduhan atau Klarifikasi Secara Terbuka
Penggeledahan  di Rumah Kadis PUPR Bengkulu, KPK Sita Lima Koper dan Sejumlah Kardus Barang Bukti
FABEM Jabar Dorong Penguatan Rantai Pasok Nasional, Nilai Figur Berpengalaman Peternakan Dibutuhkan untuk Dampingi Menteri Pertanian
9 Hari TMMD Ke-129 di Kampung Sesor, Pembangunan Melaju Pesat, Semangat Gotong Royong Kian Menguat
Pelaku Akui Perbuatan Tapi Klaim Suka Sama Suka? Korban Tegaskan Semua Saya Lakukan Karena Dipaksa 
Diduga Sarat Kepentingan Politik, Transparansi Penyelenggaraan Bupati Cup Inhil 2026 Jadi Sorotan Publik
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ratusan Dapur MBG Ditutup Permanen, BGN Tegas: Pelanggaran Higienitas dan Keracunan Tak Bisa Ditoleransi

Senin, 27 Juli 2026 - 14:56 WIB

Buka Rakernis Intelkam 2026, Kapolda Papua Barat Daya: Intelijen adalah Mata dan Telinga Kesatuan

Senin, 27 Juli 2026 - 05:21 WIB

Sorotan Publik Menguat, Penahanan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dinilai Harus Menjunjung Asas Kesetaraan di Hadapan Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:13 WIB

Diduga Serang Kehormatan Melalui Komentar TikTok, ATHIA Layangkan Ultimatum 1×24 Jam: Buktikan Tuduhan atau Klarifikasi Secara Terbuka

Minggu, 26 Juli 2026 - 03:48 WIB

Penggeledahan  di Rumah Kadis PUPR Bengkulu, KPK Sita Lima Koper dan Sejumlah Kardus Barang Bukti

Berita Terbaru