Jalan Karangtengah Dipenuhi Tanah Berserakan, Pengendara Terancam Tergelincir dan Jarak Pandang Terganggu

- Penulis

Minggu, 12 April 2026 - 05:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info  Sukabumi – Kondisi memprihatinkan terjadi di ruas Jalan Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Material tanah merah yang tercecer di badan jalan dilaporkan mengganggu aktivitas lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya di kawasan pertigaan jalur alternatif menuju Nagrak, yang merupakan lintasan padat kendaraan dari arah Sukabumi menuju Cibadak.

Pantauan di lokasi menunjukkan tanah merah tersebar hampir di sepanjang ruas jalan, diduga berasal dari aktivitas kendaraan pengangkut material yang tidak tertutup dengan baik. Kondisi ini membuat permukaan jalan berubah menjadi tidak stabil dan membahayakan pengendara, baik roda dua maupun roda empat.

Pada saat cuaca panas, material tanah tersebut berubah menjadi debu tebal yang beterbangan akibat dilintasi kendaraan. Debu ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mengurangi jarak pandang pengendara, sehingga meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas. Sementara itu, ketika hujan turun, tanah berubah menjadi lumpur licin yang rawan menyebabkan kendaraan tergelincir, terutama bagi pengendara sepeda motor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah pengguna jalan mengaku resah dengan kondisi tersebut. Mereka berharap ada tindakan cepat dari pihak terkait sebelum menimbulkan korban jiwa.

“Kondisinya sangat mengganggu. Kalau kering, debunya tebal sekali sampai menutupi pandangan. Kalau hujan, jadi licin sekali, sangat berbahaya,” ujar Andi, salah satu pengendara yang melintas, Minggu (12/04/2026).

Selain membahayakan keselamatan, keberadaan material tanah di badan jalan juga berdampak pada kelancaran arus lalu lintas. Banyak kendaraan terpaksa mengurangi kecepatan secara drastis, bahkan berhenti sejenak untuk menghindari area yang paling parah. Hal ini menyebabkan antrean kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk.

READ  Diduga Pengerjaan Irigasi di Parungkuda Ganggu Aliran Air, Petani Kehilangan Pasokan Berhari-hari

Warga sekitar menilai kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Mereka mendesak instansi terkait, baik dari Dinas Perhubungan maupun Dinas Pekerjaan Umum, untuk segera turun tangan melakukan pembersihan serta menelusuri sumber penyebab tercecernya material tersebut.

Lebih dari itu, masyarakat juga meminta adanya pengawasan ketat terhadap kendaraan pengangkut material agar mematuhi standar keselamatan, seperti penggunaan penutup muatan dan pembatasan beban angkut. Langkah preventif dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

“Jangan sampai menunggu ada korban dulu baru ditindak. Ini jalur ramai, setiap hari dilalui banyak orang,” ungkap warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya penanganan serius dari pihak berwenang di lokasi kejadian. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat yang setiap hari bergantung pada jalur tersebut untuk beraktivitas.

Pengendara pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di kawasan tersebut. Mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta menggunakan pelindung seperti masker saat kondisi berdebu menjadi langkah antisipatif yang dapat dilakukan guna meminimalisir risiko.

Penanganan cepat dan tegas sangat diharapkan demi menjaga keselamatan pengguna jalan serta memastikan kelancaran mobilitas di wilayah Karangtengah dan sekitarnya.

Penulis : HS/Tim

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Minim Material dan Data Proyek Dipertanyakan, Pekerjaan Jalan Leuwiliang–Bojong Tipar Senilai Rp1,33 Miliar Jadi Sorotan Warga
Usai Pemberitaan Proyek Jadi Sorotan, Pelaksana CV Arrahmah Hubungi Awak Media Minta Klarifikasi: Bos dan Kadis Sudah Menelepon Saya
Diduga Dikerjakan Terburu-buru, Proyek Pemeliharaan Jalan Cicareuh–Bumisari di Bantargadung Tuai Sorotan Warga
Dedi Mulyadi Umumkan Sayembara Rp5–50 Juta untuk Warga yang Bantu Lumpuhkan Pelaku Kejahatan Jalanan di Jabar
Patungan Bangun Jalan Demi Keselamatan, Warga Bojongsaru Pertanyakan Keseriusan Pemkab Sukabumi dalam Pemerataan Infrastruktur
Yudha Sukmagara: KNPI Harus Jadi Motor Perubahan, Bukan Sekadar Organisasi Proposal
DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai Cikaramat, Hasil Uji Laboratorium Jadi Penentu
Forkopimda Absen di HUT Dadali Pati Ke-9, Komitmen Pemkot Sukabumi terhadap Pelestarian Budaya Dipertanyakan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 13:34 WIB

Diduga Minim Material dan Data Proyek Dipertanyakan, Pekerjaan Jalan Leuwiliang–Bojong Tipar Senilai Rp1,33 Miliar Jadi Sorotan Warga

Senin, 27 Juli 2026 - 00:34 WIB

Usai Pemberitaan Proyek Jadi Sorotan, Pelaksana CV Arrahmah Hubungi Awak Media Minta Klarifikasi: Bos dan Kadis Sudah Menelepon Saya

Minggu, 26 Juli 2026 - 05:14 WIB

Diduga Dikerjakan Terburu-buru, Proyek Pemeliharaan Jalan Cicareuh–Bumisari di Bantargadung Tuai Sorotan Warga

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:56 WIB

Dedi Mulyadi Umumkan Sayembara Rp5–50 Juta untuk Warga yang Bantu Lumpuhkan Pelaku Kejahatan Jalanan di Jabar

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:19 WIB

Patungan Bangun Jalan Demi Keselamatan, Warga Bojongsaru Pertanyakan Keseriusan Pemkab Sukabumi dalam Pemerataan Infrastruktur

Berita Terbaru