SUARARAKYAT || SUKABUMI – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Uden Abdunnatsir, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan Road to Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat Sekitar Kawasan Hutan yang digagas Anggota Komisi IV DPR RI, dr. Slamet, bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di STC Alfarhan Desa Citamiang Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (27/7/2026), tersebut diikuti masyarakat yang bermukim di wilayah penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, di antaranya dari Kecamatan Kadudampit, Sukaraja, serta sejumlah daerah penyangga lainnya.
Bagi Uden, program ini tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HKAN 2026, tetapi juga mencerminkan pendekatan konservasi yang mengedepankan keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pelestarian hutan akan lebih efektif apabila masyarakat yang hidup di sekitar kawasan hutan dilibatkan secara aktif melalui pemberdayaan ekonomi yang tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan.
“Program ini sangat baik karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk memanfaatkan potensi lahan di kawasan hutan secara bijak tanpa mengurangi fungsi ekologisnya. Hutan tetap terjaga, sementara masyarakat memperoleh kesempatan meningkatkan taraf ekonominya,” ujar Uden.
Ia menilai, keterlibatan masyarakat merupakan salah satu fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan kawasan hutan. Ketika masyarakat memperoleh manfaat ekonomi yang legal dan berkelanjutan, kepedulian terhadap kelestarian hutan akan tumbuh semakin kuat.
“Konservasi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus menjadi bagian dari solusi. Jika mereka merasakan manfaatnya, maka hutan akan dijaga bersama karena menjadi sumber kehidupan yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Uden menjelaskan, kawasan penyangga hutan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sumber ekonomi produktif, mulai dari pertanian ramah lingkungan, peternakan, hingga wisata berbasis alam. 
Potensi tersebut, menurutnya, perlu didukung melalui pendampingan, pelatihan, dan kolaborasi lintas sektor agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat tanpa merusak ekosistem hutan.
Karena itu, ia mengapresiasi sinergi antara Kementerian Kehutanan dan Komisi IV DPR RI yang dinilai menghadirkan program pemberdayaan masyarakat dengan orientasi jangka panjang.
Meski komisi tempatnya bertugas di DPRD Kabupaten Sukabumi tidak bermitra langsung dengan sektor kehutanan, Uden menegaskan dukungannya terhadap program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Saya mendukung penuh langkah pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan bersama Komisi IV DPR RI. Program seperti ini perlu terus diperluas dan disosialisasikan agar masyarakat memahami bahwa menjaga kelestarian hutan tidak bertentangan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan. Keduanya justru dapat berjalan beriringan,” tegasnya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat sehingga kawasan hutan tetap lestari sekaligus menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitarnya.
“Hutan yang lestari bukan hanya menjaga keseimbangan alam, tetapi juga menjadi fondasi bagi ketahanan ekonomi masyarakat. Lestari hutanku, hijau hutanku, Sukabumi berdaya,” pungkasnya.
Penulis : Prima RK
Editor : Redaksi
Sumber Berita: SUARARAKYAT.info














