SUARARAKYAT.info || SUKABUMI —Aktivitas pembakaran sampah secara terbuka yang diduga dilakukan oleh oknum warga di Desa Parakansalak, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menuai keresahan di tengah masyarakat. Praktik tersebut dinilai mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan warga sekitar.
Lokasi pembakaran berada di sekitar area patamon, tepatnya di samping Gedung Serbaguna (GSG) SMK Yasidik, yang merupakan kawasan padat aktivitas warga dan berdekatan dengan fasilitas umum serta lingkungan pendidikan. Asap pekat dari pembakaran sampah kerap menyelimuti area sekitar, terutama pada siang hingga sore hari.
Menurut keterangan salah seorang warga berinisial TLS, sampah yang dibakar merupakan sampah buangan warga yang dikumpulkan lalu dibakar secara manual dan terbuka, tanpa menggunakan mesin atau incinerator khusus yang memenuhi standar pengelolaan limbah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pembakarannya dilakukan secara terbuka, bukan pakai mesin pembakar sampah. Dampaknya jelas, asap tebal dan bau menyengat mencemari udara di lingkungan sekitar,” ujar TLS kepada wartawan.Jumat (6/2/2026)
TLS menambahkan, kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas warga, terutama anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan. Ia khawatir jika dibiarkan terus-menerus, pembakaran sampah terbuka ini dapat menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang.
“Kami khawatir dengan kesehatan, apalagi ini dekat sekolah dan pemukiman. Kalau terus dibiarkan, bisa berdampak buruk,” tambahnya.
Sejumlah warga mengaku sudah beberapa kali menyampaikan keluhan secara lisan, namun hingga kini aktivitas pembakaran tersebut masih berlangsung. Warga berharap pemerintah desa, kecamatan, hingga dinas terkait segera turun tangan untuk melakukan penertiban dan memberikan solusi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.
Praktik pembakaran sampah terbuka sendiri diketahui melanggar prinsip pengelolaan lingkungan hidup, karena dapat menghasilkan polutan berbahaya seperti partikel halus (PM), karbon monoksida, dan zat beracun lainnya yang berisiko bagi kesehatan manusia.
Warga menuntut adanya pengawasan dan tindakan tegas dari pihak berwenang, serta mendorong pemerintah daerah menyediakan sistem pengelolaan sampah yang layak, agar persoalan sampah tidak diselesaikan dengan cara yang justru menimbulkan masalah baru.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Desa Parakansalak maupun instansi terkait mengenai aktivitas pembakaran sampah tersebut.
Editor : Red
Sumber Berita: Suararakyat.info














