Pembakaran Sampah Terbuka di Parakansalak Diduga Picu Polusi Udara, Warga Resah dan Minta Tindakan Tegas

- Penulis

Jumat, 6 Februari 2026 - 09:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || SUKABUMI —Aktivitas pembakaran sampah secara terbuka yang diduga dilakukan oleh oknum warga di Desa Parakansalak, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menuai keresahan di tengah masyarakat. Praktik tersebut dinilai mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan warga sekitar.

Lokasi pembakaran berada di sekitar area patamon, tepatnya di samping Gedung Serbaguna (GSG) SMK Yasidik, yang merupakan kawasan padat aktivitas warga dan berdekatan dengan fasilitas umum serta lingkungan pendidikan. Asap pekat dari pembakaran sampah kerap menyelimuti area sekitar, terutama pada siang hingga sore hari.

Menurut keterangan salah seorang warga berinisial TLS, sampah yang dibakar merupakan sampah buangan warga yang dikumpulkan lalu dibakar secara manual dan terbuka, tanpa menggunakan mesin atau incinerator khusus yang memenuhi standar pengelolaan limbah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pembakarannya dilakukan secara terbuka, bukan pakai mesin pembakar sampah. Dampaknya jelas, asap tebal dan bau menyengat mencemari udara di lingkungan sekitar,” ujar TLS kepada wartawan.Jumat (6/2/2026)

TLS menambahkan, kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas warga, terutama anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan. Ia khawatir jika dibiarkan terus-menerus, pembakaran sampah terbuka ini dapat menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang.

READ  Oknum Kades Ramatulo L Terancam Dilaporkan Ke Kejaksaan Perihal Dugaan Korupsi DD Sebanyak 7 Tahap, Begini Kronologis nya

“Kami khawatir dengan kesehatan, apalagi ini dekat sekolah dan pemukiman. Kalau terus dibiarkan, bisa berdampak buruk,” tambahnya.

Sejumlah warga mengaku sudah beberapa kali menyampaikan keluhan secara lisan, namun hingga kini aktivitas pembakaran tersebut masih berlangsung. Warga berharap pemerintah desa, kecamatan, hingga dinas terkait segera turun tangan untuk melakukan penertiban dan memberikan solusi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

Praktik pembakaran sampah terbuka sendiri diketahui melanggar prinsip pengelolaan lingkungan hidup, karena dapat menghasilkan polutan berbahaya seperti partikel halus (PM), karbon monoksida, dan zat beracun lainnya yang berisiko bagi kesehatan manusia.

Warga menuntut adanya pengawasan dan tindakan tegas dari pihak berwenang, serta mendorong pemerintah daerah menyediakan sistem pengelolaan sampah yang layak, agar persoalan sampah tidak diselesaikan dengan cara yang justru menimbulkan masalah baru.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Desa Parakansalak maupun instansi terkait mengenai aktivitas pembakaran sampah tersebut.

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skandal Tanah Bengkok Desa Munjul: Diduga Dihibahkan Diam-Diam, Kini Jadi Ladang Bisnis di Atas Aset Desa
Relokasi Warga Terdampak Pergerakan Tanah di Ciengang Mulai Bergerak, 66 Huntap Siap Dibangun
Ephar Sayid Abdullah Terpilih sebagai Kades PAW Sukaraja, Camat: Rangkul Semua Elemen dan Fokus Layani Masyarakat
BUMDes Bukan Sekadar Usaha Desa, Camat Sukaraja Dorong Lahirnya Penggerak Ekonomi Rakyat
Forkopimcam Sukalarang Dan Para Kades Pastikan Program Desa Berjalan Sesuai Mekanisme
Pemdes Langensari Gelar Sosialisasi Dana Desa 2026, Wujudkan Pembangunan Transparan dan Berkeadilan
Semangat Demokrasi Desa Kembali Tumbuh, Warga Dusun II Kedungwaringin Sukses Gelar Pemilihan Anggota BPD Periode Baru
Pengaspalan Jalan Sand Sheet di Kampung Pasir Tengek Jadi Prioritas, Pemdes Langensari Genjot Infrastruktur Desa Tahun 2026
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 00:33 WIB

Skandal Tanah Bengkok Desa Munjul: Diduga Dihibahkan Diam-Diam, Kini Jadi Ladang Bisnis di Atas Aset Desa

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:02 WIB

Relokasi Warga Terdampak Pergerakan Tanah di Ciengang Mulai Bergerak, 66 Huntap Siap Dibangun

Selasa, 9 Juni 2026 - 05:46 WIB

Ephar Sayid Abdullah Terpilih sebagai Kades PAW Sukaraja, Camat: Rangkul Semua Elemen dan Fokus Layani Masyarakat

Senin, 8 Juni 2026 - 04:38 WIB

BUMDes Bukan Sekadar Usaha Desa, Camat Sukaraja Dorong Lahirnya Penggerak Ekonomi Rakyat

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:13 WIB

Forkopimcam Sukalarang Dan Para Kades Pastikan Program Desa Berjalan Sesuai Mekanisme

Berita Terbaru

Kabupaten Kepulauan Meranti

Hari bayangkara ke 80 kampung tangguh anti narkoba banglas barat di nilai polda riau

Rabu, 24 Jun 2026 - 14:11 WIB