SUARARAKYAT.info || PEKANBARU — Semangat persatuan dan kebangkitan identitas budaya Melayu mengemuka dalam kegiatan Halal Bihalal yang digelar keluarga besar MPP Laskar Melayu Bijuangsa bersama Laskar Melayu se-Provinsi Riau. Acara yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini dilaksanakan di Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau, Kamis (16/04/2026), dan dihadiri berbagai unsur pimpinan serta anggota laskar dari berbagai daerah, termasuk Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Laskar Melayu Riau Daratan (Radar Bersatu) Kabupaten Siak.
Kehadiran DPW Radar Bersatu Kabupaten Siak menjadi bagian penting dalam momentum silaturahmi tersebut. Selain mempererat hubungan antarorganisasi, kehadiran ini juga mempertegas komitmen bersama dalam menjaga marwah budaya Melayu di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Dalam sambutannya, Panglima Utama MPP, Dato’ Muhammad Uzer, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tamu undangan yang hadir. Ia menilai, di tengah kesibukan masing-masing, kehadiran para tokoh laskar merupakan bukti nyata komitmen terhadap persatuan dan solidaritas sesama anak Melayu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, terima kasih karena di tengah kesibukan semuanya, Bungo dan Panglimo bisa hadir dalam jemputan kami. Apapun laskarnya, kita wajib bersatu di bumi Melayu,” tegasnya, disambut antusias para hadirin.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa perbedaan latar belakang organisasi tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bersatu. Justru, keberagaman itu harus menjadi kekuatan kolektif dalam menjaga nilai-nilai adat, budaya, dan jati diri Melayu.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Provinsi Riau, Datuk Sri H. Taufik Ikram Jamil, dalam pidatonya menegaskan pentingnya semangat kebangkitan Melayu yang berakar pada sejarah panjang kejayaan masa lalu. Ia mengajak seluruh elemen laskar untuk tidak melupakan sejarah, sekaligus menjadikannya sebagai pijakan untuk membangun masa depan yang lebih kuat.
“Melayu harus semangat dalam membangun negeri dan semua laskar harus kompak. Ingatlah sejarah, pada abad ke-8 Kerajaan Melayu sangat disegani dunia. Sebut saja Sriwijaya dan Kesultanan Siak yang pernah menguasai jalur strategis Selat Malaka sebelum akhirnya menjadi bagian dari NKRI,” paparnya.
Menurutnya, sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan sumber inspirasi untuk memperkuat identitas dan daya juang masyarakat Melayu dalam menghadapi arus globalisasi yang kian deras.
Acara Halal Bihalal ini juga diisi dengan ramah tamah, diskusi ringan antar tokoh, serta penguatan komitmen bersama untuk terus menjaga ukhuwah islamiyah dan persatuan lintas organisasi. Suasana kekeluargaan begitu terasa, mencerminkan nilai-nilai luhur budaya Melayu yang menjunjung tinggi kebersamaan dan saling menghormati.
Kehadiran DPW Radar Bersatu Kabupaten Siak bersama berbagai elemen laskar lainnya menjadi simbol bahwa semangat persatuan masih terjaga kuat. Momentum ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan menjadi langkah konkret dalam membangun sinergi antar organisasi demi kemajuan masyarakat Melayu di Provinsi Riau.
Dengan semangat yang terbangun dalam kegiatan ini, para tokoh laskar optimistis bahwa persatuan akan menjadi kunci utama dalam menjaga eksistensi budaya Melayu sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah dan nasional.
Penulis : Angga Fadli
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info














