Potret Kemiskinan yang Terlupakan: Jeritan Sunyi dari Rumah Rapuh di Pelosok Sukabumi

- Penulis

Kamis, 16 April 2026 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || SUKABUMI — Di tengah geliat pembangunan dan deretan program kesejahteraan yang terus digaungkan pemerintah, sebuah potret getir justru muncul dari pelosok desa. Sebuah rumah sederhana berdinding rapuh di Kampung Pasirmuncang RT 005/002, Desa Buniwangi, Kecamatan Gegerbitung, menjadi saksi bisu kehidupan yang jauh dari kata layak.

Sosok di balik kisah pilu itu adalah Sri Apriliani (22), seorang gadis muda yang mendadak menjadi sorotan publik setelah kisah hidupnya viral di media sosial pada Kamis (16/4/2026). Video dan foto kondisi rumahnya yang memprihatinkan memantik gelombang empati dari masyarakat luas, sekaligus membuka kembali pertanyaan lama: ke mana peran negara dalam menjangkau warganya yang paling rentan?

Rumah yang ia tempati jauh dari standar hunian layak. Dindingnya tampak lapuk, sebagian nyaris roboh, sementara atapnya tak lagi mampu memberi perlindungan maksimal dari panas dan hujan. Kondisi ini bukan sekadar soal bangunan fisik, melainkan cerminan dari himpitan ekonomi yang telah lama membelit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesehariannya, Sri menjalani hidup dengan segala keterbatasan. Akses terhadap fasilitas dasar pun terbilang minim. Kondisi ini memperlihatkan bahwa kemiskinan bukan hanya soal pendapatan, tetapi juga tentang keterasingan dari layanan dan perhatian yang seharusnya menjadi hak setiap warga negara.

Viralnya kisah ini memunculkan dugaan di tengah masyarakat bahwa masih terdapat jarak antara pemerintah dan realitas di lapangan. Program bantuan sosial dan pemberdayaan yang selama ini digulirkan dinilai belum sepenuhnya menyentuh lapisan masyarakat paling bawah, terutama mereka yang berada di wilayah terpencil.

READ  Banjir Bandang di Bogor, BPBD Jabar Lakukan Asesmen

Beberapa warga setempat mengaku bahwa kondisi Sri bukanlah satu-satunya. Masih ada warga lain yang hidup dalam keterbatasan serupa, namun luput dari perhatian. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius terkait validitas data penerima bantuan dan efektivitas distribusi program kesejahteraan.

Fenomena ini juga menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah secara langsung di tengah masyarakat. Bukan sekadar melalui program administratif, tetapi melalui pendekatan yang lebih humanis, mendengar, dan memahami kebutuhan riil warga.

Di sisi lain, gelombang solidaritas mulai bermunculan dari masyarakat. Sejumlah pihak, baik individu maupun komunitas, dikabarkan mulai menggalang bantuan untuk meringankan beban Sri. Namun, upaya ini dinilai hanya bersifat sementara jika tidak diikuti dengan solusi sistemik dari pihak berwenang.

Kasus yang menimpa Sri Apriliani menjadi pengingat bahwa di balik angka-angka statistik kemiskinan yang kerap disajikan, terdapat wajah-wajah nyata yang berjuang dalam diam. Potret ini bukan hanya tentang satu individu, tetapi tentang tanggung jawab bersama dalam memastikan tidak ada warga yang tertinggal.

Jika kondisi seperti ini masih terjadi, maka pertanyaan mendasarnya bukan lagi sekadar tentang kemiskinan, melainkan tentang keberpihakan. Sebab sejatinya, pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang mampu menjangkau mereka yang paling membutuhkan—bukan hanya yang paling terlihat.

(Redaksi)

Catatan: Berita ini disusun berdasarkan informasi yang beredar dan membutuhkan verifikasi lanjutan dari pihak terkait guna menjunjung tinggi prinsip keberimbangan sesuai kode etik jurnalistik.

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!
DPRD Sukabumi Sikat HGU Bermasalah, Iwan Ridwan: Tak Ada Toleransi untuk Izin Mati
Isu Revisi Ditolak Mentah, Ketua DPRD Kota Sukabumi Tegaskan Minhol Nol Persen Tetap Berlaku
Tol Bocimi Melaju, Jalan Kabupaten Terluka: Ayi Permana Desak Tanggung Jawab
Desakan Transparansi Menguat, BAZNAS Sukabumi Tegaskan RSB Bebeza Tetap Berjalan
Dugaan Kebohongan Publik Seret Anggota DPRD Kota Sukabumi, BK DPRD Mulai Bongkar Laporan Forwacib
Desak Penegakan Perda Miras, Garis Sukabumi Raya Beri Deadline Keras ke Pemkot
Stok Beras Capai Ribuan Ton, DPR RI Heri Gunawan Pastikan Sukabumi Siap Hadapi Iduladha
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:01 WIB

Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!

Senin, 11 Mei 2026 - 01:20 WIB

DPRD Sukabumi Sikat HGU Bermasalah, Iwan Ridwan: Tak Ada Toleransi untuk Izin Mati

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:16 WIB

Isu Revisi Ditolak Mentah, Ketua DPRD Kota Sukabumi Tegaskan Minhol Nol Persen Tetap Berlaku

Jumat, 8 Mei 2026 - 02:19 WIB

Tol Bocimi Melaju, Jalan Kabupaten Terluka: Ayi Permana Desak Tanggung Jawab

Jumat, 8 Mei 2026 - 00:14 WIB

Desakan Transparansi Menguat, BAZNAS Sukabumi Tegaskan RSB Bebeza Tetap Berjalan

Berita Terbaru