SUARARAKYAT.info || SUKABUMI – Potret buram pembangunan kembali terlihat di Kabupaten Sukabumi. Selama kurang lebih 14 tahun, akses jalan yang berada di wilayah RT 01, 02, dan 08 Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, dibiarkan dalam kondisi rusak tanpa penanganan serius dari pemerintah daerah.
Jalan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten itu kini justru diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat. Pada Sabtu (11/4/2026), warga secara gotong royong menambal jalan berlubang dengan material seadanya, demi menjaga akses mobilitas tetap berjalan.
Kegiatan tersebut bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan bentuk akumulasi kekecewaan warga terhadap minimnya perhatian pemerintah selama bertahun-tahun. Jalan rusak yang dibiarkan terlalu lama bukan hanya menghambat aktivitas ekonomi warga, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama saat musim hujan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua RT setempat, Pepen, mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung sangat lama tanpa adanya tindakan nyata dari pihak berwenang. Ia menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah kabupaten, bukan jalan lingkungan biasa.
“Sudah sekitar 14 tahun jalan ini terbengkalai. Sekarang warga terpaksa gotong royong menambal sendiri. Ini jalan kabupaten, seharusnya ada perhatian dari pemerintah,” ujar Pepen di sela kegiatan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Sukabumi tidak menutup mata terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, kehadiran pemerintah tidak seharusnya hanya terasa saat momen seremonial atau pencitraan semata, melainkan melalui kerja nyata yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami berharap pemkab bisa turun langsung melihat kondisi di lapangan. Jangan hanya hadir untuk pencitraan, tapi benar-benar mendengar dan merespons kebutuhan warga,” tegasnya.
Kondisi jalan yang rusak parah selama bertahun-tahun menjadi ironi di tengah berbagai klaim pembangunan infrastruktur yang kerap digaungkan. Fakta di lapangan menunjukkan masih adanya ketimpangan perhatian, di mana wilayah-wilayah tertentu seolah luput dari prioritas pembangunan.
Aksi gotong royong warga ini sekaligus menjadi simbol kuat bahwa masyarakat tidak tinggal diam menghadapi ketidakpedulian. Namun di sisi lain, hal ini juga menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah, karena fungsi pelayanan publik yang seharusnya dijalankan justru diambil alih oleh rakyat.
Warga berharap, perbaikan jalan ini tidak berhenti pada upaya darurat yang mereka lakukan. Mereka mendesak adanya langkah konkret dan berkelanjutan dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk memperbaiki akses jalan secara menyeluruh dan permanen.
Jika tidak, maka kisah jalan rusak yang dibiarkan belasan tahun ini akan terus menjadi catatan kegagalan pemerintah dalam memenuhi hak dasar masyarakat: akses infrastruktur yang layak dan aman.
Penulis : Hs
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info














