Belasan Tahun Jalan Kabupaten Dibiarkan Rusak, Warga Hegarmanah Terpaksa Gotong Royong: Kritik Keras untuk Pemerintah yang Dinilai Abai dan Minim Tindakan Nyata

- Penulis

Sabtu, 11 April 2026 - 04:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || SUKABUMI – Potret buram pembangunan kembali terlihat di Kabupaten Sukabumi. Selama kurang lebih 14 tahun, akses jalan yang berada di wilayah RT 01, 02, dan 08 Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, dibiarkan dalam kondisi rusak tanpa penanganan serius dari pemerintah daerah.

Jalan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten itu kini justru diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat. Pada Sabtu (11/4/2026), warga secara gotong royong menambal jalan berlubang dengan material seadanya, demi menjaga akses mobilitas tetap berjalan.

Kegiatan tersebut bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan bentuk akumulasi kekecewaan warga terhadap minimnya perhatian pemerintah selama bertahun-tahun. Jalan rusak yang dibiarkan terlalu lama bukan hanya menghambat aktivitas ekonomi warga, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama saat musim hujan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua RT setempat, Pepen, mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung sangat lama tanpa adanya tindakan nyata dari pihak berwenang. Ia menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah kabupaten, bukan jalan lingkungan biasa.

“Sudah sekitar 14 tahun jalan ini terbengkalai. Sekarang warga terpaksa gotong royong menambal sendiri. Ini jalan kabupaten, seharusnya ada perhatian dari pemerintah,” ujar Pepen di sela kegiatan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Sukabumi tidak menutup mata terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, kehadiran pemerintah tidak seharusnya hanya terasa saat momen seremonial atau pencitraan semata, melainkan melalui kerja nyata yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

READ  Gelap Berkepanjangan di Jalur Parungkuda–Pakuwon, Warga Desak Perbaikan PJU dan Tambahan Lampu Baru

“Kami berharap pemkab bisa turun langsung melihat kondisi di lapangan. Jangan hanya hadir untuk pencitraan, tapi benar-benar mendengar dan merespons kebutuhan warga,” tegasnya.

Kondisi jalan yang rusak parah selama bertahun-tahun menjadi ironi di tengah berbagai klaim pembangunan infrastruktur yang kerap digaungkan. Fakta di lapangan menunjukkan masih adanya ketimpangan perhatian, di mana wilayah-wilayah tertentu seolah luput dari prioritas pembangunan.

Aksi gotong royong warga ini sekaligus menjadi simbol kuat bahwa masyarakat tidak tinggal diam menghadapi ketidakpedulian. Namun di sisi lain, hal ini juga menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah, karena fungsi pelayanan publik yang seharusnya dijalankan justru diambil alih oleh rakyat.

Warga berharap, perbaikan jalan ini tidak berhenti pada upaya darurat yang mereka lakukan. Mereka mendesak adanya langkah konkret dan berkelanjutan dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk memperbaiki akses jalan secara menyeluruh dan permanen.

Jika tidak, maka kisah jalan rusak yang dibiarkan belasan tahun ini akan terus menjadi catatan kegagalan pemerintah dalam memenuhi hak dasar masyarakat: akses infrastruktur yang layak dan aman.

Penulis : Hs

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Painah Warga Ciheulang Tongoh Bertahun-Tahun Tinggal di Rumah Reyot Tanpa Bantuan, Di Mana Hadirnya Pemerintah untuk Warga Kecil?
Proyek Jalan Rp295 Juta Disorot, Warga Keluhkan Aspal Diduga Tipis dan Mudah Ngeprul, Pelaksana Sebut Pekerjaan Hanya Tiga Hari
Dana Desa 2026 Dipangkas, Kades Selawangi: Banyak Program Pembangunan Terpaksa Tertunda
Kades Cijalingan Apresiasi Malahayati Konsultan Sosialisasi Bahaya Judi Online dan Investasi Ilegal Warganya
PAW Kades Sukaraja Ephar Sayid Abdullah Awali Kepemimpinan dengan Konsolidasi, Camat Sukaraja Dorong Tata Kelola Transparan
Diduga BLT Desa Soleh Dibagikan Tanpa Libatkan BPD, Warga Desak Transparansi dan Pertanyakan Validitas Penerima Manfaat
Bentengi Pesisir dari Abrasi, Bhabinkamtibmas Desa Bungur Bersama Warga Tanam Mangrove Sambut HUT Bhayangkara ke-80″
Skandal Tanah Bengkok Desa Munjul: Diduga Dihibahkan Diam-Diam, Kini Jadi Ladang Bisnis di Atas Aset Desa
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 10:10 WIB

Painah Warga Ciheulang Tongoh Bertahun-Tahun Tinggal di Rumah Reyot Tanpa Bantuan, Di Mana Hadirnya Pemerintah untuk Warga Kecil?

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:24 WIB

Proyek Jalan Rp295 Juta Disorot, Warga Keluhkan Aspal Diduga Tipis dan Mudah Ngeprul, Pelaksana Sebut Pekerjaan Hanya Tiga Hari

Senin, 20 Juli 2026 - 14:07 WIB

Dana Desa 2026 Dipangkas, Kades Selawangi: Banyak Program Pembangunan Terpaksa Tertunda

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:30 WIB

Kades Cijalingan Apresiasi Malahayati Konsultan Sosialisasi Bahaya Judi Online dan Investasi Ilegal Warganya

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:14 WIB

PAW Kades Sukaraja Ephar Sayid Abdullah Awali Kepemimpinan dengan Konsolidasi, Camat Sukaraja Dorong Tata Kelola Transparan

Berita Terbaru