Jembatan Cikalong Disulap Jadi Tempat Pembuangan Sampah Liar, Warga Geram Bau Busuk dan Ancaman Penyakit Mengintai

- Penulis

Rabu, 11 Maret 2026 - 07:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || SUKABUMI – Kondisi memprihatinkan terlihat di sekitar Jembatan Cikalong yang berada di wilayah Desa Jayabakti, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Tumpukan sampah liar terlihat menggunung di sekitar jembatan hingga sebagian berserakan ke bahu jalan bahkan mendekati aliran sungai.

Pemandangan tersebut kerap membuat pengguna jalan yang melintas merasa tidak nyaman. Selain merusak estetika lingkungan, bau menyengat dari sampah yang menumpuk juga menjadi keluhan warga sekitar.

Ironisnya, jembatan yang dibangun sekitar tahun 2020 tersebut seharusnya menjadi akses penting bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Namun kini, sebagian area di sekitar jembatan justru berubah menjadi tempat pembuangan sampah liar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantauan warga menyebutkan bahwa setiap hari jumlah sampah di lokasi tersebut terus bertambah. Berbagai jenis sampah rumah tangga hingga limbah plastik terlihat menumpuk tanpa ada penanganan serius.

Kondisi ini memicu kejengkelan masyarakat yang khawatir dampak dari tumpukan sampah tersebut dapat memicu persoalan kesehatan dan pencemaran lingkungan.

Kepala Desa Jayabakti, Opik, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon menjelaskan bahwa persoalan sampah di sekitar Jembatan Cikalong sebenarnya sudah terjadi cukup lama.

Menurutnya, tumpukan sampah tersebut bukan berasal dari warga Desa Jayabakti, melainkan diduga dibuang oleh oknum masyarakat dari desa lain serta para pekerja pabrik yang setiap hari melintas di jalur tersebut.

“Iya itu sampah sudah lama menumpuk. Warga Jayabakti tidak ada yang membuang sampah ke situ. Kebanyakan yang membuang itu warga Desa Cidahu dan para pekerja pabrik yang melintas setiap hari,” ujar Opik saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2026).

Ia juga menjelaskan bahwa sebelumnya pemerintah kecamatan sempat melakukan penanganan terhadap persoalan tersebut. Saat Kurnia Lismana menjabat sebagai Camat Cidahu, tumpukan sampah di lokasi tersebut sempat dibersihkan.

Bahkan, sebagai langkah pencegahan, pihak kecamatan bersama pemerintah desa juga memasang banner atau spanduk larangan membuang sampah di sekitar jembatan.

READ  BUMDes Babakan Jaya Genjot Ketahanan Pangan, Bangun Kandang Domba dan Garap Lahan Pertanian

Namun sayangnya, setelah beberapa waktu tidak ada pengawasan secara rutin, oknum masyarakat kembali membuang sampah di lokasi tersebut hingga kembali menumpuk seperti sekarang.

“Waktu Pak Camat Kurnia Lismana masih menjabat, sampah sempat dibersihkan. Bahkan sudah dipasang banner larangan buang sampah. Tapi setelah lama tidak dipantau, sampah muncul lagi dan makin banyak,” jelasnya.

Sementara itu, sejumlah warga yang ditemui di sekitar lokasi mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa saja yang membuang sampah di tempat tersebut. Namun mereka memastikan bahwa hampir setiap hari jumlah sampah di lokasi itu terus bertambah.

Kondisi ini membuat warga merasa jengkel dan khawatir karena selain merusak pemandangan, tumpukan sampah juga berpotensi menimbulkan berbagai persoalan kesehatan.

“Setiap hari sampahnya nambah terus. Lalat sama nyamuk juga banyak. Takutnya nanti jadi sumber penyakit,” kata salah seorang warga.

Selain itu, warga juga mengeluhkan bau busuk yang semakin terasa terutama saat musim kemarau. Bau tidak sedap tersebut kerap tercium hingga mengganggu pengguna jalan yang melintas di sekitar jembatan.

Tak hanya berdampak pada kesehatan, warga juga khawatir jika sampah tersebut terbawa aliran air hujan dan masuk ke sungai di bawah jembatan, yang berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan bahkan memicu penyumbatan aliran air.

Masyarakat berharap pemerintah desa, kecamatan, serta dinas terkait di Kabupaten Sukabumi dapat segera mengambil langkah serius untuk mengatasi persoalan tersebut.

Selain pembersihan rutin, warga juga meminta adanya pengawasan yang lebih ketat serta penindakan terhadap oknum yang kedapatan membuang sampah sembarangan.

Menurut mereka, jika tidak ada tindakan tegas, lokasi tersebut dikhawatirkan akan terus menjadi tempat pembuangan sampah liar yang pada akhirnya merugikan masyarakat dan merusak lingkungan sekitar.

“Kalau tidak ada pengawasan dan tindakan tegas, sampah di situ tidak akan pernah habis. Pasti terus dibuang lagi oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” keluh warga lainnya.

Penulis : Wahid

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek Jalan Rp295 Juta Disorot, Warga Keluhkan Aspal Diduga Tipis dan Mudah Ngeprul, Pelaksana Sebut Pekerjaan Hanya Tiga Hari
Dana Desa 2026 Dipangkas, Kades Selawangi: Banyak Program Pembangunan Terpaksa Tertunda
Kades Cijalingan Apresiasi Malahayati Konsultan Sosialisasi Bahaya Judi Online dan Investasi Ilegal Warganya
PAW Kades Sukaraja Ephar Sayid Abdullah Awali Kepemimpinan dengan Konsolidasi, Camat Sukaraja Dorong Tata Kelola Transparan
Diduga BLT Desa Soleh Dibagikan Tanpa Libatkan BPD, Warga Desak Transparansi dan Pertanyakan Validitas Penerima Manfaat
Bentengi Pesisir dari Abrasi, Bhabinkamtibmas Desa Bungur Bersama Warga Tanam Mangrove Sambut HUT Bhayangkara ke-80″
Skandal Tanah Bengkok Desa Munjul: Diduga Dihibahkan Diam-Diam, Kini Jadi Ladang Bisnis di Atas Aset Desa
Relokasi Warga Terdampak Pergerakan Tanah di Ciengang Mulai Bergerak, 66 Huntap Siap Dibangun
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:24 WIB

Proyek Jalan Rp295 Juta Disorot, Warga Keluhkan Aspal Diduga Tipis dan Mudah Ngeprul, Pelaksana Sebut Pekerjaan Hanya Tiga Hari

Senin, 20 Juli 2026 - 14:07 WIB

Dana Desa 2026 Dipangkas, Kades Selawangi: Banyak Program Pembangunan Terpaksa Tertunda

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:30 WIB

Kades Cijalingan Apresiasi Malahayati Konsultan Sosialisasi Bahaya Judi Online dan Investasi Ilegal Warganya

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:14 WIB

PAW Kades Sukaraja Ephar Sayid Abdullah Awali Kepemimpinan dengan Konsolidasi, Camat Sukaraja Dorong Tata Kelola Transparan

Rabu, 1 Juli 2026 - 02:22 WIB

Diduga BLT Desa Soleh Dibagikan Tanpa Libatkan BPD, Warga Desak Transparansi dan Pertanyakan Validitas Penerima Manfaat

Berita Terbaru