Forum Warga Cibeureum Soroti Dugaan Gagalnya Proyek Air Minum DAK Rp1,4 Miliar, Desak PUTR Sukabumi Tegur dan Blacklist Kontraktor

- Penulis

Senin, 26 Januari 2026 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Sukabumi – Forum Warga Cibeureum Bersatu menggelar audiensi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Sukabumi pada Senin (26/1/2026). Audiensi tersebut dilakukan menyusul dugaan kegagalan proyek perluasan jaringan air minum yang dilaksanakan oleh CV Rileq Konstruksi pada tahun 2025.

Proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai anggaran sebesar Rp1,472 miliar tersebut ditujukan untuk melayani sekitar 300 kepala keluarga (KK) di wilayah Cibeureum. Namun demikian, warga menilai hasil pekerjaan belum sesuai harapan karena masih ditemukan kebocoran di sejumlah titik jaringan pipa.

“Kami mempertanyakan hasil pekerjaan CV Rileq Konstruksi yang hingga kini masih menyisakan kebocoran di beberapa titik. Padahal proyek ini diperuntukkan bagi 300 KK,” ujar ketua Forum Warga Cibeureum Bersatu, Dadang Jhon Hermawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain persoalan teknis, Dadang menyebutkan bahwa audiensi juga dipicu oleh kecemburuan sosial di tengah masyarakat. Pasalnya, dalam satu RW, yakni RW 6, terdapat tiga kegiatan berskala besar dengan nilai anggaran masing-masing sebesar Rp500 juta, Rp600 juta, dan Rp1,5 miliar.

“Kondisi ini memicu kecemburuan sosial. Warga mempertanyakan mengapa kegiatan-kegiatan tersebut hanya dilaksanakan di satu lokus, yaitu RW 6, sementara RW lain di Kelurahan Babakan tidak mendapatkan kegiatan serupa,” tambahnya.

Forum Warga Cibeureum Bersatu juga menuntut agar Dinas PUTR Kota Sukabumi turut bertanggung jawab atas hasil pekerjaan tersebut serta bersikap responsif dalam menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kebocoran jaringan air minum.

READ  Mahasiswa PTNU Jatim Perkuat Sinergi Kebangsaan Lewat Audiensi Strategis dengan Bakesbangpol

“Kami meminta Dinas PUTR tidak lepas tangan dan menegur pihak pelaksana agar segera melakukan perbaikan setiap kali ada laporan dari masyarakat,” tegas Dadang.

Sementara itu, Sekretaris Forum Warga Cibeureum Bersatu, Denny Nurman, mendesak agar CV Rileq Konstruksi dikenai sanksi tegas.

“Kami meminta perusahaan tersebut dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) karena dinilai mengerjakan proyek dengan kualitas yang tidak sesuai standar,” ujarnya singkat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas PUTR Kota Sukabumi, Rinaldi, menyampaikan bahwa persoalan penentuan lokus proyek terjadi akibat adanya miskomunikasi.

“Mereka meminta kejelasan terkait pekerjaan. Mungkin ada miskomunikasi atau ada hal yang belum tersosialisasikan. Secara teknis sebenarnya sudah kami sampaikan,” kata Rinaldi.

Terkait kebocoran jaringan air minum, Rinaldi menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan kendala teknis dan tidak terjadi secara menyeluruh. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kebocoran tersebut masih menjadi tanggung jawab pengelola dan pelaksana proyek.

“Monitoring sudah kami lakukan secara optimal. Jika ada kendala di lapangan seperti kebocoran, pelaksana tetap wajib melakukan pemeliharaan,” sambungnya.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh saran dan masukan dari masyarakat akan ditindaklanjuti sesuai dengan koridor dan ketentuan yang berlaku.

“Dinas PUTR, akan terus merespons setiap keluhan yang disampaikan warga,”tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Rileq Konstruksi menolak untuk diwawancarai

Penulis : Prim RK

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Galih Permana Soroti Transparansi Anggaran Proyek Bina Marga Jabar, Aksi BMI Dikawal Ratusan Aparat Kepolisian
Misteri Proyek Revitalisasi SD Negeri Manggis Rp1 Miliar, Kepala Sekolah Sulit di Konfirmasi, Informasi Publik Seolah Tertutup
Listrik Kerap Padam Tanpa Pemberitahuan, Warga RT 023 Perumahan Kedungwaringin Bekasi Keluhkan Terganggunya Aktivitas dan Pasokan Air Bersih
Desy Ratnasari Gandeng Puslitkoka Tingkatkan Kapasitas Petani Kopi di Gegerbitung
Tarif Parkir RS DKH Cibadak Dikeluhkan Pengunjung, Diminta Dievaluasi Demi Meringankan Beban Keluarga Pasien
Usai Pemberitaan Proyek Jadi Sorotan, Pelaksana CV Arrahmah Hubungi Awak Media Minta Klarifikasi: Bos dan Kadis Sudah Menelepon Saya
Diduga Dikerjakan Terburu-buru, Proyek Pemeliharaan Jalan Cicareuh–Bumisari di Bantargadung Tuai Sorotan Warga
Dedi Mulyadi Umumkan Sayembara Rp5–50 Juta untuk Warga yang Bantu Lumpuhkan Pelaku Kejahatan Jalanan di Jabar
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:03 WIB

Galih Permana Soroti Transparansi Anggaran Proyek Bina Marga Jabar, Aksi BMI Dikawal Ratusan Aparat Kepolisian

Senin, 3 Agustus 2026 - 04:55 WIB

Misteri Proyek Revitalisasi SD Negeri Manggis Rp1 Miliar, Kepala Sekolah Sulit di Konfirmasi, Informasi Publik Seolah Tertutup

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:56 WIB

Listrik Kerap Padam Tanpa Pemberitahuan, Warga RT 023 Perumahan Kedungwaringin Bekasi Keluhkan Terganggunya Aktivitas dan Pasokan Air Bersih

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:11 WIB

Desy Ratnasari Gandeng Puslitkoka Tingkatkan Kapasitas Petani Kopi di Gegerbitung

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:43 WIB

Tarif Parkir RS DKH Cibadak Dikeluhkan Pengunjung, Diminta Dievaluasi Demi Meringankan Beban Keluarga Pasien

Berita Terbaru