Dugaan Mafia Pungli di Portal Jayanti: Saling Lempar Tanggung Jawab Antara Setoran dan Hilangnya Akuntabilitas

- Penulis

Minggu, 24 Agustus 2025 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Cianjur – Aroma dugaan praktik pungutan liar (pungli) kembali menyeruak dari kawasan Pantai Jayanti, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur. Portal masuk menuju objek wisata ini kembali disorot publik karena diduga dijadikan ladang bisnis haram oknum tertentu dengan dalih retribusi.

Nama Aan Gunawan, staf di Pengadministrasian Pelabuhan dan Perikanan Cabang (PPC UPTD Cilaut Ereun), ikut terseret dalam pusaran isu tersebut. Kepada wartawan, Aan mengaku bahwa uang hasil pungutan portal bukanlah untuk dirinya, melainkan langsung diserahkan kepada Pak Doni, pejabat di lingkungan UPTD.

“Saya tidak pernah mengambil uang itu, semua saya serahkan ke Pak Doni aja di UPTD Cilaut Ereun. Saya disini hanya mengambil setelah terkumpulnya setiap hari,” ujar Aan saat ditemui wartawan pada sabtu (23/8/2025)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, pernyataan tersebut masih meninggalkan tanda tanya besar. Pasalnya, Aan tidak mampu menunjukkan bukti formal berupa data setoran resmi ke Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jika memang uang tersebut benar disetor, seharusnya ada mekanisme transparan dan dokumen pertanggungjawaban yang bisa diverifikasi publik.

Sebaliknya, laporan dari masyarakat sekitar justru menyebutkan adanya dugaan pungli terstruktur yang tidak masuk ke kas daerah. Perbedaan keterangan antara pihak lapangan dan kenyataan di masyarakat menambah keruh persoalan ini.

Lebih miris lagi, saat dikonfirmasi, Aan Gunawan justru melakukan tindakan tidak pantas dengan memberikan uang senilai Rp600 ribu kepada wartawan. Uang itu diberikan dengan maksud agar wartawan tidak memperpanjang persoalan. Padahal, kedatangan wartawan sejatinya bertujuan untuk meminta klarifikasi, data, dan keterangan resmi terkait arus keuangan dari portal masuk Jayanti.

READ  SPPG Dapur Berkah Yayasan Merah Putih Sukabumi Di Desa Cireunghas Gelar Tasyakuran Dalam Rangka Persiapan Launching

Praktik ini menimbulkan kesan bahwa ada upaya sistematis untuk menutup-nutupi persoalan. Jika benar terjadi, bukan hanya dugaan pungli yang mencuat, tetapi juga dugaan adanya mafia retribusi yang beroperasi di balik nama institusi pemerintah.

Publik pun mendesak agar kasus ini tidak dipandang sebelah mata. Pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan serta aparat penegak hukum, harus turun tangan serius. Sebab, uang pungutan di portal masuk Pantai Jayanti semestinya menjadi pemasukan sah untuk daerah, bukan dijadikan “lahan surga” bagi oknum yang mencari keuntungan pribadi.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi tata kelola wisata berbasis daerah. Tanpa transparansi dan pengawasan ketat, portal masuk justru berubah menjadi pintu kebocoran PAD. Lebih jauh lagi, praktik suap terhadap wartawan adalah bentuk pembungkaman terhadap kebebasan pers, yang seharusnya dijunjung tinggi dalam negara demokrasi.

Masyarakat Cianjur kini menanti: apakah aparat berani menindak tuntas dugaan pungli di Pantai Jayanti, atau justru membiarkannya terus menjadi sarang basah yang menguntungkan segelintir orang.

Catatan Redaksi: temuan kasus ini akan terus dikawal sampai pemerintah pusat, dan akan investigasi lebih dalam kemana masuknya uang tersebut dan siapa saja oknum yang bermain. Kepada para pihak Redaksi SUARARAKYAT memberikan ruang untuk klarifikasi. Dengan catatan bukti yang konkret sesuai data dan fakta

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pak KDM Usai Berita di Media Mencuat Papan Proyek Hilang, Lokasi Diduga Berbeda, Aspal Disorot Warga: Ada Apa dengan Proyek Jalan Rp1,33 Miliar di Sukabumi?
Diduga Minim Material dan Data Proyek Dipertanyakan, Pekerjaan Jalan Leuwiliang–Bojong Tipar Senilai Rp1,33 Miliar Jadi Sorotan Warga
Usai Pemberitaan Proyek Jadi Sorotan, Pelaksana CV Arrahmah Hubungi Awak Media Minta Klarifikasi: Bos dan Kadis Sudah Menelepon Saya
Diduga Dikerjakan Terburu-buru, Proyek Pemeliharaan Jalan Cicareuh–Bumisari di Bantargadung Tuai Sorotan Warga
Dedi Mulyadi Umumkan Sayembara Rp5–50 Juta untuk Warga yang Bantu Lumpuhkan Pelaku Kejahatan Jalanan di Jabar
Patungan Bangun Jalan Demi Keselamatan, Warga Bojongsaru Pertanyakan Keseriusan Pemkab Sukabumi dalam Pemerataan Infrastruktur
Yudha Sukmagara: KNPI Harus Jadi Motor Perubahan, Bukan Sekadar Organisasi Proposal
DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai Cikaramat, Hasil Uji Laboratorium Jadi Penentu
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 04:09 WIB

Pak KDM Usai Berita di Media Mencuat Papan Proyek Hilang, Lokasi Diduga Berbeda, Aspal Disorot Warga: Ada Apa dengan Proyek Jalan Rp1,33 Miliar di Sukabumi?

Senin, 27 Juli 2026 - 13:34 WIB

Diduga Minim Material dan Data Proyek Dipertanyakan, Pekerjaan Jalan Leuwiliang–Bojong Tipar Senilai Rp1,33 Miliar Jadi Sorotan Warga

Senin, 27 Juli 2026 - 00:34 WIB

Usai Pemberitaan Proyek Jadi Sorotan, Pelaksana CV Arrahmah Hubungi Awak Media Minta Klarifikasi: Bos dan Kadis Sudah Menelepon Saya

Minggu, 26 Juli 2026 - 05:14 WIB

Diduga Dikerjakan Terburu-buru, Proyek Pemeliharaan Jalan Cicareuh–Bumisari di Bantargadung Tuai Sorotan Warga

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:56 WIB

Dedi Mulyadi Umumkan Sayembara Rp5–50 Juta untuk Warga yang Bantu Lumpuhkan Pelaku Kejahatan Jalanan di Jabar

Berita Terbaru