SUARARAKYAT.info||Karawang — Setiap bulan Agustus, Indonesia berubah menjadi panggung pesta rakyat. Jalan-jalan kampung dihiasi umbul-umbul warna-warni, deretan bendera merah putih berkibar gagah di depan rumah, dan suara tawa berpadu dengan dentuman musik dangdut dari pengeras suara. Anak-anak berlomba-lomba makan kerupuk dengan mulut ternganga, ibu-ibu adu cepat membawa kelereng di sendok, sementara bapak-bapak mengadu tenaga di lomba tarik tambang. Itulah ciri khas yang selalu membuat perayaan HUT Kemerdekaan RI terasa meriah dan penuh kebersamaan.rabu (13/8/2025)
Di RW Lubang Sari, Kelurahan Karawang Wetan, semangat itu sudah terasa sejak sore menjelang. Langit oranye keemasan menaungi warga yang tengah sibuk: pemuda memasang bendera di setiap sudut gang, anak-anak berlatih lari karung sambil tertawa, dan aroma tanah basah sisa hujan menyatu dengan hiruk pikuk persiapan.
Di tengah suasana itu, Kang Dedi Iskandar (KDI) CEO Karawang Bicara hadir bukan sebagai tamu kehormatan atau pejabat yang memberi pidato formal, melainkan sebagai warga yang ingin benar-benar ikut membangun suasana. Dengan senyum tulus, ia menyapa warga satu per satu, menepuk bahu panitia, dan memastikan setiap detail acara tertata rapi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi KDI, HUT RI ke-80 adalah lebih dari sekadar ajang hiburan. Ia menyebutnya sebagai “hari janji” janji untuk menjaga kemerdekaan, merawat persatuan, dan menyalakan kembali api cinta tanah air di hati masyarakat.
“Kemerdekaan adalah hadiah terindah dari para pejuang. Tugas kita adalah menjaganya, merayakannya, dan mewariskannya. Besok, saya ingin Lubang Sari menjadi panggung persaudaraan,” ucapnya penuh semangat.
KDI mengeluarkan dana pribadi untuk menggelar beragam lomba — dari panjat pinang, jalan santai, hingga turnamen sepak bola. Namun ada nilai tambah yang ia sematkan: konsep ramah lingkungan. Tak ada plastik sekali pakai, tersedia tempat sampah terpilah, dan warga diajak menjaga kebersihan selama acara.

Besok, Lubang Sari akan menjadi lautan tawa dan sorak-sorai. Anak-anak berlari dengan kaki terikat, bapak-bapak memanjat tiang licin demi bendera, ibu-ibu bersorak sambil membagikan minuman segar. Dan di balik semua itu, KDI ingin menyampaikan pesan sederhana namun bermakna: merdeka adalah saat rakyat hidup rukun, alam tetap lestari, dan semangat kebangsaan berkobar di setiap dada.
Warga Karawang Timur pun sudah menanti. Semua ingin melihat bagaimana seorang KDI tokoh yang tak sekadar berbicara soal nasionalisme, tapi membuktikannya lewat aksi nyata menghidupkan kemeriahan HUT RI ke-80 di kampung mereka.
Kontributor: Opik














