Setelah Bulan-Bulan Penuh Trauma di Dubai, Yulianti Akhirnya Kembali ke Tanah Air

- Penulis

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT || SUKABUMI — Akhirnya Penantian panjang keluarga Yulianti (40), pekerja migran Indonesia (PMI) asal Desa Gandasoli, Kabupaten Sukabumi, berakhir. Setelah berbulan-bulan terjebak di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), dan mengalami trauma akibat dampak konflik geopolitik di Timur Tengah, ibu tiga anak itu akhirnya menginjakkan kaki di Tanah Air pada Kamis, (30/07/2026).

Suasana haru menyelimuti Lounge Kedatangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta ketika Yulianti bertemu kembali dengan suami dan keluarganya yang telah menanti sejak siang. Kepulangannya menutup perjuangan panjang yang tidak hanya diwarnai cedera fisik, tetapi juga tekanan psikologis akibat situasi perang yang membayangi tempat ia bekerja.

Yulianti mengalami kecelakaan di rumah majikannya setelah panik mendengar ledakan rudal ketika konflik antara Amerika Serikat dan Iran memanas pada Mei 2026. Insiden itu membuatnya mengalami cedera sekaligus trauma mendalam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setibanya di Indonesia, Yulianti langsung mendapat pendampingan dari petugas Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) sebelum dipertemukan dengan keluarganya.

“Jadwal kepulangannya menggunakan pesawat QR 9651 dan tiba sekitar pukul 15.35 WIB,” kata Petugas Lounge KP2MI Bandara Soekarno-Hatta, Agus Setiawan.

Agus menjelaskan, proses pemulangan Yulianti baru berjalan setelah suaminya, Firman, melaporkan kasus tersebut kepada Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri pada pertengahan Juli 2026. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh KJRI Dubai melalui pendampingan dan mediasi dengan pihak agensi serta majikan.

Namun, upaya tersebut tidak berlangsung mulus. Agensi disebut sempat menolak kepulangan Yulianti sebelum ia mencari pekerja pengganti. Selama bekerja di Dubai, Yulianti juga tercatat telah berpindah majikan hingga empat kali.

“Proses mediasi berlangsung cukup lama karena pihak agensi meminta adanya pengganti pekerja sebelum Yulianti dipulangkan,” ujar Agus.

READ  Prof Sutan Nasomal Bongkar Dugaan Kebocoran Ribuan Triliyun dari Pertambangan dan Dampaknya Kerusakan Alam

Di balik kepulangan itu, terungkap dugaan persoalan yang lebih serius. Agus menyebut keberangkatan Yulianti ke Dubai pada September 2025 diduga tidak melalui mekanisme resmi. Padahal, pemerintah Indonesia masih memberlakukan moratorium penempatan pekerja migran sektor domestik ke negara-negara Timur Tengah sejak 2015.

“Penempatan pekerja ke negara-negara Timur Tengah masih dimoratorium hingga sekarang,” katanya.

Fakta tersebut memunculkan pertanyaan mengenai masih adanya praktik pengiriman pekerja migran ke negara-negara yang sebenarnya tertutup bagi penempatan tenaga kerja domestik asal Indonesia.

Pembina Rumah Sahabat Ibu dan Anak (Rusaida), Yuyu Marliah, yang sejak awal mendampingi kasus Yulianti sebagai korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), menyambut kepulangan itu dengan rasa syukur. Momen tersebut bahkan bertepatan dengan peringatan Hari Anti Perdagangan Orang Sedunia.

Yuyu menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi yang terlibat dalam proses penyelamatan dan pemulangan Yulianti, mulai dari Kementerian P2MI, Kementerian Luar Negeri, BP3MI, Pusat Layanan Pekerja Migran Sukabumi, hingga Polres Sukabumi.

Meski demikian, menurutnya, kepulangan Yulianti bukanlah akhir dari persoalan. Pemulihan psikososial dinilai menjadi kebutuhan mendesak mengingat trauma yang dialaminya akibat konflik bersenjata di Timur Tengah.

“Kami berharap pemerintah memberikan pendampingan psikososial karena Yulianti mengalami trauma berat akibat konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat. Ledakan-ledakan yang terjadi membuatnya mengalami kecelakaan, cedera, dan tekanan mental yang serius,” ujar Yuyu.

Selain pemulihan mental, ia menilai pemerintah juga perlu memastikan Yulianti memperoleh pemberdayaan ekonomi agar dapat kembali menjalani kehidupan secara mandiri bersama keluarganya.

“Reintegrasi sosial harus dibarengi dengan pemberdayaan ekonomi sesuai potensi yang dimiliki keluarga. Jika memiliki potensi di bidang pertanian, maka harus didorong agar bisa menjadi sumber penghidupan yang berkelanju

Penulis : Prima RK

Editor : Redaksi

Sumber Berita: SUARARAKYAT.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tepis Isu Pungutan Rp1 Juta per Hektare, Wali Kuala Selat Tegaskan Program Mangrove M4CR Dibiayai Bank Dunia dan Siap Diluncurkan Agustus 2026
Penyidik Tipikor Geledah 13 Ruangan Kantor Sekretariat DPR Papua Barat Daya, Buru Dokumen Dugaan Korupsi Rp6,5 Miliar
Kolaborasi IPDN-Komisi II DPR RI Perkuat UMKM Sukabumi, Hergun Tekankan Akses Modal
BREAKING NEWS, Kantor DPRD Papua Barat Daya Digeledah, Tim Tipikor Periksa Sejumlah Ruangan
Heri Gunawan Desak Evaluasi Total MBG, Soroti Lemahnya Pengawasan Usai Dugaan Susu Kedaluwarsa Di SPPG Cibadak 02
BMPBB: Gagalkan Penyelundupan 15 Ton Timah Dugaan Ilegal, Desak Aparat Kejar Bandar Dan Jebolan Jaringan Lama Di PangkalBalam
Kebal Jabatan atau Kebal Hukum? Dugaan Mafia Tanah dan Hambatan Penegakan Hukum di Sumut Diadukan ke Sejumlah Lembaga Negara
Hari Mangrove Sedunia 2026 Kapolres Kepulauan Meranti Tegaskan Pelestarian Lingkungan Tanggung Jawab Bersama.
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:47 WIB

Tepis Isu Pungutan Rp1 Juta per Hektare, Wali Kuala Selat Tegaskan Program Mangrove M4CR Dibiayai Bank Dunia dan Siap Diluncurkan Agustus 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:29 WIB

Setelah Bulan-Bulan Penuh Trauma di Dubai, Yulianti Akhirnya Kembali ke Tanah Air

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:36 WIB

Penyidik Tipikor Geledah 13 Ruangan Kantor Sekretariat DPR Papua Barat Daya, Buru Dokumen Dugaan Korupsi Rp6,5 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:52 WIB

Kolaborasi IPDN-Komisi II DPR RI Perkuat UMKM Sukabumi, Hergun Tekankan Akses Modal

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:48 WIB

BREAKING NEWS, Kantor DPRD Papua Barat Daya Digeledah, Tim Tipikor Periksa Sejumlah Ruangan

Berita Terbaru