Kolaborasi IPDN-Komisi II DPR RI Perkuat UMKM Sukabumi, Hergun Tekankan Akses Modal

- Penulis

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT || SUKABUMI — Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) melalui Fakultas Manajemen Pemerintahan berkolaborasi dengan Komisi II DPR RI menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di salah satu hotel di Kota Sukabumi, Kamis (30/7/2026).

Mengusung tema “Transformasi Pemasaran Digital untuk Pengembangan UMKM Berdaya Saing Global dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat”, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memperluas daya saing di era digital.

Dekan Fakultas Manajemen Pemerintahan IPDN, Dr. Sri Hartati, mengatakan kegiatan itu merupakan implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, setiap tahun IPDN menerjunkan dosen bersama praja untuk menjalankan berbagai program pemberdayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.

“Sebagai perguruan tinggi, kami memiliki kewajiban melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi, salah satunya melalui pengabdian kepada masyarakat,” ujar Sri.

Ia menjelaskan, kolaborasi dengan anggota Komisi II DPR RI di Kota Sukabumi menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan UMKM dalam menghadapi tantangan globalisasi dan transformasi digital.

“Melalui tema transformasi digital ini, kami berharap dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan daya saing usahanya sehingga mampu berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif,” katanya.

Sri menuturkan, Kota Sukabumi merupakan salah satu daerah yang dipilih dalam pelaksanaan program kolaborasi pengabdian masyarakat IPDN bersama anggota Komisi II DPR RI. Dari 14 anggota Komisi II yang terlibat, kegiatan serupa dilaksanakan di sejumlah wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Sumatra.

“Program ini memang belum menjangkau seluruh provinsi di Indonesia. Ke depan kami berharap cakupannya dapat semakin luas,” ujarnya.

Menurut Sri, IPDN berkomitmen memperluas jangkauan pengabdian kepada masyarakat melalui sinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga. Dengan kolaborasi yang lebih luas, program pemberdayaan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat serta memberikan manfaat yang lebih besar.

“Kami ingin semakin banyak kelompok masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari program-program pemberdayaan yang kami lakukan,” ucapnya.

Ia menambahkan, Fakultas Manajemen Pemerintahan IPDN telah menyusun roadmap pengabdian kepada masyarakat berdasarkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah. Untuk Kota Sukabumi, fokus program diarahkan pada penguatan kapasitas UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital sebagai strategi memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

Tak hanya di tingkat nasional, IPDN juga mengembangkan program pengabdian masyarakat melalui kerja sama internasional. Sejumlah kemitraan telah terjalin dengan Suan Sunandha Rajabhat University (Thailand), Universitas Kebangsaan Malaysia, dan Universiti Utara Malaysia.

READ  Jurnalis Diancam, Demokrasi Terluka: Prof Sutan Nasomal Desak Presiden Bertindak atas Arogansi Elit DPR Ketika Anggota DPR RI Diduga Halangi Kebebasan PERS

“Melalui jejaring internasional tersebut, kami berharap pengalaman dan inovasi yang diperoleh dapat memperkaya program pemberdayaan masyarakat di Indonesia, termasuk bagi pelaku UMKM di Kota Sukabumi,” tuturnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPR RI Heri Gunawan menekankan pentingnya penguatan organisasi kemasyarakatan (ormas) melalui pemberdayaan ekonomi serta perluasan akses permodalan bagi pelaku UMKM.

Hal itu disampaikan Heri usai menghadiri dua agenda strategis di Sukabumi pada hari yang sama. Agenda pertama merupakan kegiatan bersama Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri yang berfokus pada pemberdayaan ormas untuk mengembangkan potensi UMKM lokal.

Sementara agenda kedua merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan bersama IPDN.

Menurut Heri, Sukabumi memiliki potensi besar dalam mengembangkan ekonomi berbasis organisasi kemasyarakatan. Berdasarkan data yang dimilikinya, terdapat sekitar 666 ormas di Kabupaten Sukabumi dan 249 ormas di Kota Sukabumi.

“Potensi UMKM yang dimiliki ormas perlu terus diberdayakan. Dengan begitu, organisasi dapat tumbuh secara positif sekaligus menjadi motor penggerak perekonomian daerah,” ujar politisi yang akrab disapa Hergun itu.

Terkait kegiatan pengabdian masyarakat bersama IPDN, Hergun menilai konsep tersebut memiliki kesamaan dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) maupun Corporate Social Responsibility (CSR) perguruan tinggi karena berorientasi pada pemberdayaan masyarakat secara langsung, termasuk komunitas wartawan dan organisasi pendukungnya.

Namun demikian, ia memberikan catatan bahwa tantangan utama yang dihadapi pelaku UMKM maupun insan media saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memanfaatkan teknologi digital, melainkan juga kemudahan memperoleh akses pembiayaan usaha.

“Peserta yang hadir sebenarnya sudah cukup akrab dengan dunia digital. Yang lebih dibutuhkan saat ini adalah bagaimana membuka akses permodalan agar usaha mereka bisa berkembang lebih cepat,” tegasnya.

Hergun berharap kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan DPR RI tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata, tetapi mampu melahirkan program yang mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

“Pengembangan unit usaha yang mandiri diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas organisasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota maupun Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.

Penulis : Prima RK

Editor : Redaksi

Sumber Berita: SUARARAKYAT.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Heri Gunawan Desak Evaluasi Total MBG, Soroti Lemahnya Pengawasan Usai Dugaan Susu Kedaluwarsa Di SPPG Cibadak 02
BMPBB: Gagalkan Penyelundupan 15 Ton Timah Dugaan Ilegal, Desak Aparat Kejar Bandar Dan Jebolan Jaringan Lama Di PangkalBalam
Kebal Jabatan atau Kebal Hukum? Dugaan Mafia Tanah dan Hambatan Penegakan Hukum di Sumut Diadukan ke Sejumlah Lembaga Negara
Hari Mangrove Sedunia 2026 Kapolres Kepulauan Meranti Tegaskan Pelestarian Lingkungan Tanggung Jawab Bersama.
Ratusan Dapur MBG Ditutup Permanen, BGN Tegas: Pelanggaran Higienitas dan Keracunan Tak Bisa Ditoleransi
Buka Rakernis Intelkam 2026, Kapolda Papua Barat Daya: Intelijen adalah Mata dan Telinga Kesatuan
Sorotan Publik Menguat, Penahanan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dinilai Harus Menjunjung Asas Kesetaraan di Hadapan Hukum
Diduga Serang Kehormatan Melalui Komentar TikTok, ATHIA Layangkan Ultimatum 1×24 Jam: Buktikan Tuduhan atau Klarifikasi Secara Terbuka
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:52 WIB

Kolaborasi IPDN-Komisi II DPR RI Perkuat UMKM Sukabumi, Hergun Tekankan Akses Modal

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:33 WIB

Heri Gunawan Desak Evaluasi Total MBG, Soroti Lemahnya Pengawasan Usai Dugaan Susu Kedaluwarsa Di SPPG Cibadak 02

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:11 WIB

BMPBB: Gagalkan Penyelundupan 15 Ton Timah Dugaan Ilegal, Desak Aparat Kejar Bandar Dan Jebolan Jaringan Lama Di PangkalBalam

Kamis, 30 Juli 2026 - 02:33 WIB

Kebal Jabatan atau Kebal Hukum? Dugaan Mafia Tanah dan Hambatan Penegakan Hukum di Sumut Diadukan ke Sejumlah Lembaga Negara

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:42 WIB

Hari Mangrove Sedunia 2026 Kapolres Kepulauan Meranti Tegaskan Pelestarian Lingkungan Tanggung Jawab Bersama.

Berita Terbaru