SUARARAKYAT.info || Tanggerang- Suasana khidmat dan penuh makna menyelimuti kegiatan rohani yang diselenggarakan oleh Rumah Doa GAKORPAN Milkha Indonesia yang berlokasi di Jalan Cirendeu Indah IV No.30, depan SPBU AB, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, pada Jumat (03/04/2026). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi iman sekaligus penguatan nilai kemanusiaan dalam rangka memperingati Kamis Putih dan Jumat Agung.
Dipimpin oleh Ketua DPP GAKORPAN, Dr. Bernard BBBBI Siagian, SH., M.Akp., bersama jajaran aktivis dan rohaniawan seperti Pdt. Bunda Cici Milkha, Eddy, Cindy, Freddy, Iwan, John, Dewi, Marcel, Gerungan, hingga Supri, acara ini diikuti oleh sekitar 100 peserta yang turut larut dalam suasana doa, refleksi, dan perenungan mendalam.
Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi “hening 100 lilin” yang menjadi simbol doa dan harapan, dilanjutkan dengan perenungan kisah sengsara Yesus Kristus—mulai dari penderitaan hingga wafat di kayu salib di Bukit Golgota, yang dikenal sebagai Bukit Tengkorak. Momentum ini menjadi pengingat akan pengorbanan Sang Mesias dalam menebus dosa umat manusia serta memberikan jalan menuju kehidupan kekal bagi setiap yang percaya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada malam Kamis Putih (02/04/2026), dilaksanakan pula ritual sakral pencucian kaki 12 murid yang sarat akan makna kerendahan hati, pelayanan, dan kasih tanpa syarat. Prosesi ini tidak sekadar simbolik, tetapi menjadi pesan moral agar setiap individu mampu mengampuni, merendahkan diri, serta menyerahkan hidup sepenuhnya kepada kehendak Tuhan.
Puncak kegiatan berlangsung pada Jumat Agung (03/04/2026) pukul 15.00 WIB, saat para peserta mengikuti peringatan wafatnya Yesus Kristus dengan penuh kekhusyukan. Dalam suasana yang tenang dan kondusif, peserta diajak untuk merenungi makna pengorbanan, penebusan dosa, serta pentingnya iman yang teguh dalam menghadapi dinamika kehidupan.
Tidak hanya berfokus pada kegiatan spiritual, Rumah Doa GAKORPAN juga menunjukkan kepedulian sosial melalui aksi nyata. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan santunan kepada anak yatim, pengamen jalanan, serta pemulung di sekitar wilayah Cirendeu. Para aktivis juga melakukan silaturahmi dari rumah ke rumah sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu.
Dr. Bernard menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya seremoni keagamaan, tetapi juga bentuk nyata implementasi nilai kasih dalam kehidupan sosial. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan rasa solidaritas dan kepedulian di tengah berbagai tantangan global dan nasional.
“Momentum Kamis Putih dan Jumat Agung ini menjadi pengingat bahwa kasih dan pengorbanan adalah fondasi utama kehidupan. Kita diajak untuk rendah hati, mengampuni, serta peduli terhadap sesama, khususnya mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Dalam refleksi yang lebih luas, kegiatan ini juga diwarnai dengan doa bersama untuk bangsa dan negara, termasuk mendoakan Presiden Prabowo Subianto agar senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam memimpin Indonesia menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045.
Selain itu, disampaikan pula harapan agar bangsa Indonesia tetap kuat menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari gejolak ekonomi, ancaman geopolitik, hingga krisis kemanusiaan dan lingkungan yang terus berkembang di dunia internasional.
Melalui perayaan sederhana namun penuh makna ini, Rumah Doa GAKORPAN Milkha Indonesia ingin menegaskan bahwa nilai-nilai iman harus diwujudkan dalam tindakan nyata mengasihi sesama, menjaga persatuan bangsa, serta membangun kehidupan yang lebih adil, damai, dan sejahtera.
Mengakhiri kegiatan, seluruh peserta menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Kamis Putih dan Jumat Agung, dengan harapan kasih Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah kehidupan umat manusia.
“Tuhan memberkati kita sekalian. Amin.”
Penulis : Dr Bernard
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info














