SUARARAKYAT.info||Sukabumi – Upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional kembali diwujudkan melalui program bantuan bibit padi unggul kepada kelompok tani. Pada Jumat (19/9/2025), Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat bersama Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menyerahkan bantuan bibit padi varietas Inpago 13 Fortiz kepada kelompok tani di Kecamatan Cikembar.
Kegiatan ini dipusatkan di Aula Kantor BPP Kecamatan Cikembar dan berlangsung penuh antusiasme. Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, unsur Muspika Kecamatan Cikembar, Kepala BPP Kecamatan Cikembar, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kecamatan Cikembar, unsur pemerintah desa, serta perwakilan pengurus kelompok tani penerima manfaat dan penerima program.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Rafi, staf Bidang Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, kepada sejumlah ketua kelompok tani. Dalam sambutannya, Rafi menyampaikan bahwa bibit unggul varietas Inpago 13 Fortiz diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas hasil panen padi para petani.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami berharap bibit padi Inpago 13 Fortiz yang dibagikan ini dapat dikembangkan oleh kelompok tani, sehingga mampu meningkatkan hasil panen, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Hal ini tentunya akan mendorong pertumbuhan ekonomi petani serta memperkuat program nasional dalam mewujudkan ketahanan pangan,” ujar Rafi.
Ia juga menegaskan agar kelompok tani penerima manfaat dapat memanfaatkan bantuan ini secara maksimal, menjaga keberlanjutan budidaya, serta memperluas manfaat bagi seluruh anggota kelompok.
Sementara itu, Muhammad Ali, Kepala BPP Kecamatan Cikembar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih mewakili para petani penerima manfaat.
“Kami berterima kasih kepada Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi atas dukungan nyata kepada kelompok tani di Kecamatan Cikembar. Bantuan bibit ini sangat berarti dalam mendorong peningkatan hasil pertanian. Kami juga mengimbau agar kelompok tani selalu menjalin komunikasi dan koordinasi dengan PPL di masing-masing desa, sehingga bibit unggul ini benar-benar dapat menghasilkan panen yang optimal,” tegasnya.
Kehadiran bibit unggul varietas Inpago 13 Fortiz dinilai menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ketahanan pangan di daerah sekaligus menekan risiko gagal panen akibat kualitas benih yang rendah. Dengan dukungan bibit unggul, diharapkan produktivitas pertanian di Kecamatan Cikembar semakin meningkat, sehingga para petani tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan lokal, tetapi juga berkontribusi terhadap swasembada pangan nasional.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum kebersamaan antara pemerintah, penyuluh, dan petani dalam mengawal program pertanian yang berkelanjutan. Antusiasme para kelompok tani yang hadir menunjukkan besarnya harapan terhadap peningkatan kesejahteraan mereka melalui pemanfaatan bibit unggul ini.
(Iim k)














