Banjir Limpahan Proyek Tol Bocimi Rendam Sawah Warga di Nagrak, Suara Protes Warga Menguat

- Penulis

Jumat, 24 April 2026 - 02:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || SUKABUMI – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Nagrak pada Kamis (23/4/2026) memicu banjir limpahan dari aliran Sungai Cicampedak yang diduga kuat berkaitan dengan aktivitas proyek pembangunan Tol Bocimi. Akibatnya, puluhan hektare sawah dan ladang milik warga di Kampung Cicangkore RT 005/004, Blok Cicampedak, Desa Cisarua, terendam air bercampur lumpur.

Banjir datang secara tiba-tiba setelah debit air sungai meningkat drastis dan meluap ke area pertanian warga. Air berwarna cokelat pekat membawa material tanah dan lumpur yang diduga berasal dari area proyek, menutup lahan pertanian yang baru saja ditanami. Warga menyebut kejadian ini bukan yang pertama, namun kali ini menjadi yang terparah.

“Air datang deras sekali, bukan hanya dari hujan, tapi seperti ada kiriman dari atas. Sawah kami habis tertutup lumpur, gagal panen sudah pasti,” ujar salah satu warga dengan nada geram.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut penuturan warga, sejak adanya proyek Tol Bocimi di sekitar wilayah tersebut, pola aliran air berubah drastis. Saluran air yang sebelumnya mampu menampung debit hujan kini tidak lagi berfungsi optimal. Bahkan, beberapa titik diduga mengalami penyempitan akibat aktivitas alat berat dan timbunan tanah.

READ  Cipanas Terancam Panas: Proyek Geothermal Gunung Putri Ditolak Warga dan Aktivis Lingkungan

“Kami tidak anti pembangunan, tapi jangan sampai rakyat kecil jadi korban. Ini sawah satu-satunya sumber hidup kami. Kalau terus begini, kami mau makan apa?” tegas warga lainnya.

Kondisi ini menimbulkan keresahan yang mendalam di tengah masyarakat. Selain kerugian materiil akibat rusaknya tanaman, warga juga khawatir banjir susulan akan kembali terjadi jika tidak ada penanganan serius dari pihak terkait.

Sejumlah warga mendesak pemerintah daerah dan pihak pengelola proyek untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase dan dampak lingkungan proyek. Mereka juga meminta adanya ganti rugi yang layak atas kerusakan lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan mereka.

“Kami minta jangan hanya datang saat survei saja, tapi benar-benar bertanggung jawab. Kalau proyek ini terus merusak, lebih baik dihentikan sementara sampai ada solusi,” ucap warga dengan nada tegas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pelaksana proyek Tol Bocimi maupun instansi terkait. Warga berharap kejadian ini menjadi perhatian serius sebelum dampak yang lebih besar kembali terjadi di kemudian hari.

Penulis : HS/Tim

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menu MBG di SDN Pasirwalang Disorot Wali Murid, Makanan Terlambat hingga Anak Memilih Pulang
Korcam PKH Pakenjeng Imbau KPM Hentikan Judi Online, Waspadai Penyalahgunaan NIK Dan Nomor HP
PDAM Tirta Jaya Mandiri Bangun Tapping Point di Parungkuda, Pelayanan Air Bersih Ditingkatkan
Tanggapan Perumda Tirta Jaya Mandiri Atas Aksi Unjuk Rasa Forum Mahasiswa Perubahan Sukabumi
Galih Permana Soroti Transparansi Anggaran Proyek Bina Marga Jabar, Aksi BMI Dikawal Ratusan Aparat Kepolisian
Misteri Proyek Revitalisasi SD Negeri Manggis Rp1 Miliar, Kepala Sekolah Sulit di Konfirmasi, Informasi Publik Seolah Tertutup
Listrik Kerap Padam Tanpa Pemberitahuan, Warga RT 023 Perumahan Kedungwaringin Bekasi Keluhkan Terganggunya Aktivitas dan Pasokan Air Bersih
Desy Ratnasari Gandeng Puslitkoka Tingkatkan Kapasitas Petani Kopi di Gegerbitung
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:44 WIB

Menu MBG di SDN Pasirwalang Disorot Wali Murid, Makanan Terlambat hingga Anak Memilih Pulang

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Korcam PKH Pakenjeng Imbau KPM Hentikan Judi Online, Waspadai Penyalahgunaan NIK Dan Nomor HP

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:09 WIB

PDAM Tirta Jaya Mandiri Bangun Tapping Point di Parungkuda, Pelayanan Air Bersih Ditingkatkan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:05 WIB

Tanggapan Perumda Tirta Jaya Mandiri Atas Aksi Unjuk Rasa Forum Mahasiswa Perubahan Sukabumi

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:03 WIB

Galih Permana Soroti Transparansi Anggaran Proyek Bina Marga Jabar, Aksi BMI Dikawal Ratusan Aparat Kepolisian

Berita Terbaru