Gelap Berkepanjangan di Jalur Parungkuda–Pakuwon, Warga Desak Perbaikan PJU dan Tambahan Lampu Baru

- Penulis

Jumat, 24 April 2026 - 02:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || SUKABUMI – Kondisi memprihatinkan terjadi di ruas Jalan Parungkuda–Pakuwon, Kabupaten Sukabumi. Sejumlah lampu penerangan jalan umum (PJU) dilaporkan padam selama berbulan-bulan, bahkan di beberapa titik rawan belum tersedia fasilitas penerangan sama sekali. Situasi ini memicu keresahan di kalangan masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang melintas pada malam hari.

Pantauan di lapangan menunjukkan sedikitnya lima titik PJU tidak berfungsi, mulai dari pertigaan Batu Kacapi di Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, hingga kawasan Gapura Pamatutan di Jalan Raya Pakuwon. Akibatnya, ruas jalan yang dikenal cukup ramai itu berubah menjadi gelap gulita saat malam, meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan potensi tindak kriminal.

Ujang (34), salah satu pengguna jalan, mengungkapkan kekhawatirannya saat melintas di jalur tersebut. Ia menilai kondisi gelap tanpa penerangan sangat membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah berbulan-bulan mati total. Bahkan ada titik yang memang belum ada lampunya sama sekali. Kalau malam jadi was-was, takut ada begal atau kecelakaan. Ini bukan hal sepele, ini soal keselamatan,” ujarnya dengan nada tegas, Kamis (23/4/2026).

Menurut warga sekitar, kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Banyak pengendara memilih mengurangi perjalanan malam atau mencari jalur alternatif yang lebih terang, meskipun harus menempuh jarak lebih jauh.

“Jalan ini akses utama, bukan jalan kecil. Tapi kondisinya seperti dibiarkan. Kalau begini terus, bukan cuma rawan kecelakaan, tapi juga bisa jadi tempat empuk bagi pelaku kejahatan,” kata warga lainnya.

READ  Jejak Mistis Kerajaan Telaga di Situ Sangiang, Warisan Sakral di Kaki Gunung Ciremai

Tim investigasi SUARARAKYAT.info telah mencoba mengonfirmasi kondisi tersebut kepada pihak Dinas Perhubungan melalui Kepala Bidang UPTD, Uus Iskandar. Dalam keterangannya melalui pesan WhatsApp, ia menyebutkan bahwa untuk titik-titik rawan di jalur Parungkuda–Pakuwon masih dalam tahap pengajuan. Ia juga sempat meminta kejelasan terkait lokasi titik rawan yang dimaksud oleh warga.

Sementara itu, terkait lampu PJU yang rusak, pihaknya menyatakan akan segera melakukan perbaikan. Namun, kendala teknis menjadi hambatan, salah satunya karena kendaraan operasional saat ini tengah dalam proses perbaikan.

Meski demikian, pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredam kekhawatiran masyarakat. Warga menilai respons pemerintah terkesan lambat dan tidak sebanding dengan risiko yang dihadapi setiap hari.

“Kalau nunggu pengajuan terus, kapan selesainya? Ini sudah kejadian lama. Jangan tunggu ada korban dulu baru bergerak,” ujar seorang warga dengan nada kesal.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, khususnya instansi terkait, dapat segera mengambil langkah konkret dan cepat, baik dalam memperbaiki lampu yang rusak maupun menambah titik penerangan baru di lokasi-lokasi yang dinilai rawan. Mereka menegaskan bahwa penerangan jalan bukan sekadar fasilitas, melainkan kebutuhan dasar untuk menjamin keselamatan dan keamanan publik.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin akan terjadi insiden yang lebih serius di kemudian hari. Warga pun menuntut agar persoalan ini tidak lagi dianggap sepele, melainkan sebagai prioritas yang harus segera ditangani secara nyata dan menyeluruh.

Penulis : Dede

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menu MBG di SDN Pasirwalang Disorot Wali Murid, Makanan Terlambat hingga Anak Memilih Pulang
Korcam PKH Pakenjeng Imbau KPM Hentikan Judi Online, Waspadai Penyalahgunaan NIK Dan Nomor HP
PDAM Tirta Jaya Mandiri Bangun Tapping Point di Parungkuda, Pelayanan Air Bersih Ditingkatkan
Tanggapan Perumda Tirta Jaya Mandiri Atas Aksi Unjuk Rasa Forum Mahasiswa Perubahan Sukabumi
Galih Permana Soroti Transparansi Anggaran Proyek Bina Marga Jabar, Aksi BMI Dikawal Ratusan Aparat Kepolisian
Misteri Proyek Revitalisasi SD Negeri Manggis Rp1 Miliar, Kepala Sekolah Sulit di Konfirmasi, Informasi Publik Seolah Tertutup
Listrik Kerap Padam Tanpa Pemberitahuan, Warga RT 023 Perumahan Kedungwaringin Bekasi Keluhkan Terganggunya Aktivitas dan Pasokan Air Bersih
Desy Ratnasari Gandeng Puslitkoka Tingkatkan Kapasitas Petani Kopi di Gegerbitung
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:44 WIB

Menu MBG di SDN Pasirwalang Disorot Wali Murid, Makanan Terlambat hingga Anak Memilih Pulang

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Korcam PKH Pakenjeng Imbau KPM Hentikan Judi Online, Waspadai Penyalahgunaan NIK Dan Nomor HP

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:09 WIB

PDAM Tirta Jaya Mandiri Bangun Tapping Point di Parungkuda, Pelayanan Air Bersih Ditingkatkan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:05 WIB

Tanggapan Perumda Tirta Jaya Mandiri Atas Aksi Unjuk Rasa Forum Mahasiswa Perubahan Sukabumi

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:03 WIB

Galih Permana Soroti Transparansi Anggaran Proyek Bina Marga Jabar, Aksi BMI Dikawal Ratusan Aparat Kepolisian

Berita Terbaru