Dugaan Permainan Oknum dalam Program PTSL di Baros Sukabumi, Puluhan Bidang Tanah Tak Kunjung Tersertifikasi

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || SUKABUMI – Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang seharusnya menjadi solusi percepatan sertifikasi tanah bagi masyarakat justru menuai sorotan di Kelurahan Baros, Kota Sukabumi. Sejumlah warga mengeluhkan proses pengurusan yang tak kunjung selesai, bahkan diduga terdapat praktik tidak transparan yang melibatkan oknum aparatur.Selasa (28/4/2026)

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada tahun 2023 saat Kelurahan Baros masih dipimpin oleh Lurah Budi, terdapat sedikitnya 33 bidang tanah yang telah diajukan melalui program PTSL namun hingga kini belum terselesaikan. Warga menyebutkan bahwa proses pengumpulan berkas dan administrasi dilakukan melalui seorang operator kelurahan bernama Mira.

Dalam praktiknya, sejumlah warga mengaku telah menyerahkan sejumlah uang yang kemudian disebut-sebut disetorkan kepada bendahara kelurahan saat itu, Fitri. Namun, hingga terjadi pergantian jabatan lurah pada Oktober 2023, proses PTSL tersebut tidak menunjukkan kejelasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasca pergantian kepemimpinan, jabatan lurah dipegang oleh Erwan. Alih-alih menyelesaikan persoalan yang ada, warga menduga praktik serupa masih berlangsung. Pengurusan PTSL tetap dilakukan melalui perantara yang sama, yakni Mira dan seorang tenaga honorer bernama Danil. Berkas dan pengajuan kemudian diteruskan kepada lurah baru, namun hingga kini belum juga terealisasi.

“Sudah lama kami menunggu kejelasan. Dari awal diminta melengkapi berkas, bahkan sampai ada biaya yang kami keluarkan. Tapi sampai sekarang sertifikat tidak ada,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

READ  Proyek Gapura Batas Sukabumi Menelan Anggaran Rp 2 Milyar,Diduga Pekerja Tanpa APD dan Progres Dibawah Standar

Situasi ini memunculkan dugaan adanya maladministrasi hingga potensi penyalahgunaan kewenangan dalam pelaksanaan program PTSL di tingkat kelurahan. Padahal, program PTSL merupakan program strategis nasional yang bertujuan memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah masyarakat secara gratis atau dengan biaya yang telah ditentukan secara resmi.

Diketahui, Budi yang sebelumnya menjabat sebagai Lurah Baros kini bertugas di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sementara itu, Erwan yang sempat menjabat lurah pengganti saat ini telah dipindahkan ke Dinas Perhubungan dan bertugas di Terminal Baru. Fitri selaku bendahara juga telah berpindah tugas ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Adapun Mira masih berstatus sebagai operator kelurahan (P3K), dan Danil merupakan tenaga honorer.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak-pihak terkait mengenai dugaan tersebut. Warga berharap pemerintah daerah Kota Sukabumi serta instansi terkait dapat segera turun tangan untuk melakukan audit dan investigasi menyeluruh.

“Jangan sampai program untuk rakyat kecil malah dimanfaatkan oleh oknum. Kami hanya ingin hak kami berupa sertifikat tanah bisa terealisasi,” tegas warga lainnya.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kepercayaan publik terhadap program pemerintah. Transparansi, akuntabilitas, serta pengawasan yang ketat dinilai menjadi kunci agar program seperti PTSL benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan sebaliknya menjadi celah praktik yang merugikan rakyat.

Penulis : AJ

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Toilet Nyaman dan Bersih, Wajah Baru Pelayanan di RSUD Sekarwangi untuk Pengunjung
Sorotan Publik terhadap Dana Hibah Kesra 2025, Diduga MUI Kabupaten Sukabumi Terima Rp 8 Miliar
Dana Umat Puluhan Miliar di Sukabumi Mengalir ke Mana? Sorotan Keras Praktisi Hukum atas Transparansi BAZNAS
Ironi di Cibadak: Di Dekat Kantor PDAM, Warga Pamuruyan Masih Krisis Air Bersih
Jalan Provinsi di Cikidang Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Proyek Rp34 Miliar Disorot Minim Pengawasan dan Transparansi
Sinergitas TNI-Polri Menguat, Forkopimda Kota Bandung Gelar Olahraga Bersama Sambut Hari K3 Sedunia
Lima Tahun Terlantar Tanpa Penanganan, Noval Warga Parakansalak Diduga Alami Gangguan Jiwa di Tengah Pusat Pemerintahan, Pemdes dan Puskesmas Disorot 
Tradisi yang Tak Lekang Waktu: Menyusuri Kehidupan dan Kearifan Lokal Kampung Naga di Tasikmalaya
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 10:06 WIB

Toilet Nyaman dan Bersih, Wajah Baru Pelayanan di RSUD Sekarwangi untuk Pengunjung

Rabu, 29 April 2026 - 06:43 WIB

Sorotan Publik terhadap Dana Hibah Kesra 2025, Diduga MUI Kabupaten Sukabumi Terima Rp 8 Miliar

Rabu, 29 April 2026 - 02:01 WIB

Dana Umat Puluhan Miliar di Sukabumi Mengalir ke Mana? Sorotan Keras Praktisi Hukum atas Transparansi BAZNAS

Rabu, 29 April 2026 - 01:40 WIB

Ironi di Cibadak: Di Dekat Kantor PDAM, Warga Pamuruyan Masih Krisis Air Bersih

Selasa, 28 April 2026 - 15:15 WIB

Jalan Provinsi di Cikidang Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Proyek Rp34 Miliar Disorot Minim Pengawasan dan Transparansi

Berita Terbaru