Tambang Ilegal Rusak Lingkungan: Sungai Ciletuh Tercemar Warga Resah, APH Segera Bertindak

- Penulis

Senin, 5 Mei 2025 - 04:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Sukabumi– Aktivitas Penambangan Tanpa Izin (PETI) di kawasan pesawahan Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, semakin meresahkan. Selain merusak lingkungan, praktik tambang ilegal ini juga mencemari aliran sungai yang menuju kawasan wisata Geopark Ciletuh.

Di beberapa titik lokasi, tambang dilakukan secara manual dengan metode “guguntur” istilah lokal untuk aktivitas penggalian menggunakan alat sederhana. Namun meski tampak tradisional, dampaknya sangat merusak. Air sungai yang biasanya jernih, kini berubah menjadi cokelat pekat dan membawa lumpur serta limbah dari aktivitas tambang.

Seorang warga kampung pesawahan yang enggan disebutkan namanya menyampaikan keresahannya. “Apalagi kalau malam hari, suara motor jembret mondar-mandir membawa hasil tambang bikin kami tidak bisa tidur. Sungai pun sekarang jadi kotor, airnya gak bisa dipakai lagi,” keluhnya.Senin (5/5/2025)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keluhan serupa datang dari seorang ibu salah satu tokoh di kampung tersebut.yang telah lama memantau kondisi di lapangan. “Airnya sekarang sering keruh, warga Ciletuh juga heran kenapa air bisa berubah begitu. Dulu aliran air dari Pasawahan ke Cirusit, Cibogo, Ciawi sampai Cilubang masih bersih,” ungkapnya dengan nada kesal

READ  Puluhan Rakit PETI Marak di Sungai Desa Bekali, Pangean Kuansing: Warga Resah Aparat Belum Beri Tanggapan

Ia juga menyebutkan bahwa aktivitas PETI tak hanya dilakukan di siang hari, tetapi juga kadang berlangsung malam-malam, saat warga sudah tidur. “Kadang ada yang malam-malam ngeguguntur-nya. Ini sudah keterlaluan,” ujarnya.

PETI di wilayah ini bukan hanya soal pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman serius bagi keberlanjutan lingkungan dan sektor pariwisata. Aliran sungai yang tercemar ini berpotensi mengganggu kawasan konservasi dan wisata Geopark Ciletuh yang sudah diakui UNESCO.

Sayangnya, hingga kini belum ada tindakan tegas dari aparat untuk menghentikan aktivitas ilegal ini. Warga berharap pemerintah segera turun tangan, menindak pelaku PETI, dan memulihkan lingkungan yang rusak.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Peluru Nyasar Alastlogo: PC PMII Pasuruan Sayangkan Sikap Polresta yang Menunggu Laporan Korban
BEM Nusantara Sukabumi Raya Soroti Tata Kelola RSUD Palabuhanratu: Anggaran Puluhan Miliar Digelontorkan, Pelayanan dan Fasilitas Dinilai Belum Sejalan
Diduga Teror Peluru Nyasar di Alastlogo Belum Terpecahkan, BEMPTNU Tapal Kuda Desak Polres Pasuruan Kota Buka Hasil Penyelidikan Secara Transparan
Bupati Sukabumi Drs H Asep Japar M.M. Apresiasi P3 A Dab GP3A Mitra Cai Berperan Vital Dalam Meningkatan Produksi Hasil Pertanian 
Anak Bangsa Belajar di Bangunan Rapuh, MI Tanjungsari Menanti Bukti Nyata Kepedulian Pemerintah
DPU Sukabumi Perkuat Kapasitas P3A dan GP3A, Dorong Pengelolaan Irigasi Demi Ketahanan Pangan
Malahayati Konsultan Edukasi Warga Cijalingan Waspadai Pinjol, Judol, dan Investasi Ilegal
Tragedi Maut di Tengah Maraknya PETI Kuantan Singingi, Seorang Penambang Tewas Tenggelam, Pengawasan Aparat Kembali Jadi Sorotan
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:00 WIB

Kasus Peluru Nyasar Alastlogo: PC PMII Pasuruan Sayangkan Sikap Polresta yang Menunggu Laporan Korban

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:53 WIB

BEM Nusantara Sukabumi Raya Soroti Tata Kelola RSUD Palabuhanratu: Anggaran Puluhan Miliar Digelontorkan, Pelayanan dan Fasilitas Dinilai Belum Sejalan

Kamis, 9 Juli 2026 - 02:03 WIB

Diduga Teror Peluru Nyasar di Alastlogo Belum Terpecahkan, BEMPTNU Tapal Kuda Desak Polres Pasuruan Kota Buka Hasil Penyelidikan Secara Transparan

Rabu, 8 Juli 2026 - 07:20 WIB

Bupati Sukabumi Drs H Asep Japar M.M. Apresiasi P3 A Dab GP3A Mitra Cai Berperan Vital Dalam Meningkatan Produksi Hasil Pertanian 

Rabu, 8 Juli 2026 - 05:13 WIB

Anak Bangsa Belajar di Bangunan Rapuh, MI Tanjungsari Menanti Bukti Nyata Kepedulian Pemerintah

Berita Terbaru

Opini

Yakub F Ismail : Berantas Korupsi, Wujudkan Visi Prabowo

Sabtu, 11 Jul 2026 - 11:46 WIB