Anak Bangsa Belajar di Bangunan Rapuh, MI Tanjungsari Menanti Bukti Nyata Kepedulian Pemerintah

- Penulis

Rabu, 8 Juli 2026 - 05:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT || SUKABUMI – Di tengah berbagai program pembangunan dan peningkatan kualitas pendidikan yang terus digaungkan, masih tersimpan potret pilu dunia pendidikan di pelosok Kabupaten Sukabumi. Bangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tanjungsari, yang berlokasi di Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampang Tengah, kini berada dalam kondisi memprihatinkan dan dinilai sudah tidak layak lagi digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar.Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa (8/7/2026), kerusakan bangunan tampak hampir di setiap sudut sekolah. Lantai yang pecah dan ambles, plafon yang jebol hingga memperlihatkan rangka atap, dinding yang retak dan lembap, serta bagian bangunan yang mulai lapuk menjadi pemandangan yang sehari-hari harus dihadapi oleh para siswa dan tenaga pendidik.Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan proses belajar mengajar, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan siswa dan guru. Setiap aktivitas pembelajaran berlangsung di bawah bayang-bayang risiko bangunan yang sewaktu-waktu dapat membahayakan.

Ironisnya, menurut keterangan warga sekitar, kondisi bangunan sekolah tersebut bukanlah persoalan baru. Kerusakan telah berlangsung selama bertahun-tahun, namun hingga kini belum terlihat adanya rehabilitasi menyeluruh yang mampu mengembalikan fungsi bangunan sebagai tempat belajar yang aman dan layak.
Padahal, sekolah merupakan tempat lahirnya generasi penerus bangsa. Keberadaan sarana pendidikan yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas. Ketika ruang belajar justru menjadi ancaman bagi keselamatan peserta didik, maka hal itu menjadi pekerjaan rumah yang harus segera mendapat perhatian semua pihak.

Salah seorang warga Desa Tanjungsari yang enggan disebutkan namanya mengaku prihatin melihat kondisi sekolah tersebut. Menurutnya, kerusakan bangunan sudah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum ada penanganan yang benar-benar menyeluruh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sangat sedih melihat anak-anak masih harus belajar di bangunan yang kondisinya seperti ini. Plafon sudah banyak yang ambruk, lantainya rusak, bahkan beberapa bagian bangunan terlihat semakin rapuh. Kami khawatir kalau tidak segera diperbaiki, akan membahayakan keselamatan siswa maupun guru,” ujarnya.

READ  Proyek Miliaran Diduga Asal Jadi, Dinas PU Kabupaten Sukabumi Dinilai Gagal Total Awasi Pembangunan Jalan Kadudampit–Sukalarang


Ia berharap pemerintah tidak hanya menerima laporan administrasi, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi nyata sekolah tersebut.

“Kami berharap Bapak Gubernur Jawa Barat, Kementerian Pendidikan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, dan seluruh pihak terkait bisa datang melihat sendiri kondisi MI Tanjungsari. Jangan sampai menunggu ada musibah baru kemudian dilakukan perbaikan. Anak-anak kami berhak mendapatkan ruang belajar yang aman dan layak,” tambahnya.

Harapan yang sama juga disampaikan masyarakat agar dunia usaha, lembaga sosial, organisasi kemasyarakatan, dan para dermawan turut memberikan perhatian terhadap kondisi MI Tanjungsari. Gotong royong dinilai menjadi salah satu solusi untuk membantu mempercepat perbaikan sarana pendidikan yang mengalami kerusakan berat.
Kondisi MI Tanjungsari menjadi pengingat bahwa pemerataan pembangunan pendidikan masih menjadi tantangan besar. Di balik berbagai capaian dan program yang dipublikasikan, masih ada sekolah-sekolah di daerah yang menunggu sentuhan nyata agar anak-anak dapat belajar dengan rasa aman dan nyaman.

Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan peninjauan lapangan, menyusun langkah rehabilitasi, serta mengalokasikan anggaran untuk pembangunan kembali gedung sekolah yang sudah tidak layak. Pendidikan tidak cukup dibangun melalui kebijakan dan slogan semata, tetapi juga melalui keberanian menghadirkan fasilitas yang benar-benar mendukung masa depan generasi bangsa.


Kini, MI Tanjungsari menunggu perhatian dan aksi nyata. Sebab setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk belajar di ruang kelas yang aman, nyaman, dan bermartabat, tanpa dihantui rasa takut akibat bangunan sekolah yang semakin rapuh dimakan usia.

Penulis : HS

Editor : Redaksi

Sumber Berita: SUARARAKYAT.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai Cikaramat, Hasil Uji Laboratorium Jadi Penentu
Forkopimda Absen di HUT Dadali Pati Ke-9, Komitmen Pemkot Sukabumi terhadap Pelestarian Budaya Dipertanyakan
RUSAIDA Bongkar Dugaan Praktik TPPO, PMI Asal Sukabumi Tertahan di Dubai, Keluarga Dibebani Biaya Pulang
Kasus Peluru Nyasar Alastlogo: PC PMII Pasuruan Sayangkan Sikap Polresta yang Menunggu Laporan Korban
BEM Nusantara Sukabumi Raya Soroti Tata Kelola RSUD Palabuhanratu: Anggaran Puluhan Miliar Digelontorkan, Pelayanan dan Fasilitas Dinilai Belum Sejalan
Diduga Teror Peluru Nyasar di Alastlogo Belum Terpecahkan, BEMPTNU Tapal Kuda Desak Polres Pasuruan Kota Buka Hasil Penyelidikan Secara Transparan
Bupati Sukabumi Drs H Asep Japar M.M. Apresiasi P3 A Dab GP3A Mitra Cai Berperan Vital Dalam Meningkatan Produksi Hasil Pertanian 
DPU Sukabumi Perkuat Kapasitas P3A dan GP3A, Dorong Pengelolaan Irigasi Demi Ketahanan Pangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:18 WIB

DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai Cikaramat, Hasil Uji Laboratorium Jadi Penentu

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:03 WIB

RUSAIDA Bongkar Dugaan Praktik TPPO, PMI Asal Sukabumi Tertahan di Dubai, Keluarga Dibebani Biaya Pulang

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:00 WIB

Kasus Peluru Nyasar Alastlogo: PC PMII Pasuruan Sayangkan Sikap Polresta yang Menunggu Laporan Korban

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:53 WIB

BEM Nusantara Sukabumi Raya Soroti Tata Kelola RSUD Palabuhanratu: Anggaran Puluhan Miliar Digelontorkan, Pelayanan dan Fasilitas Dinilai Belum Sejalan

Kamis, 9 Juli 2026 - 02:03 WIB

Diduga Teror Peluru Nyasar di Alastlogo Belum Terpecahkan, BEMPTNU Tapal Kuda Desak Polres Pasuruan Kota Buka Hasil Penyelidikan Secara Transparan

Berita Terbaru