SUARARAKYAT || SUKABUMI — Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi memperkuat kapasitas Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) sebagai langkah meningkatkan kualitas pengelolaan jaringan irigasi sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. Kegiatan tersebut digelar di Situ Sukarame, Desa Parakansalak, Kecamatan Parakansalak, Selasa (7/7/2026).
Kepala DPU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, mengatakan penguatan kapasitas pengelola irigasi merupakan bagian dari implementasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berbasis kinerja. Karena itu, setiap program yang dijalankan harus memiliki manfaat yang nyata dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Irigasi merupakan urat nadi sektor pertanian. Karena itu, kemampuan P3A dan GP3A dalam mengelola sumber daya air harus terus ditingkatkan agar jaringan irigasi dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Uus, pemerintah daerah tidak hanya memberikan pembinaan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tetapi juga memberikan dukungan berupa perlindungan asuransi, insentif, serta bantuan sarana dan prasarana bagi para pengelola irigasi. Dukungan tersebut diharapkan mampu menunjang kinerja mereka dalam menjaga dan memelihara jaringan irigasi di lapangan.
Ia menambahkan, pembangunan sektor pertanian tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik jaringan irigasi. Keberhasilannya juga sangat ditentukan oleh keterlibatan masyarakat, khususnya para petani dan pengelola irigasi, dalam merawat infrastruktur yang telah dibangun.
“Semangat kebersamaan menjadi kunci. Infrastruktur yang baik tidak akan bertahan lama tanpa partisipasi masyarakat dalam pemeliharaannya,” katanya.
Kabupaten Sukabumi, lanjut Uus, menjadi salah satu daerah yang berperan dalam mendukung Program Strategis Nasional di bidang ketahanan pangan. Untuk itu, pembangunan jaringan irigasi terus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
Namun demikian, ia mengakui pembangunan irigasi masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan kemampuan fiskal daerah. Saat ini tingkat kemantapan jaringan irigasi di Kabupaten Sukabumi baru mencapai sekitar 54 persen. Artinya, masih terdapat sekitar 46 persen jaringan irigasi yang memerlukan rehabilitasi maupun peningkatan kualitas.
“Dengan kemampuan anggaran yang terbatas, strategi kami adalah membangun jaringan irigasi yang berkualitas sekaligus memastikan pemeliharaannya berjalan secara berkelanjutan. Harapannya, distribusi air ke lahan pertanian semakin optimal, produktivitas pertanian meningkat, dan pada akhirnya kesejahteraan petani ikut terdorong,” tutur Uus.
Melalui penguatan kapasitas P3A dan GP3A, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap pengelolaan jaringan irigasi semakin efektif, berkelanjutan, dan mampu menjadi salah satu penopang utama terwujudnya ketahanan pangan serta mendukung visi Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berdaya saing, dan berkah.
Penulis : Prima RK
Editor : Redaksi
Sumber Berita: SUARARAKYAT.info














