SUARARAKYAT.info || GRESIK– Keteguhan dan jiwa pengabdian seorang prajurit kembali menjadi teladan di tengah duka yang mendalam. Prajurit TNI AD Prada Wahyu Budi Santoso, yang saat ini bertugas di wilayah Papua, menunjukkan sikap tegar dan penuh lapang dada setelah menerima kabar wafatnya sang ayah di kampung halamannya, Desa Kesamben Wetan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. (5/6/2026)
Di tengah tugas menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah perbatasan dan daerah penugasan, Wahyu yg saat ini berdinas di Brigif TP 83 Bugodi, Kab Merauke Provinsi Papua Selatan sebagai Staf Log Kompi Markas, harus menghadapi ujian berat berupa kehilangan sosok ayah yang selama ini menjadi panutan dalam kehidupannya. Meski demikian, ia tetap menunjukkan ketabahan dan komitmen tinggi terhadap tugas negara yang diembannya.
Prada Wahyu diketahui merupakan keponakan dari Pahlawan Nasional Marsinah, sosok yang dikenal luas sebagai pejuang hak-hak buruh Indonesia dan simbol keberanian dalam memperjuangkan keadilan, atas jasa dan pengorbanannya, Pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional. Hingga saat ini, namanya terus dikenang sebagai sosok yang memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, keberanian, dan keadilan sosial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Semangat perjuangan, keteguhan prinsip, serta pengabdian kepada bangsa yang diwariskan Marsinah dinilai turut membentuk karakter Wahyu sebagai seorang prajurit yang disiplin, loyal, dan pantang menyerah. Dalam menghadapi kehilangan sang ayah di tengah penugasan menjadi cerminan nyata semangat pengabdian, ketabahan, dan kecintaan kepada bangsa yang terus hidup dalam keluarga besar Marsinah serta menginspirasi generasi penerus bangsa.
Kabar duka yang menyelimuti keluarga besar Marsinah tersebut turut mendapat perhatian dari berbagai pihak. Sebagai bentuk empati dan penghormatan kepada keluarga yang sedang berduka, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dan Kapolda Jawa Timur Irjen. Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si. dikabarkan mengirimkan karangan bunga belasungkawa kepada keluarga almarhum di Desa Kesamben Wetan, Gresik.
Karangan bunga tersebut menjadi simbol penghormatan dan kepedulian kepada keluarga besar Pahlawan Nasional Marsinah yang telah memberikan kontribusi penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Dukungan moril dari berbagai elemen masyarakat, aparat keamanan, serta para tokoh diharapkan dapat memberikan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Masyarakat setempat mengenal keluarga besar Marsinah sebagai keluarga yang sederhana dan menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan, kejujuran, serta pengabdian kepada bangsa. Ketegaran yang ditunjukkan Prajurit Wahyu di tengah duka cita menjadi gambaran nyata bahwa nilai-nilai tersebut terus hidup dalam keluarga besar Marsinah serta menginspirasi generasi penerus bangsa.
Penulis : Yusril Senoputra
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info














