Diduga Gelanggang Judi Sabung Ayam di Teporo Kian Terang-terangan, Kepercayaan Publik terhadap Penegak Hukum Dipertaruhkan

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 01:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || SAMPANG – Aktivitas perjudian sabung ayam di Desa Teporo, Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang, dilaporkan semakin marak dan berlangsung secara terbuka. Fenomena ini memantik keresahan warga sekaligus menimbulkan pertanyaan serius terhadap komitmen aparat penegak hukum dalam menindak praktik ilegal yang jelas melanggar aturan tersebut.Senin (27/4/2026)

Berdasarkan penelusuran di lapangan dan keterangan sejumlah warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, arena sabung ayam di desa tersebut tidak lagi dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Kegiatan justru berlangsung terang-terangan dengan menghadirkan kerumunan massa dalam jumlah besar, terutama pada hari-hari tertentu yang telah menjadi “jadwal tidak resmi” bagi para pelaku judi.

Para peserta disebut datang dari berbagai wilayah, tidak hanya dari Kecamatan Kedundung, tetapi juga dari luar daerah. Mereka membawa ayam aduan unggulan yang telah dipersiapkan khusus untuk bertanding. Di balik itu, perputaran uang dalam arena tersebut diduga mencapai nominal yang tidak kecil, bahkan hingga jutaan rupiah dalam sekali putaran taruhan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keresahan Sosial yang Terus Membesar

Keberadaan gelanggang sabung ayam ini secara perlahan menggerus ketenangan sosial masyarakat Desa Teporo. Warga menilai aktivitas tersebut bukan hanya persoalan pelanggaran hukum semata, tetapi juga berdampak pada rusaknya tatanan moral, khususnya bagi generasi muda yang berpotensi terpapar praktik perjudian sejak dini.

“Ini bukan sekadar hiburan, tapi sudah jadi penyakit masyarakat. Anak-anak muda bisa ikut-ikutan. Kami khawatir dampaknya ke depan,” ungkap seorang warga dengan nada cemas.

Selain itu, potensi konflik sosial juga meningkat. Tidak jarang, praktik perjudian memicu perselisihan antarindividu akibat kekalahan taruhan atau kecurangan dalam pertandingan. Kondisi ini memperbesar risiko terjadinya gesekan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan desa.

Ketakutan Warga dan Minimnya Tindakan

Meski keresahan terus tumbuh, warga mengaku tidak memiliki keberanian untuk menegur langsung para pelaku. Faktor keamanan menjadi alasan utama, mengingat aktivitas tersebut melibatkan banyak orang dan diduga memiliki jaringan yang cukup kuat.

READ  Pemkot Surabaya Gelar Kerja Bakti Gabungan Pemeliharaan Saluran Drainase dan Bozem

“Kami hanya bisa berharap aparat bertindak. Kalau masyarakat yang bergerak sendiri, risikonya besar,” ujar warga lainnya.

Namun demikian, harapan tersebut hingga kini belum sepenuhnya terjawab. Warga menilai respons aparat, baik dari tingkat Polsek maupun Polres, masih belum menunjukkan langkah tegas. Kehadiran petugas yang hanya sebatas patroli dinilai tidak memberikan efek jera bagi para pelaku.

Dugaan Pembiaran dan Krisis Kepercayaan

Lambannya penanganan kasus ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Tidak sedikit yang mulai mempertanyakan apakah terdapat unsur pembiaran atau bahkan dugaan adanya koordinasi tertentu yang membuat aktivitas tersebut terus berlangsung tanpa hambatan berarti.

Isu ini tentu menjadi ancaman serius terhadap kepercayaan publik. Dalam konteks penegakan hukum, konsistensi dan ketegasan aparat merupakan fondasi utama yang tidak boleh goyah. Ketika praktik ilegal dibiarkan tumbuh di ruang terbuka, maka yang dipertaruhkan bukan hanya ketertiban umum, tetapi juga legitimasi institusi penegak hukum itu sendiri.

Menanti Ketegasan Aparat

Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya tindakan konkret seperti penggerebekan atau pembongkaran fasilitas yang diduga menjadi pusat aktivitas perjudian tersebut. Tenda-tenda dan arena sabung ayam dilaporkan masih berdiri dan beroperasi seperti biasa.

Masyarakat Desa Teporo kini berada dalam posisi menunggu. Mereka berharap aparat kepolisian segera menunjukkan ketegasan dan keberpihakan pada hukum, bukan sekadar hadir sebagai simbol formalitas keamanan.

Lebih dari itu, kasus ini menjadi cermin bahwa penanganan penyakit masyarakat tidak bisa dilakukan setengah hati. Dibutuhkan langkah nyata, keberanian, serta integritas untuk memastikan hukum benar-benar berdiri di atas semua kepentingan.

Jika tidak, maka praktik seperti ini bukan hanya akan terus berulang, tetapi juga berpotensi meluas dan semakin sulit dikendalikan. Dan pada titik itu, yang dirugikan bukan hanya warga Desa Teporo, melainkan wajah penegakan hukum itu sendiri.

Penulis : Eh/Tim

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

May Day 2026 di Pasuruan: Antara Aksi Perjuangan dan Semangat Kebersamaan Buruh
Klarifikasi Resmi: Isu Kematian Hilman Suararakyat Dipastikan Hoaks, Masyarakat Diminta Waspada Penipuan
Diduga Gedung Rakyat Tanpa Wakil: DPRD Kota Pasuruan Disegel Mahasiswa, Mosi Tidak Percaya Menggema di Tengah Kekecewaan
Blokade Jalan Depan Kodim Picu Ketegangan, Long March Mahasiswa Pasuruan Dipaksa Putar Arah
Leher Terjerat Kabel Menjuntai, Pengendara Terluka Parah di Kediri: Dugaan Kelalaian Jaringan Internet Menguat
Gus Man GMPI Jatim Serukan Warga Bijak Bermedsos dan Jaga Persatuan di Tengah Maraknya Isu Nasional
PKBM Aji Saka Kediri Disorot,Pemerhati Publik Desak Dinas Pendidikan dan Inspektorat Turun Tangan
BEM PTMAI Zona V Jawa Timur–Bali Gelar Aksi di DPRD Jatim, Tegaskan Penolakan Impunitas dan Tuntut Keadilan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 01:40 WIB

Diduga Gelanggang Judi Sabung Ayam di Teporo Kian Terang-terangan, Kepercayaan Publik terhadap Penegak Hukum Dipertaruhkan

Selasa, 28 April 2026 - 00:59 WIB

May Day 2026 di Pasuruan: Antara Aksi Perjuangan dan Semangat Kebersamaan Buruh

Sabtu, 18 April 2026 - 09:12 WIB

Klarifikasi Resmi: Isu Kematian Hilman Suararakyat Dipastikan Hoaks, Masyarakat Diminta Waspada Penipuan

Kamis, 16 April 2026 - 15:18 WIB

Diduga Gedung Rakyat Tanpa Wakil: DPRD Kota Pasuruan Disegel Mahasiswa, Mosi Tidak Percaya Menggema di Tengah Kekecewaan

Kamis, 16 April 2026 - 14:54 WIB

Blokade Jalan Depan Kodim Picu Ketegangan, Long March Mahasiswa Pasuruan Dipaksa Putar Arah

Berita Terbaru