SUARARAKYAT.info||PASURUAN– Bertempat di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pasuruan resmi mengukuhkan masa khidmat baru pada minggu (01/02/2026). Prosesi pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian estafet kepemimpinan, melainkan momentum bagi para kader untuk membuktikan loyalitasnya pada rakyat.
Ketua PC PMII Kabupaten Pasuruan terpilih, Achmad Zulpan Abida, dalam pidato perdananya menegaskan bahwa Surat Keputusan (SK) kepengurusan hanyalah awal dari beban tanggung jawab yang besar. Mengutip semangat penyair W.S. Rendra, Zulpan mengingatkan bahwa perjuangan sejati terletak pada pelaksanaan kata-kata.
“PMII tidak boleh terjebak dalam menara gading retorika. Slogan ‘Pembela Bangsa, Penegak Agama’ harus benar-benar menjelma menjadi darah dan keringat dalam setiap aksi nyata di tengah masyarakat,” tegas Zulpan di hadapan ratusan kader.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Pasuruan, Gus Shobih, menyambut hangat kepengurusan baru ini. Ia menaruh harapan besar agar PMII Pasuruan mampu menempatkan diri sebagai mitra strategis pemerintah yang memiliki daya kritis tinggi.
“Kami sangat terbuka dengan kehadiran PMII sebagai mitra kritis yang konstruktif. Berikan kami masukan, sampaikan kritik, namun sertai pula dengan solusi untuk bersama-sama membangun daerah,” ungkap Gus Shobih.
Di sisi lain, penguatan peran perempuan juga menjadi sorotan utama. Ketua Kopri PC PMII Pasuruan, Iradatus Sholiha, menyatakan komitmennya untuk membawa Kopri sebagai garda depan dalam mengawal isu-isu gender.
“Kopri hadir untuk memastikan suara perempuan tidak lagi dipinggirkan. Kami mencetak kader yang berani berpikir, tegas bersikap, dan konsisten menolak segala bentuk ketidakadilan,” ujarnya dengan lantang.
Senada dengan semangat di daerah, perwakilan PKC PMII Jawa Timur, Sakinah Ayu Ningtias, mengingatkan agar kader di Pasuruan menghindari jebakan wacana yang tidak berujung. Menurutnya, dampak nyata bagi rakyat adalah indikator keberhasilan organisasi.
Sementara itu, Bendahara Kopri PB PMII yang mewakili Pengurus Besar, memberikan catatan khusus mengenai tantangan generasi muda di era arus informasi yang sangat cepat. Ia menyoroti potensi krisis identitas yang bisa melanda anak muda jika tidak memiliki akar nilai yang kuat.
“Menuju Indonesia Emas 2045, kader PMII harus kembali pada khittah: membentuk pribadi muslim yang bertaqwa, berbudi luhur, berilmu, dan bertanggung jawab. Urutan nilai ini bersifat mutlak dan tidak boleh dibalik demi menjaga jati diri organisasi di tengah modernitas,” pungkasnya.
Acara pelantikan ini berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Optimalisasi Peran Kader PMII dalam Menjawab Tantangan Bangsa dan Membangun Pasuruan Berkeadilan”.
Sumber: M Ubaidillah Abdi
Editor : Red
Sumber Berita: Suararakyat.info














