SUARARAKYAT.info|| Tanggerang-Seorang warga bernama Monthy hingga kini masih tertahan di luar Jakarta setelah barang-barang pribadinya yang berada di dalam koper serta telepon genggamnya diduga belum dikembalikan oleh pihak yang bertanggung jawab. Peristiwa ini terungkap melalui keterangan yang disampaikan oleh Dr. Bernard B. Siagian, S.H., pada Senin, (10/12/2025).
Menurut Dr. Bernard, sejak tanggal tersebut pak Monthy seharusnya sudah kembali ke Jakarta untuk melanjutkan aktivitasnya. Namun kepulangannya tertunda karena seluruh barang yang ia bawa mulai dari koper beserta isinya, hingga satu unit telepon genggam belum juga diserahkan kembali. Tidak hanya itu, uang tunai sebesar Rp2,2 juta yang disebutkan turut hilang, sampai saat ini juga belum dikembalikan.
“Hingga tanggal 10 November 2025, pak Monthy belum bisa pulang ke Jakarta. Semua barang di kopernya belum diberikan, termasuk satu handphone yang dicuri serta uang Rp2,2 juta yang belum dikembalikan,” ujar Dr. Bernard dalam keterangannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini membuat pak Monthy mengalami hambatan serius, baik secara mobilitas maupun secara finansial. Selain memerlukan barang-barang pribadinya untuk keperluan pekerjaan, hilangnya telepon genggam juga dianggap mengganggu komunikasi penting yang bersifat mendesak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai alasan keterlambatan pengembalian barang tersebut, maupun penjelasan terkait hilangnya satu unit handphone dan uang tunai milik pak Monthy. Dr. Bernard berharap pihak yang bertanggung jawab segera memberikan klarifikasi dan menyelesaikan persoalan ini agar pak Monthy dapat kembali ke Jakarta sesegera mungkin.
Kasus ini kini menjadi perhatian lingkungan sekitar serta rekan-rekan dekat pak Monthy, yang mendesak agar persoalan tersebut diselesaikan secara baik dan transparan.
Penulis : Dr Bernard
Editor : Red-SR
Sumber Berita: Suararakyat. info














