SUARARAKYAT.info || SUKABUMI — Penanganan kasus dugaan ancaman pembunuhan dan pencemaran nama baik terhadap wartawan senior H. Husein menuai sorotan tajam. Pasalnya, hingga memasuki bulan ketujuh sejak laporan resmi dilayangkan, aparat penegak hukum dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan, termasuk belum adanya penetapan tersangka.
Kasus yang dilaporkan H. Husein, yang dikenal sebagai jurnalis di media infopolisi.net, telah teregistrasi secara resmi di Polres Sukabumi Kota dengan Nomor: STTLP/B/470/IX/2025/SPKT/POLRES SUKABUMI KOTA/POLDA JAWA BARAT. Dalam laporannya, Husein menilai tindakan yang dialaminya tidak hanya mencederai kehormatan sebagai insan pers, tetapi juga mengandung unsur pidana serius berupa ancaman pembunuhan.
Menurutnya, dugaan pelanggaran tersebut berkaitan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), serta pasal-pasal pengancaman dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Namun, proses hukum yang berjalan dinilai lamban dan belum memberikan kepastian hukum bagi korban.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Momen haru sekaligus penuh keprihatinan terjadi saat kegiatan halal bihalal pada Minggu (22/3/2026). Di sela kegiatan tersebut, H. Husein secara langsung menyampaikan keluh kesahnya kepada Kapolresta Sukabumi, AKBP Sentot Kunto Wibowo. Ia mempertanyakan keseriusan dan progres penanganan perkara yang telah berlarut-larut tanpa kejelasan.
“Sudah hampir tujuh bulan, tapi belum ada penetapan tersangka. Saya hanya ingin keadilan dan kepastian hukum,” ungkap Husein dengan nada kecewa.
Ia juga menegaskan bahwa sebagai wartawan, dirinya menjalankan tugas jurnalistik yang dilindungi undang-undang. Oleh karena itu, segala bentuk intimidasi, apalagi ancaman pembunuhan, tidak boleh dibiarkan dan harus ditindak tegas.
Situasi ini pun memunculkan kekhawatiran di kalangan jurnalis dan pegiat kebebasan pers di Sukabumi. Mereka menilai lambannya penanganan kasus ini dapat menjadi preseden buruk bagi perlindungan wartawan di lapangan, serta berpotensi melemahkan kebebasan pers yang dijamin dalam sistem demokrasi.
Sejumlah pihak mendesak agar Polres Sukabumi Kota segera mengambil langkah konkret, termasuk mempercepat proses penyelidikan dan penyidikan hingga penetapan tersangka. Transparansi dalam penanganan perkara juga dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak kepolisian terkait perkembangan terbaru kasus tersebut. Publik kini menanti, apakah aparat penegak hukum mampu memberikan keadilan yang selama ini diperjuangkan oleh seorang wartawan yang justru menjadi korban dugaan tindak pidana.
Sumber: H Husein/Erik
Penulis : HS
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info














