SUARARAKYAT.info|| Jakarta — Suasana di kawasan Atrium Plaza Senen, Jakarta Pusat, mendadak memanas pada Rabu, (3/12/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. Hujan deras yang mengguyur ibu kota membuat sejumlah awak media dan pengunjung mencari tempat berteduh di lantai dasar Gedung Atrium Plaza. Namun, kejadian yang seharusnya menjadi hal wajar dalam situasi darurat justru berubah menjadi insiden memalukan ketika sejumlah petugas keamanan dari gerai Coffea Shop Star Buck International diduga melakukan pengusiran paksa.
Insiden ini disaksikan langsung oleh Ketua DPP GAKORPAN, Dr. Bernard BBBBI Siagian, SH, MAkp, didampingi Bunda Roslenny News, Agip Supendi SH, MH, Rusman Pinem SH, SSos, Dr. Moses Waimuri SH, MTh, serta beberapa kerabat dari PDI Perjuangan. Para tokoh tersebut tengah berada di lokasi untuk kegiatan internal organisasi dan solidaritas sosial.
Menurut keterangan yang dihimpun, beberapa awak media yang tengah berteduh akibat hujan deras justru diperlakukan secara tidak pantas oleh seorang petugas keamanan, yang diduga satpam atau karyawan internal gerai. Petugas tersebut mengusir awak media dan pengunjung dengan nada tinggi serta sikap arogan yang dinilai tidak sopan, tidak senonoh, dan tidak mencerminkan etika pelayanan publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita ini hanya berteduh karena hujan deras. Mana ada undang-undang yang melarang orang berlindung dari hujan? Perlakuan seperti mengusir anjing, kucing, seperti hewan kotor. Sangat memalukan!” ujar Bunda Roslenny News dengan nada geram.
Para saksi menambahkan bahwa tindakan kasar itu membuat beberapa awak media terpaksa keluar dalam kondisi basah kuyup. Padahal, situasi tersebut sepenuhnya bersifat darurat dan tidak mengganggu aktivitas komersial gerai tersebut.
Melihat kejadian tersebut, DPP GAKORPAN menyampaikan protes keras dan meminta manajemen Atrium Plaza mengambil tindakan tegas terhadap perilaku tidak terpuji itu. Menurut Dr. Bernard Siagian, tindakan arogansi petugas keamanan tidak hanya mencoreng citra tenant terkait, tetapi juga mencederai nilai moral ketimuran serta prinsip dasar etika pelayanan di ruang publik.
“Kami meminta manajemen Atrium Plaza untuk segera menindak petugas yang bersangkutan. Hal seperti ini tidak bisa dibiarkan karena menyangkut martabat publik dan awak media sebagai pilar demokrasi,” tegas Ketua DPP GAKORPAN.
Ia juga menegaskan bahwa laporan resmi akan diteruskan ke Pemprov DKI Jakarta, khususnya kepada Kepala Satpol PP, untuk memastikan adanya evaluasi menyeluruh terhadap standar pelayanan publik di pusat perbelanjaan tersebut.
Perwakilan kader PDI Perjuangan yang berada di lokasi pun menyampaikan kekecewaan mendalam. Mereka menilai tindakan tersebut tidak hanya merendahkan profesi wartawan, tetapi juga mencerminkan hilangnya rasa kemanusiaan dari pelayanan publik di tempat umum.
“Kita ini manusia, bukan hewan. Masa berteduh saja diperlakukan seperti pengganggu? Ini bukan soal kecil. Ini soal bagaimana bangsa kita memperlakukan sesamanya,” ujar salah seorang kader di lokasi.
GAKORPAN bersama LBH Pers Prima Presisi Polri serta jaringan Gerakan Solidaritas Nasional RBRPG.08 menyatakan bahwa kejadian ini harus menjadi momentum perubahan. Mereka berharap adanya edukasi publik dan evaluasi menyeluruh terhadap perilaku petugas keamanan di ruang publik, terutama yang berhubungan langsung dengan masyarakat.
Menurut tim investigasi GAKORPAN–PPWI–GWI, insiden ini akan dipantau hingga menemukan penyelesaian yang adil
Penulis : Dr Bernard
Editor : Red-SR
Sumber Berita: Suararakyat. info














