SUARARAKYAT.info | SUKABUMI — Nasib puluhan jamaah umroh asal Indonesia kembali menjadi sorotan setelah dilaporkan terlantar di Jeddah, Arab Saudi. Para jamaah diduga menjadi korban kelalaian dan buruknya manajemen biro perjalanan, yang hingga kini belum memberikan kepastian terkait jadwal kepulangan mereka ke tanah air.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, jamaah awalnya dijanjikan berangkat melalui travel Farhan Surya Indah. Namun dalam praktiknya, keberangkatan justru dialihkan ke pihak travel lain tanpa kejelasan koordinasi dan tanggung jawab yang transparan. Sejak awal, kondisi ini telah menimbulkan kebingungan di kalangan jamaah.
Keterlambatan pemberangkatan yang tidak wajar menjadi awal dari rangkaian persoalan. Jadwal yang terus berubah tanpa kepastian membuat jamaah kelelahan secara fisik maupun mental. Setibanya di Arab Saudi, situasi semakin memburuk. Mereka tidak mendapatkan pelayanan sebagaimana mestinya, bahkan terkesan “dilempar tanggung jawab” antar pihak travel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Puncaknya, para jamaah dipindahkan secara mendadak dari hotel sebelumnya ke hotel lain di wilayah Jeddah tanpa penjelasan memadai. Hingga kini, mereka hanya bisa menunggu kepastian jadwal kepulangan, tanpa adanya kejelasan resmi dari pihak penyelenggara perjalanan.
Sejumlah keluarga jamaah di Indonesia mengaku resah dan meminta pemerintah segera turun tangan. Mereka menilai, kasus ini bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan dugaan kuat adanya praktik bisnis travel yang tidak profesional dan merugikan masyarakat.
“Kami tidak butuh janji, kami butuh kepastian. Keluarga kami di sana terlantar, tidak jelas makan, tidak jelas pulangnya kapan,” ungkap salah satu keluarga jamaah dengan nada kecewa.
Kasus ini pun memantik desakan publik agar pemerintah, khususnya Kementerian Agama Republik Indonesia segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap travel Farhan Surya Indah. Selain itu, aparat penegak hukum seperti Bareskrim Polri diminta untuk turun tangan mengusut dugaan pelanggaran hukum yang terjadi.
Pengamat publik menilai, lemahnya pengawasan terhadap biro perjalanan umroh kerap membuka celah praktik-praktik yang merugikan jamaah. Kasus ini dinilai menjadi bukti nyata bahwa perlindungan terhadap konsumen, khususnya jamaah ibadah, masih jauh dari optimal.
“Ini bukan sekadar soal bisnis gagal, ini menyangkut keselamatan dan martabat jamaah. Negara tidak boleh abai,” tegas seorang pengamat kebijakan publik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak travel Farhan Surya Indah terkait kondisi jamaah di Jeddah. Sementara itu, para jamaah masih bertahan dalam ketidakpastian, berharap ada langkah cepat dari pemerintah untuk memulangkan mereka dengan selamat.
Kasus ini kembali menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap biro perjalanan umroh, sekaligus memastikan bahwa tidak ada lagi warga negara yang menjadi korban praktik travel yang tidak bertanggung jawab.
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info














