Kasi PMD G. Iswayudi, S.IP. Tegaskan Pengecoran Jalan Sudah Sesuai Standar Mutu, Genangan Air di Desa Bojonggenteng dan Berkah Dipicu Masalah Drainase Lama

- Penulis

Selasa, 4 November 2025 - 02:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Sukabumi-Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kasi PMD) Kecamatan Bojonggenteng, G. Iswayudi, S.IP., mengeluarkan pernyataan resmi malam ini, menanggapi pemberitaan yang beredar mengenai dugaan proyek pengecoran jalan kabupaten yang “tidak tuntas” hingga diklaim menyebabkan banjir di beberapa lokasi.

Pernyataan ini bertujuan meluruskan informasi yang tidak akurat di media, berdasarkan hasil pemantauan langsung di lokasi yang menjadi sorotan.

Hasil Pemantauan Kasi PMD: Kualitas Pengecoran Jalan Dinyatakan Baik
G. Iswayudi, S.IP., menegaskan bahwa hasil pemantauan intensif yang dilakukannya di lokasi proyek menunjukkan bahwa pekerjaan pengecoran jalan kabupaten telah dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis dan standar mutu yang ditentukan.

Genangan air dari drainase yang lama terlihat

“Berdasarkan hasil pemantauan yang kami lakukan hari ini, kami tegaskan bahwa proyek pengecoran jalan kabupaten di wilayah kami sudah berjalan sesuai rencana dan standar pengerjaan. Isu yang menyatakan proyek tidak tuntas hingga menyebabkan banjir besar perlu diluruskan,” ujar G. Iswayudi, S.IP.selasa (4/11/2025)

Genangan Murni Masalah Drainase Lama yang Tersumbat
G. Iswayudi, S.IP. lebih lanjut menjelaskan akar permasalahan genangan air yang sempat terjadi di lokasi tersebut, yang melibatkan area permukiman di dua desa:

“Kami mengklarifikasi, permasalahan yang kami temukan terjadi di beberapa titik, termasuk di sekitar wilayah Desa Bojonggenteng dan Desa Berkah yang menjadi pemberitaan. Masalahnya adalah genangan air sementara akibat buruknya dan tersumbatnya saluran drainase lama di bahu jalan,” tegas Kasi PMD.

“Permasalahan ini murni terletak pada jaringan pembuangan air, dan bukan pada kualitas pengecoran jalan yang baru. Kondisi drainase yang tersumbat menyebabkan air melimpas, namun tidak dapat dikategorikan sebagai ‘banjir besar’ akibat kelalaian proyek. Kualitas infrastruktur jalan yang dibangun adalah solusi jangka panjang,” tambahnya.

READ  Oknum Kades Ramatulo L Terancam Dilaporkan Ke Kejaksaan Perihal Dugaan Korupsi DD Sebanyak 7 Tahap, Begini Kronologis nya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Genangan air dari drainase yang lama tampat terkihat

Komitmen Tindak Lanjut
G. Iswayudi, S.IP. menyatakan bahwa Forkopimcam akan segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan masalah drainase ini:

Kami akan segera berkoordinasi dengan Dinas terkait untuk melaksanakan audit dan perbaikan menyeluruh pada sistem drainase di seluruh lokasi yang tergenang (Desa Bojonggenteng dan Desa Berkah). Hal ini penting agar masalah genangan tidak terulang di musim hujan berikutnya.

Masyarakat Bojonggenteng dan Berkah diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu yang tidak berdasar. Forkopimcam, melalui Kasi PMD dan unsur terkait, akan selalu mengedepankan kepentingan dan kondusifitas wilayah, berdasarkan data dan fakta di lapangan.

(Yls/Yh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Painah Warga Ciheulang Tongoh Bertahun-Tahun Tinggal di Rumah Reyot Tanpa Bantuan, Di Mana Hadirnya Pemerintah untuk Warga Kecil?
Proyek Jalan Rp295 Juta Disorot, Warga Keluhkan Aspal Diduga Tipis dan Mudah Ngeprul, Pelaksana Sebut Pekerjaan Hanya Tiga Hari
Dana Desa 2026 Dipangkas, Kades Selawangi: Banyak Program Pembangunan Terpaksa Tertunda
Kades Cijalingan Apresiasi Malahayati Konsultan Sosialisasi Bahaya Judi Online dan Investasi Ilegal Warganya
PAW Kades Sukaraja Ephar Sayid Abdullah Awali Kepemimpinan dengan Konsolidasi, Camat Sukaraja Dorong Tata Kelola Transparan
Diduga BLT Desa Soleh Dibagikan Tanpa Libatkan BPD, Warga Desak Transparansi dan Pertanyakan Validitas Penerima Manfaat
Bentengi Pesisir dari Abrasi, Bhabinkamtibmas Desa Bungur Bersama Warga Tanam Mangrove Sambut HUT Bhayangkara ke-80″
Skandal Tanah Bengkok Desa Munjul: Diduga Dihibahkan Diam-Diam, Kini Jadi Ladang Bisnis di Atas Aset Desa
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 10:10 WIB

Painah Warga Ciheulang Tongoh Bertahun-Tahun Tinggal di Rumah Reyot Tanpa Bantuan, Di Mana Hadirnya Pemerintah untuk Warga Kecil?

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:24 WIB

Proyek Jalan Rp295 Juta Disorot, Warga Keluhkan Aspal Diduga Tipis dan Mudah Ngeprul, Pelaksana Sebut Pekerjaan Hanya Tiga Hari

Senin, 20 Juli 2026 - 14:07 WIB

Dana Desa 2026 Dipangkas, Kades Selawangi: Banyak Program Pembangunan Terpaksa Tertunda

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:30 WIB

Kades Cijalingan Apresiasi Malahayati Konsultan Sosialisasi Bahaya Judi Online dan Investasi Ilegal Warganya

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:14 WIB

PAW Kades Sukaraja Ephar Sayid Abdullah Awali Kepemimpinan dengan Konsolidasi, Camat Sukaraja Dorong Tata Kelola Transparan

Berita Terbaru