Suararakyat.info.Padang– Suasana sempat memanas di kawasan Tanah Garapan, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada Senin (28/7/2025) sore. Ketegangan terjadi saat sekelompok warga mendatangi sebuah rumah yang tengah digunakan untuk kegiatan doa bersama oleh umat Nasrani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa bermula sekitar pukul 16.00 WIB ketika sekitar 30 jemaat umat Nasrani, termasuk 61 anak-anak, melaksanakan kegiatan doa bersama di kediaman seorang tokoh rohani bernama Fatiaro Dachi (57), warga asal Nias yang beralamat di Parak Karakah Vilano Tahap 2 Blok BB No. 09 RT 02/RW 05, Kelurahan Kubu Dalam, Kecamatan Padang Timur.
Warga sekitar lokasi kegiatan, khususnya dari wilayah Tanah Garapan RT 03 RW 09, mempertanyakan legalitas kegiatan ibadah tersebut. Salah satu warga yang turut menyaksikan peristiwa ini, Yen Danir (52), seorang buruh harian lepas asal suku Koto, menanyakan apakah kegiatan tersebut telah mengantongi izin dari tokoh masyarakat setempat maupun dari aparat kepolisian.
Ketegangan meningkat seiring perdebatan antara warga dan pihak penyelenggara kegiatan doa. Perdebatan yang berlangsung cukup sengit akhirnya berujung pada keributan. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan potensi konflik horizontal di tengah masyarakat yang majemuk.
Mendapat laporan kejadian tersebut, pihak kepolisian melalui Perwira Pengawas (Pawas) bersama personel Brimob, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa Kelurahan Padang Sarai segera mendatangi lokasi untuk meredakan situasi. Aparat kemudian membubarkan kerumunan warga, menenangkan kedua belah pihak, dan menyarankan agar persoalan diselesaikan melalui musyawarah mufakat.

Guna menjaga situasi tetap kondusif, pihak kepolisian memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian. Sejumlah saksi turut dimintai keterangan, termasuk Yanimar Laiya (54), seorang ibu rumah tangga asal Nias yang berdomisili di kawasan Batas Kota.
Menindaklanjuti insiden tersebut, pihak Kepolisian Sektor Koto Tangah dijadwalkan menggelar rapat koordinasi dengan stakeholder terkait di kantor Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Padang Sarai pada pukul 19.30 WIB malam ini. Rapat akan melibatkan unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan aparat keamanan guna mencari solusi bersama yang menjunjung tinggi prinsip toleransi dan ketertiban umum.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian telah kondusif. Namun, aparat kepolisian tetap siaga untuk mengantisipasi potensi gejolak susulan.
(Athia)














