Suararakyat.info.Jakarta– Dalam rangka memperkuat ketahanan nasional dan mencetak pemimpin strategis masa depan, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Wamenko Polhukam) Letjen TNI (Purn.) Lodewijk Freidrich Paulus memberikan kuliah umum kepada para peserta pendidikan Lemhannas RI di Jakarta, Kamis (3/7/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh Peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVIII dan Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXV Tahun Anggaran 2025. Dalam kesempatan tersebut, Lodewijk mengusung tema kuliah umum bertajuk “Arah Kebijakan Geopolitik dan Geostrategis Indonesia Memperkokoh Stabilitas Politik dan Keamanan Indonesia”, yang secara garis besar menekankan pada pentingnya kesiapan nasional dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
“Para peserta Lemhannas adalah individu-individu pilihan dari unsur TNI, Polri, dan ASN. Setelah menyelesaikan pendidikan ini, mereka diharapkan mampu tampil sebagai pemimpin nasional yang tangguh, visioner, dan berintegritas,” ujar Wamenko Polhukam Lodewijk dalam sambutannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam paparannya, Lodewijk menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara maju dan makmur. Ia menyebutkan kekayaan sumber daya alam (SDA), ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang produktif, serta posisi geografis yang sangat strategis sebagai tiga modal utama yang harus dikelola secara bijak dan berkelanjutan.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa kemajuan tersebut tidak akan tercapai dengan mudah. “Seperti yang disampaikan oleh Presiden RI, apakah kita akan menjadi negara maju dan sejahtera sangat ditentukan oleh kemampuan kita dalam menghadapi tantangan-tantangan strategis global dan nasional,” ungkap Lodewijk.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tantangan global seperti perubahan geopolitik, krisis energi, hingga konflik regional dan nasional harus disikapi dengan strategi kebijakan yang adaptif, sinergis, dan inklusif.
Pada kesempatan itu, Lodewijk juga mengajak seluruh kepala daerah untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Pusat dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan strategis. “Kami tidak bermaksud mengintervensi kemandirian atau otonomi daerah. Namun perlu ada kesinambungan antara program strategis nasional dan kebijakan lokal agar pembangunan bisa berjalan efektif dan terintegrasi,” tegasnya.
Menurutnya, hanya dengan penyelarasan visi dan kolaborasi antara semua elemen bangsa—baik sipil maupun militer, pusat dan daerah—Indonesia akan mampu mewujudkan cita-cita besar menjadi negara yang berdaulat, adil, dan makmur pada tahun 2045.
Kuliah umum ini juga menjadi bagian dari upaya Lemhannas RI dalam membentuk karakter kepemimpinan nasional yang mampu berpikir strategis dan bertindak demi kepentingan bangsa dan negara di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
(Swd)














