Ratusan Buruh Gelar Aksi di Depan PT Yamaha Music Manufacturing Asia MM2100, Dua Akses Jalan Ditutup

- Penulis

Senin, 23 Juni 2025 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Bekasi – Ratusan buruh yang tergabung dalam serikat pekerja menggelar aksi unjuk rasa di depan PT Yamaha Music Manufacturing Asia (YMMA), Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Senin (23/6/2025).

Dalam aksinya, massa buruh menutup dua akses jalan di kawasan tersebut, tepatnya di depan PT YMMA Jalan Irian. Penutupan jalur mulai terjadi sejak pukul 09.00 WIB. Ratusan sepeda motor milik peserta aksi diparkir di tengah jalan sehingga menutup akses kendaraan dari kedua arah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang pengguna jalan, Dheka (31), mengaku terganggu dengan aksi tersebut. Ia tidak mengetahui sebelumnya akan ada demonstrasi dan terpaksa memutar arah untuk mencapai tujuannya.

“Saya belum tahu sebelumnya ada aksi demo, tapi ini jalurnya ditutup. Lewat sini jadi jauh, harus muter,” ujar Dheka di lokasi kepada media.

Ia berharap aksi dapat berjalan tertib dan tidak mengganggu hak pengguna jalan lainnya. “Ya tertib aja dong, jangan ganggu hak orang lain. Mau jalan jadi susah,” keluhnya.

READ  Ratusan Buruh PT Yamaha Music Manufacturing Asia Gelar Aksi di Kawasan MM2100, Tuntut Pembatalan PHK

Menanggapi situasi tersebut, Kabag Ops Polres Metro Bekasi AKBP Alin Kuncoro mengatakan, sebanyak 250 personel gabungan dari Polres Metro Bekasi, Polda Metro Jaya, dan Brimob dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi.

“Dari Polres 250 personel, ditambah dua kompi dari Polda dan Brimob,” ungkapnya.

Terkait penutupan jalan, pihak kepolisian telah meminta agar akses dibuka setidaknya pada satu jalur untuk menjaga kelancaran lalu lintas. “Nanti akan ditangani teman-teman dari Satuan Lalu Lintas,” tambah Alin.

Aksi unjuk rasa ini dilakukan untuk menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain:

Membatalkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap Ketua dan Sekretaris PUK SPSEE FSPMI PT YMMA.

Mencabut surat peringatan (SP) yang diberikan kepada pengurus serikat.

Mengembalikan pemotongan upah buruh.

Menyepakati penyesuaian upah tahun 2025 di PT YMMA. Tutupnya.

 

Ka Biro Bekasi, Jawa Barat (Pers Nasional): Haris Pranatha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi
Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan
Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan
Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim
Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!
DPRD Sukabumi Sikat HGU Bermasalah, Iwan Ridwan: Tak Ada Toleransi untuk Izin Mati
Isu Revisi Ditolak Mentah, Ketua DPRD Kota Sukabumi Tegaskan Minhol Nol Persen Tetap Berlaku
Tol Bocimi Melaju, Jalan Kabupaten Terluka: Ayi Permana Desak Tanggung Jawab
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:40 WIB

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:28 WIB

Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:44 WIB

Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:19 WIB

Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:01 WIB

Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!

Berita Terbaru