Menuju Swasembada Gula 2026: Kementerian Pertanian Dorong Enam Strategi Kunci Demi Kesejahteraan Petani dan Ketahanan Pangan Nasional

- Penulis

Jumat, 13 Juni 2025 - 00:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta— Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian terus memperkuat langkah nyata menuju cita-cita besar swasembada gula nasional. Dalam rangka mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat ketahanan pangan nasional, Kementan telah merumuskan enam strategi kunci yang difokuskan pada peningkatan produktivitas, efisiensi budidaya, dan keberlanjutan kesejahteraan petani tebu di seluruh Indonesia.

Menteri Pertanian menegaskan bahwa transformasi sektor pergulaan tidak bisa dilakukan secara parsial. Oleh karena itu, enam pilar utama menjadi fokus intervensi pemerintah, yaitu: penguatan sistem penyuluhan pertanian, perbaikan sistem pengelolaan kebun, penyediaan sarana produksi pertanian (saprotan), penyediaan irigasi yang memadai, perbaikan kualitas tanah, serta penguatan kebijakan harga yang berpihak pada petani tebu.

“Peningkatan produktivitas tak akan berhasil tanpa dukungan menyeluruh terhadap para petani. Mereka adalah garda terdepan ketahanan pangan kita,” ujar Amran Sulaiman dalam keterangan resminya.(13/6/2025)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Target ambisius ini tidak hanya melibatkan Kementerian Pertanian semata. Pemerintah pusat menggandeng pemerintah daerah, BUMN sektor pangan, serta swasta untuk bahu-membahu mendukung program perluasan lahan dan peningkatan produktivitas tebu nasional. Sinergi lintas sektor ini diyakini akan mampu mendorong pemenuhan kebutuhan gula konsumsi nasional secara mandiri paling lambat tahun 2026.

“Kerja sama antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta menjadi prasyarat utama keberhasilan swasembada ini. Kita harus mengoptimalkan potensi agraria Indonesia secara maksimal,” tambahnya.

READ  DPRD Buru Gelar Rapat Lintas Komisi, Masalah Listrik Jadi Sorotan Utama

Selain untuk konsumsi rumah tangga, pemerintah juga membidik pemenuhan kebutuhan gula industri agar Indonesia tidak terus menerus membuang devisa negara untuk impor. Berdasarkan data yang ada, impor gula untuk kebutuhan industri dan konsumsi menyedot puluhan triliun rupiah setiap tahunnya.

Dengan keberhasilan program swasembada ini, Indonesia bukan hanya akan menghemat devisa negara secara signifikan, tapi juga memberi ruang lebih besar bagi petani lokal untuk sejahtera melalui harga tebu yang adil dan stabil.

Dalam lima tahun terakhir, luas lahan perkebunan tebu mengalami stagnasi di beberapa daerah akibat alih fungsi lahan dan lemahnya insentif produksi. Oleh sebab itu, pemerintah menargetkan perluasan lahan tebu berbasis kawasan, terutama di luar Pulau Jawa yang masih memiliki potensi besar namun belum tergarap maksimal.

Langkah ini dibarengi dengan modernisasi alat dan sistem budidaya agar hasil panen per hektare bisa meningkat secara signifikan. Penyediaan varietas unggul, peningkatan kapasitas penyuluh, dan adopsi teknologi digital pertanian menjadi bagian dari strategi jangka menengah.

Kementerian Pertanian optimistis bahwa dengan pendekatan yang tepat dan kolaboratif, Indonesia akan mampu mewujudkan swasembada gula secara berkelanjutan, bukan hanya sekadar mengejar target angka, tetapi memastikan bahwa petani menjadi subjek utama pembangunan nasional di sektor pangan.

 

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kesbangpol Kota Sorong Perkuat Transparansi Keuangan Forum Lintas Suku Papua Raya
Musorprovlub KONI Papua Barat Daya 2026 Resmi Dibuka, Gubernur Ajak Bersatu Raih Prestasi Olahraga
Bappeda Kota Sorong Perkuat Kualitas Renja OPD Melalui Bimtek 2026, Langkah Strategis Wujudkan Perencanaan Berkualitas
Lewat Rakor dan Lokmin, Camat Sukaraja Dorong Sinergi Kesehatan, Kesiapsiagaan Kemarau, dan Persatuan Warga
Bupati Herman Tegaskan Percepatan Kinerja OPD, Ingatkan ASN Tingkatkan Disiplin dan Tanggung Jawab
MANTAP ” 95 Sekolah di Kepulauan Meranti Lolos Program Revitalisasi 2026, 21 Sekolah Masuki Tahap Pelaksanaan
Audiensi Bupati Asmar Berbuah Komitmen BNPP RI Kawal Pembangunan Kawasan Perbatasan Meranti
Optimalkan PAD demi Percepatan Pembangunan, Bapenda Kabupaten Sukabumi Perkuat Pendataan PKB dan BBNKB Melalui Aplikasi Srikandi Jawara
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:14 WIB

Kesbangpol Kota Sorong Perkuat Transparansi Keuangan Forum Lintas Suku Papua Raya

Rabu, 29 Juli 2026 - 04:03 WIB

Musorprovlub KONI Papua Barat Daya 2026 Resmi Dibuka, Gubernur Ajak Bersatu Raih Prestasi Olahraga

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:50 WIB

Bappeda Kota Sorong Perkuat Kualitas Renja OPD Melalui Bimtek 2026, Langkah Strategis Wujudkan Perencanaan Berkualitas

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:21 WIB

Lewat Rakor dan Lokmin, Camat Sukaraja Dorong Sinergi Kesehatan, Kesiapsiagaan Kemarau, dan Persatuan Warga

Selasa, 28 Juli 2026 - 03:20 WIB

Bupati Herman Tegaskan Percepatan Kinerja OPD, Ingatkan ASN Tingkatkan Disiplin dan Tanggung Jawab

Berita Terbaru