SUARARAKYAT || SUKABUMI – Pemerintah Kecamatan Sukaraja menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang dirangkaikan dengan Lokakarya Mini (Lokmin) Triwulanan Puskesmas Sukaraja dan Puskesmas Limbangan di Aula Kecamatan Sukaraja, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di tingkat kecamatan, terutama di bidang kesehatan, kebencanaan, serta ketertiban dan keamanan masyarakat.
Rakor dan Lokmin dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), kepala UPTD, para kepala desa, unsur pendidikan, tenaga kesehatan, tokoh agama, tokoh pemuda, kader Posyandu, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang berada di wilayah Kecamatan Sukaraja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Camat Sukaraja, Arid Ahmad Ridwan, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor merupakan fondasi penting dalam memastikan setiap program pemerintah dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
” Berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat memerlukan kolaborasi seluruh elemen, bukan hanya pemerintah.’ ungkapnya
Ia menjelaskan, Lokakarya Mini menjadi momentum untuk memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan dasar.
” Melalui forum tersebut, seluruh pihak didorong untuk terus mengedukasi masyarakat agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, sekaligus meningkatkan kesadaran ibu hamil, orang tua balita, serta kelompok sasaran lainnya untuk memanfaatkan layanan Posyandu dan Puskesmas secara rutin.” Ucapnya
Pada kesempatan itu, Pemerintah Kecamatan bersama jajaran Puskesmas juga mulai menyosialisasikan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.
” Jadi dengan adanya Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan cakupan imunisasi bagi anak usia sekolah sebagai langkah preventif dalam melindungi mereka dari berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.’ terangnya
Selain isu kesehatan, Arid mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang berisiko meningkat selama musim kemarau. Hal itu sejalan dengan Surat Edaran Bupati Sukabumi tentang Status Siaga Darurat Kekeringan yang berlaku sejak 23 Juli hingga 30 September 2026.
‘ Kami mengimbau masyarakat untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun instansi terkait apabila menemukan indikasi kebakaran atau kondisi lain yang berpotensi membahayakan lingkungan, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.’ tuturnya
Lebih jauh, Arid mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, insan pendidikan, hingga generasi muda, untuk terus memperkuat semangat persatuan, kepedulian sosial, dan budaya gotong royong.
” Dengan kondisi wilayah yang aman, sehat, dan kondusif merupakan prasyarat penting dalam mendukung terwujudnya visi Kabupaten Sukabumi yang Mubarokah.” Katanya
Di tengah derasnya arus informasi digital, Arid juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial.
Ia menekankan pentingnya mengedepankan akurasi, objektivitas, serta melakukan verifikasi terhadap setiap informasi sebelum disebarluaskan agar tidak memicu kesalahpahaman maupun keresahan di tengah masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Mari membangun budaya bermedia sosial yang sehat dengan selalu melakukan verifikasi informasi, sehingga kondusivitas wilayah Kecamatan Sukaraja maupun Kabupaten Sukabumi dapat terus terjaga,” ujar Arid.
Penulis : Prima RK
Editor : Redaksi
Sumber Berita: SUARARAKYAT.info














