Transmigrasi sebagai Strategi Pembangunan: Menteri Iftitah Soroti Peran SDM dalam Pertumbuhan Ekonomi Nasional

- Penulis

Kamis, 29 Mei 2025 - 01:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Bandung-Transmigrasi bukan lagi sekadar program pemindahan penduduk, melainkan harus dipahami sebagai strategi besar pembangunan nasional. Hal ini disampaikan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Iftitah Rachman, saat menjadi pembicara kunci dalam seminar nasional bertema “Transmigrasi Baru, Indonesia Maju” yang diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu (28/5).

Dalam paparannya, Menteri Iftitah menekankan bahwa transmigrasi harus mengalami reorientasi. Tidak cukup hanya memindahkan penduduk dari wilayah padat ke wilayah yang masih rendah tingkat huniannya, tetapi harus disertai dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan infrastruktur ekonomi, dan integrasi dengan sektor-sektor strategis nasional.

“Transmigrasi harus menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengatasi ketimpangan wilayah dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Peningkatan kualitas SDM adalah kunci, karena hanya dengan SDM yang unggul, kita bisa menarik investasi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Iftitah di hadapan ratusan mahasiswa dan akademisi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program transmigrasi baru didesain untuk lebih responsif terhadap tantangan global, seperti urbanisasi berlebihan, krisis pangan, dan perubahan iklim. Pemerintah, kata Iftitah, mendorong agar kawasan transmigrasi tidak lagi dianggap sebagai wilayah marjinal, tetapi sebagai kawasan strategis dengan potensi besar.

READ  Menteri Transmigrasi: Bonus Demografi dan Kekayaan Alam Harus Jadi Kekuatan Produktif Menuju Indonesia Maju

“Kita ingin menciptakan kawasan transmigrasi yang terintegrasi dengan hilirisasi industri, ketahanan pangan, dan pariwisata berbasis kearifan lokal. Ini bukan utopia, tetapi visi yang bisa kita wujudkan bersama,” tegasnya.

Acara yang digelar di Aula Barat ITB itu mendapat antusiasme tinggi dari kalangan civitas akademika. Banyak peserta seminar menyampaikan pertanyaan kritis terkait implementasi transmigrasi masa kini, khususnya dalam konteks perlindungan lingkungan, partisipasi masyarakat lokal, dan keterlibatan swasta.

Menteri Iftitah menanggapi berbagai pertanyaan dengan optimisme, seraya menegaskan bahwa pemerintah membuka ruang kolaborasi dengan kampus-kampus dan pihak swasta untuk merancang model transmigrasi yang berkelanjutan.

“ITB dan perguruan tinggi lainnya memiliki peran penting dalam riset, inovasi teknologi, dan pendampingan masyarakat. Kita ingin pendekatan transmigrasi tidak lagi bersifat top-down, tapi berbasis data, ilmu pengetahuan, dan kebutuhan riil masyarakat,” pungkasnya.

Dengan semangat baru tersebut, pemerintah berharap transmigrasi bisa menjadi motor penggerak Indonesia yang lebih merata, maju, dan inklusif. Seminar ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian dialog kebijakan yang akan digelar di berbagai kampus untuk merumuskan arah baru pembangunan berbasis wilayah.

 

(Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Mangrove Sedunia 2026 Kapolres Kepulauan Meranti Tegaskan Pelestarian Lingkungan Tanggung Jawab Bersama.
Ratusan Dapur MBG Ditutup Permanen, BGN Tegas: Pelanggaran Higienitas dan Keracunan Tak Bisa Ditoleransi
Buka Rakernis Intelkam 2026, Kapolda Papua Barat Daya: Intelijen adalah Mata dan Telinga Kesatuan
Sorotan Publik Menguat, Penahanan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dinilai Harus Menjunjung Asas Kesetaraan di Hadapan Hukum
Diduga Serang Kehormatan Melalui Komentar TikTok, ATHIA Layangkan Ultimatum 1×24 Jam: Buktikan Tuduhan atau Klarifikasi Secara Terbuka
Penggeledahan  di Rumah Kadis PUPR Bengkulu, KPK Sita Lima Koper dan Sejumlah Kardus Barang Bukti
FABEM Jabar Dorong Penguatan Rantai Pasok Nasional, Nilai Figur Berpengalaman Peternakan Dibutuhkan untuk Dampingi Menteri Pertanian
9 Hari TMMD Ke-129 di Kampung Sesor, Pembangunan Melaju Pesat, Semangat Gotong Royong Kian Menguat
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:42 WIB

Hari Mangrove Sedunia 2026 Kapolres Kepulauan Meranti Tegaskan Pelestarian Lingkungan Tanggung Jawab Bersama.

Selasa, 28 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ratusan Dapur MBG Ditutup Permanen, BGN Tegas: Pelanggaran Higienitas dan Keracunan Tak Bisa Ditoleransi

Senin, 27 Juli 2026 - 14:56 WIB

Buka Rakernis Intelkam 2026, Kapolda Papua Barat Daya: Intelijen adalah Mata dan Telinga Kesatuan

Senin, 27 Juli 2026 - 05:21 WIB

Sorotan Publik Menguat, Penahanan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dinilai Harus Menjunjung Asas Kesetaraan di Hadapan Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:13 WIB

Diduga Serang Kehormatan Melalui Komentar TikTok, ATHIA Layangkan Ultimatum 1×24 Jam: Buktikan Tuduhan atau Klarifikasi Secara Terbuka

Berita Terbaru