Menteri Transmigrasi: Bonus Demografi dan Kekayaan Alam Harus Jadi Kekuatan Produktif Menuju Indonesia Maju

- Penulis

Jumat, 13 Juni 2025 - 03:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta- Dalam pidato kuncinya di ajang International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia berada di titik krusial untuk memanfaatkan dua modal besar bangsa: bonus demografi dan kekayaan sumber daya alam. Menurutnya, dua potensi ini harus diolah dan diarahkan menjadi kekuatan produktif dalam rangka mewujudkan visi Indonesia Maju.

Dalam forum internasional yang dihadiri oleh pejabat tinggi negara, investor asing, perwakilan badan pembangunan global, dan akademisi dari berbagai negara, Iftitah menekankan bahwa saat ini Indonesia tidak bisa lagi bergantung pada pola pembangunan yang eksploitatif dan sentralistik. Ia menyerukan transformasi kebijakan infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berkeadilan sosial, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat desa dan kawasan pinggiran.

“Bonus demografi bukan sekadar angka. Ini adalah peluang sejarah. Jutaan tenaga kerja muda Indonesia adalah kekuatan strategis. Tapi jika kita tidak menyiapkan sistem, pendidikan, dan infrastruktur pendukung yang merata, maka bonus ini bisa berubah menjadi beban,” ujar Iftitah di hadapan ratusan peserta konferensi.(13/6/2025)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dengan agenda pemerataan dan pembangunan kawasan transmigrasi. Menurut Iftitah, kawasan transmigrasi harus dikembangkan sebagai pusat-pusat ekonomi baru berbasis potensi lokal yang mampu menyerap tenaga kerja produktif dan mengurangi beban kota besar akibat urbanisasi yang tidak terkendali.

READ  Hadiri Pelantikan Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) 2025-2027, Bamsoet Dorong APLI Terus Tingkatkan Industri Penjualan Langsung di Indonesia

Lebih lanjut, Iftitah menyampaikan bahwa kekayaan alam Indonesiadari hasil tambang, hutan, hingga lahan pertanian yang luas—tidak boleh hanya menjadi komoditas ekspor mentah. Ia mendorong hilirisasi industri berbasis sumber daya lokal yang dikelola secara adil dan lestari.

“Kekayaan alam kita bukan kutukan, tapi bisa jadi anugerah besar jika dikelola dengan bijak. Pemerintah mendorong kolaborasi lintas sektor pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sipil untuk membangun ekosistem pembangunan yang inklusif,” kata Menteri asal Sumatera Barat tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa infrastruktur bukan hanya soal jalan dan jembatan, tetapi juga soal akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, air bersih, dan energi. Dalam konteks ini, Kementerian Transmigrasi, menurutnya, terus mendorong agar pembangunan kawasan terpencil dan terluar tidak tertinggal dalam agenda nasional.

Sebagai penutup, Iftitah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga semangat gotong royong dalam pembangunan nasional. Ia menyebutkan bahwa visi Indonesia Maju hanya bisa tercapai jika seluruh potensi bangsa digerakkan secara kolektif dan terorganisasi.

Konferensi ICI 2025 sendiri mengangkat tema “Equitable Infrastructure for Sustainable Future” dan berlangsung selama tiga hari, menghadirkan lebih dari 40 pembicara dari berbagai negara dan membahas isu-isu strategis seperti transisi energi, digitalisasi infrastruktur, serta konektivitas antarwilayah di kawasan Asia Tenggara.

 

(Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Mangrove Sedunia 2026 Kapolres Kepulauan Meranti Tegaskan Pelestarian Lingkungan Tanggung Jawab Bersama.
Ratusan Dapur MBG Ditutup Permanen, BGN Tegas: Pelanggaran Higienitas dan Keracunan Tak Bisa Ditoleransi
Buka Rakernis Intelkam 2026, Kapolda Papua Barat Daya: Intelijen adalah Mata dan Telinga Kesatuan
Sorotan Publik Menguat, Penahanan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dinilai Harus Menjunjung Asas Kesetaraan di Hadapan Hukum
Diduga Serang Kehormatan Melalui Komentar TikTok, ATHIA Layangkan Ultimatum 1×24 Jam: Buktikan Tuduhan atau Klarifikasi Secara Terbuka
Penggeledahan  di Rumah Kadis PUPR Bengkulu, KPK Sita Lima Koper dan Sejumlah Kardus Barang Bukti
FABEM Jabar Dorong Penguatan Rantai Pasok Nasional, Nilai Figur Berpengalaman Peternakan Dibutuhkan untuk Dampingi Menteri Pertanian
9 Hari TMMD Ke-129 di Kampung Sesor, Pembangunan Melaju Pesat, Semangat Gotong Royong Kian Menguat
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:42 WIB

Hari Mangrove Sedunia 2026 Kapolres Kepulauan Meranti Tegaskan Pelestarian Lingkungan Tanggung Jawab Bersama.

Selasa, 28 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ratusan Dapur MBG Ditutup Permanen, BGN Tegas: Pelanggaran Higienitas dan Keracunan Tak Bisa Ditoleransi

Senin, 27 Juli 2026 - 14:56 WIB

Buka Rakernis Intelkam 2026, Kapolda Papua Barat Daya: Intelijen adalah Mata dan Telinga Kesatuan

Senin, 27 Juli 2026 - 05:21 WIB

Sorotan Publik Menguat, Penahanan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dinilai Harus Menjunjung Asas Kesetaraan di Hadapan Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:13 WIB

Diduga Serang Kehormatan Melalui Komentar TikTok, ATHIA Layangkan Ultimatum 1×24 Jam: Buktikan Tuduhan atau Klarifikasi Secara Terbuka

Berita Terbaru