Kemendagri Bahas Berbagai Isu Strategis Kepemiluan Bersama Pakar

- Penulis

Jumat, 24 Januari 2025 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Isu-Isu Strategis dalam Sistem Kepemiluan di Indonesia”. Dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, diskusi ini menghadirkan sejumlah pakar kepemiluan dari berbagai bidang. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang Utama (RSU) Kantor Pusat Kemendagri pada Kamis, 23 Januari 2025.

 

Dalam arahannya, Wamendagri Bima Arya menekankan pentingnya diskusi berbasis ilmiah dan partisipasi publik sebagai langkah awal untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) di Indonesia. Dia mengatakan, diskusi ini merupakan kick-off dari rangkaian pertemuan selanjutnya yang melibatkan daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Saya akan memandu agar waktu berjalan efektif, karena kita membutuhkan betul-mungkin ini bukan pertemuan yang pertama, nanti akan ada serangkaian ada FGD dan kita ingin sekali agar teman-teman di daerah juga bisa terlibat,” ungkapnya.

 

Wamendagri Bima juga menyoroti beberapa isu strategis kepemiluan yang perlu didalami. Hal itu seperti pertanyaan soal revisi Undang-Undang Pemilu dan Pilkada apakah akan berada di bawah payung omnibus law politik atau cukup fokus pada dua undang-undang tersebut. Kemudian juga terkait presidential threshold dan implikasi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memungkinkan semua partai politik mencalonkan presiden.

 

Kemudian ada pula isu manfaat dan dampak Pilkada langsung dibandingkan dengan Pilkada melalui DPRD, khususnya terkait biaya politik yang tinggi, hingga keserentakan Pemilu dan dampaknya terhadap tingkat partisipasi politik. “Kita ingin kita agar bisa fokus ke isu-isu utama tapi kalau nanti ada tambahan silakan,” tambahnya.

READ  [Breaking News] KPK OTT Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer 

 

Sementara itu, Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Dia mengatakan, melalui FGD tersebut, pihaknya optimistis dapat terus menggali dan memetakan permasalahan utama yang memengaruhi kualitas demokrasi di Indonesia.

 

Tidak hanya itu, diskusi ini juga diharapkan dapat mengeksplorasi model demokrasi dan sistem kepemiluan yang ideal sesuai dengan karakteristik masyarakat Indonesia dan tantangan global. Hasil diskusi ini nantinya akan menjadi rekomendasi perbaikan terhadap sistem kepemiluan di Indonesia.

 

“Salah satu tujuan dari kegiatan ini yakni mengeksplorasi bentuk model demokrasi dan sistem kepemiluan yang ideal, sesuai dengan nilai-nilai budaya, karakteristik masyarakat Indonesia dan tuntutan globalisasi,” jelas Yusharto.

 

Sebagai informasi, dalam forum tersebut BSKDN Kemendagri menghadirkan sejumlah pakar yang memiliki perhatian terhadap isu kepemiluan. Mereka di antaranya Dewan Penasihat Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Saiful Mujani; Direktur Eksekutif Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Khoirunnisa Nur Agustyati; Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Rendy N.S. Umboh; serta Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam International Indonesia (UIII) Philips J. Vermonte.

 

Kemudian ada pula Founder Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi; Direktur Eksekutif Charta Politika Paulus Julius Yunarto Wijaya; Peneliti CSIS Arya Fernandes; Dosen Fakultas Hukum UI Titi Anggraini; The Asia Foundation Mochamad Mustafa; Dosen Universitas Katolik Parahyangan Bonggas Adhi Chandra; serta Akademisi Universitas Nasional Australia Marcus Mietzner.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerindra Menggelar Natal Nasional di Kota Sorong, Hashim Djojohadikusomo Tegaskan Persatuan dan Toleransi
Kepala Staf Kepresidenan RI Berikan Apresiasi kepada Polri atas Pembangunan Hunian Tetap di Aceh Tamiang
KKP Siap Jadi Katalisator Produk Halal Perikanan
Prof Dr Sutan Nasomal: Negara Tak Boleh Kalah oleh Spekulasi Orang Kaya, Presiden Diminta Terbitkan Keppres Ekonomi Nasional
Firman Wijaya: Kritik Perlu Dilindungi, Serangan Martabat Presiden Harus Dipisahkan
Awal Tahun 2026 yang Menguras Energi Pramono
Tragedi Kemanusiaan Lansia Tajur Halang: Dugaan Kriminalisasi, Penyanderaan, dan Rekayasa ODGJ terhadap Ny. Hotma Parulian Tobing
Imigrasi Tangerang Perluas Layanan Paspor Akhir Pekan, Buka Gerai di Tangcity Mall Setiap Sabtu
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 07:32 WIB

Gerindra Menggelar Natal Nasional di Kota Sorong, Hashim Djojohadikusomo Tegaskan Persatuan dan Toleransi

Jumat, 16 Januari 2026 - 06:53 WIB

Kepala Staf Kepresidenan RI Berikan Apresiasi kepada Polri atas Pembangunan Hunian Tetap di Aceh Tamiang

Jumat, 16 Januari 2026 - 03:08 WIB

KKP Siap Jadi Katalisator Produk Halal Perikanan

Jumat, 16 Januari 2026 - 00:21 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal: Negara Tak Boleh Kalah oleh Spekulasi Orang Kaya, Presiden Diminta Terbitkan Keppres Ekonomi Nasional

Jumat, 16 Januari 2026 - 00:14 WIB

Firman Wijaya: Kritik Perlu Dilindungi, Serangan Martabat Presiden Harus Dipisahkan

Berita Terbaru