Catatan Redaksi: Pemerintah Tidak Perlu Risih,Wartawan Bukan Musuh, Kebenaran Harus Menjadi Panglima

- Penulis

Selasa, 26 Agustus 2025 - 23:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Sukabumi– Dalam dinamika penyelenggaraan pemerintahan desa maupun lembaga pemerintahan pada umumnya, hubungan antara pejabat publik dan insan pers sering kali dipenuhi dengan rasa curiga. Tidak jarang, sebagian kepala desa atau pejabat pemerintah merasa risih bahkan takut saat berhadapan dengan wartawan. Padahal, pada hakikatnya wartawan bukanlah musuh, melainkan mitra dalam menyuarakan kebenaran dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.rabu (27/8/2025)

Jika sebuah program, kegiatan, atau kebijakan dijalankan dengan benar, transparan, dan sesuai aturan, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari kehadiran wartawan. Justru pers dapat menjadi corong untuk menyampaikan capaian positif kepada publik. Namun sebaliknya, bila terdapat kesalahan, penyimpangan, atau pelanggaran hukum dalam pelaksanaan tugas pemerintahan, maka wartawan memiliki kewajiban moral dan profesional untuk membongkar serta mempublikasikannya.

Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menegaskan bahwa pers memiliki fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Dalam Pasal 6 huruf d, UU Pers menyatakan dengan jelas bahwa pers berperan “melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.”

Lebih jauh, wartawan juga terikat dengan Kode Etik Jurnalistik yang mengatur bahwa setiap berita harus disajikan secara akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk. Wartawan wajib menguji informasi, menghormati privasi, tidak menyuap, dan selalu menempuh cara-cara yang profesional dalam memperoleh maupun menyajikan berita. Artinya, setiap publikasi yang diterbitkan harus berdasarkan fakta, bukan opini kosong atau fitnah.

Dengan demikian, tidak ada alasan bagi pemerintah desa maupun pejabat publik lainnya untuk merasa terancam oleh keberadaan wartawan, selama mereka bekerja sesuai aturan. Justru transparansi, keterbukaan informasi, serta komunikasi yang baik akan membuat hubungan antara pemerintah dan pers berjalan harmonis.

Di sisi lain, redaksi SUARARAKYAT menegaskan komitmen untuk terus berpegang pada prinsip jurnalistik yang sehat. Kritik yang disampaikan pers bukanlah untuk menjatuhkan, melainkan sebagai upaya menjaga akuntabilitas dan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

Akhir kata, mari kita pahami bersama: wartawan bukan musuh, melainkan pengawal demokrasi. Bila kerja pemerintah benar, pers akan menjadi mitra terbaik. Tetapi bila ada kesalahan, pers wajib mengungkapkannya untuk kepentingan publik

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yakub F Ismail : Tekanan Ganda Ekonomi Indonesia
Dari Depresi Berat Menuju Kepemimpinan Nasional: Transformasi Donny Andretti dan Lahirnya Berbagai Organisasi di Indonesia
Koruptor Hidup Mewah, Rakyat Mati Lapar: Saatnya Hukuman Mati dan Perampasan Aset
Para Serigala Penipu Berkedok Investasi yang Bersembunyi di Balik Korporasi Kini Dapat Dilibas dan Dimintai Pertanggungjawaban Pidana
Korupsi Tidak Pernah Berhenti, Indonesia Darurat Korupsi
Menutup Pintu Impunitas, Membuka Jalan Keadilan bagi Pers
Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI harus Waspada Reaksi Alam Sampai Bencana Hujan Mikroplastik Indonesia
Yakub F Ismail: Membaca Mens Rea: Komedi dan Kritik Sosial
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 14:54 WIB

Yakub F Ismail : Tekanan Ganda Ekonomi Indonesia

Minggu, 15 Februari 2026 - 01:33 WIB

Dari Depresi Berat Menuju Kepemimpinan Nasional: Transformasi Donny Andretti dan Lahirnya Berbagai Organisasi di Indonesia

Rabu, 11 Februari 2026 - 05:14 WIB

Koruptor Hidup Mewah, Rakyat Mati Lapar: Saatnya Hukuman Mati dan Perampasan Aset

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:58 WIB

Para Serigala Penipu Berkedok Investasi yang Bersembunyi di Balik Korporasi Kini Dapat Dilibas dan Dimintai Pertanggungjawaban Pidana

Jumat, 6 Februari 2026 - 06:46 WIB

Korupsi Tidak Pernah Berhenti, Indonesia Darurat Korupsi

Berita Terbaru

Berita Daerah

Kodim 1802/Sorong Percepat Progres Jembatan Perintis Garuda Tahap IV

Minggu, 19 Apr 2026 - 02:13 WIB