Santri Didorong Kuasai STEM, Nusron Wahid: Dari Pesantren Menuju Pengambil Kebijakan Negara

- Penulis

Minggu, 19 April 2026 - 00:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || Cirebon — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mendorong kalangan santri untuk tidak hanya berperan dalam bidang keagamaan, tetapi juga tampil sebagai aktor penting dalam pembangunan nasional melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (STEM).

Hal tersebut disampaikan Nusron saat menghadiri kegiatan pendampingan santri kelas XII SMAIQu di Pondok Pesantren Al-Bahjah, Sabtu (18/04/2026). Di hadapan para santri serta pengasuh pesantren, Buya Yahya, Nusron menekankan pentingnya perluasan peran santri di era modern.

Menurutnya, santri memiliki potensi besar untuk menjadi lebih dari sekadar kader ulama. Mereka juga dapat mengambil peran strategis sebagai pelaksana kebijakan negara, yang mampu menjembatani nilai-nilai keislaman dengan kebutuhan pembangunan berbasis sains dan teknologi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau ingin berkontribusi bagi bangsa dan negara, selain dikader sebagai ulama, adik-adik sekalian bisa menjadi hikmatal hukama atau kader pelaksana kebijakan,” ujar Nusron dalam sambutannya.

Ia menjelaskan bahwa konsep hikmatal hukama merujuk pada sosok intelektual yang tidak hanya memahami ilmu agama secara mendalam, tetapi juga memiliki kapasitas dalam membaca realitas sosial, ekonomi, hingga teknologi. Dengan demikian, santri diharapkan mampu beradaptasi dan berkontribusi dalam berbagai sektor strategis nasional.

Lebih jauh, Nusron menilai bahwa penguasaan STEM menjadi kunci penting bagi generasi muda, termasuk santri, untuk dapat bersaing di tengah dinamika global yang semakin kompetitif. Ia menegaskan bahwa negara membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara moral dan spiritual, tetapi juga cakap dalam bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika.

READ  Munggahan Sambut Ramadan 1446 H, Wamen Viva Yoga: Dengan Puasa Kita Tingkatkan Ketakwaan dan Pelayanan Kepada Masyarakat  

Dalam konteks pembangunan agraria dan tata ruang, Nusron juga menyinggung pentingnya peran generasi muda yang memahami teknologi dalam mendukung kebijakan pemerintah. Digitalisasi pertanahan, pemetaan wilayah, hingga pengelolaan sumber daya alam membutuhkan tenaga-tenaga terampil yang memiliki integritas sekaligus kompetensi teknis.

Kehadiran Nusron di pesantren tersebut sekaligus menjadi simbol sinergi antara dunia pendidikan keagamaan dengan arah kebijakan pembangunan nasional. Ia berharap pesantren dapat terus bertransformasi menjadi pusat lahirnya generasi unggul yang tidak hanya religius, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman.

Sementara itu, Buya Yahya dalam kesempatan yang sama menyambut baik dorongan tersebut. Ia menegaskan bahwa pesantren sejak lama telah mengajarkan nilai-nilai kemandirian dan keilmuan yang holistik, sehingga sangat memungkinkan bagi santri untuk berkembang di berbagai bidang, termasuk STEM.

Kegiatan pendampingan ini menjadi bagian dari upaya pembekalan bagi santri kelas akhir agar memiliki visi yang lebih luas dalam menentukan masa depan mereka. Tidak hanya terbatas pada jalur keagamaan, tetapi juga membuka peluang untuk berkiprah di berbagai sektor strategis bangsa.

Dengan dorongan tersebut, diharapkan lahir generasi santri yang mampu menjadi jembatan antara nilai-nilai spiritual dan kemajuan teknologi, sekaligus berkontribusi nyata dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan publik yang berpihak pada kepentingan rakyat luas.

Penulis : Gta

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wacana “War Ticket” Haji Picu Perdebatan, SAPUHI Minta Pemerintah Kaji Matang Solusi Antrian 26 Tahun
Polres Maybrat Amankan Ibadah Jumat Agung, Berjalan Aman dan Kondusif
*Polres Maybrat Amankan Ibadah Jumat Agung, Berjalan Aman dan Kondusif*
Refleksi Iman dan Kepedulian Sosial, Rumah Doa GAKORPAN Milkha Indonesia Gelar 100 Lilin di Momen Kamis Putih dan Jumat Agung
Proyek Peningkatan Masjid Darul Naim Tidak Dapat di Fungsikan , Aparat Penegak Hukum di Desak Lakukan Investigasi
Semangat Kemenangan Menggema! Kodam XVIII/Kasuari Gelar Sholat Idul Fitri 1447 H dan Halal Bihalal Penuh Kebersamaan
Kodaeral XIV Sorong Gelar Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah
Pemkot Sukabumi Larang Muhammadiyah Salat Idul Fitri di Lapang Merdeka, Dimana Keadilan Akses Ruang Publik?
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 00:01 WIB

Santri Didorong Kuasai STEM, Nusron Wahid: Dari Pesantren Menuju Pengambil Kebijakan Negara

Selasa, 14 April 2026 - 00:17 WIB

Wacana “War Ticket” Haji Picu Perdebatan, SAPUHI Minta Pemerintah Kaji Matang Solusi Antrian 26 Tahun

Sabtu, 4 April 2026 - 02:16 WIB

Polres Maybrat Amankan Ibadah Jumat Agung, Berjalan Aman dan Kondusif

Sabtu, 4 April 2026 - 02:16 WIB

*Polres Maybrat Amankan Ibadah Jumat Agung, Berjalan Aman dan Kondusif*

Jumat, 3 April 2026 - 07:31 WIB

Refleksi Iman dan Kepedulian Sosial, Rumah Doa GAKORPAN Milkha Indonesia Gelar 100 Lilin di Momen Kamis Putih dan Jumat Agung

Berita Terbaru