Pengerjaan Jalan Rp 90 Juta di Berekah Diduga Asal Jadi, Pengawasan Lemah dan Pelaksana Tak Transparan

- Penulis

Rabu, 9 Juli 2025 - 00:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Sukabumi-Pembangunan infrastruktur seharusnya menjadi wujud konkret komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun apa jadinya jika proyek yang dibiayai dari uang negara justru dikerjakan asal-asalan tanpa memperhatikan standar mutu teknis?

Hal inilah yang disoroti dalam proyek peningkatan kualitas jalan setapak yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Berekah, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, tepatnya di Kampung Duren Bongkok RT 015 RW 003.

Dengan panjang pengerjaan 600 meter dan lebar 1 meter, pengaspalan jalan tersebut menggunakan pagu anggaran sebesar Rp90 juta. Proyek ini semestinya menjadi harapan masyarakat untuk memiliki akses jalan yang layak dan kuat guna menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas harian. Namun, sayangnya, realita di lapangan tak seindah harapan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan temuan awak media di lokasi, pelaksanaan proyek ini terindikasi jauh dari kata profesional. Salah satu kekurangan fatal adalah tidak dilakukannya proses penggaretan (tack coat) sebelum penghamparan aspal hotmix. Padahal, proses penggaretan merupakan tahap penting untuk memastikan daya lekat antara lapisan dasar dan permukaan aspal agar jalan tidak cepat rusak.

Tanpa adanya penggaretan, kualitas jalan sangat rentan. Dalam waktu singkat, aspal bisa terkelupas atau retak-retak karena tidak menyatu sempurna dengan lapisan di bawahnya. Hal ini jelas merugikan masyarakat yang seharusnya mendapatkan manfaat jangka panjang dari pembangunan tersebut.

“Ya kami sebenarnya sangat senang dan berterima kasih kepada pemdes yang sudah membangun jalan ini, karena ini jalan yang sering kami lalui. Tapi kami juga khawatir kalau cepat rusak,” ujar seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya

READ  Warga Tenjojaya Tri Pramono Melawan: Dugaan Rekayasa Sertifikat Eks HGU Menguat, Mafia Tanah Dibalik Nama Pengusaha?

Upaya media untuk melakukan konfirmasi pun menemui jalan buntu. Kepala Desa Berekah andriansyah, selaku penanggung jawab penuh kegiatan, dikabarkan sedang berada di luar kota dan tidak hadir di lokasi saat pengerjaan berlangsung.

“Mohon maaf saya sedang berada diluar kota silahkan aja temui staf ke kantor desa kalo mau konfirmasi”.jelasnya saat dihubungi lewat pesan singkat whatsapp pada selasa (8/7/2025).Hal ini menambah deretan pertanyaan soal lemahnya pengawasan dan tanggung jawab.

Situasi ini menuntut peran aktif dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta pihak Kecamatan Bojonggenteng selaku pengawas administratif proyek desa. Mereka seharusnya tidak tinggal diam melihat dugaan pelanggaran standar teknis dan potensi pemborosan anggaran yang terjadi.

Perlu diingat bahwa anggaran pembangunan desa bersumber dari uang negara yang notabene adalah uang rakyat. Setiap rupiahnya harus digunakan seefisien mungkin dengan hasil yang berkualitas dan bermanfaat jangka panjang.

Jika kesalahan teknis seperti ini dibiarkan dan tidak dievaluasi, maka proyek pembangunan desa hanya akan menjadi proyek seremonial semata tanpa dampak nyata, bahkan bisa menjadi ladang pemborosan anggaran dan potensi kerugian negara.

Masyarakat Berekah layak mendapatkan pembangunan yang berkualitas, bukan sekadar proyek tambal sulam yang hanya indah di atas kertas namun rapuh di lapangan.

 

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BKK Rp1,7 Miliar Digelontorkan di Tahun 2025,41 Desa di Sukabumi Disorot: LPJ Mandek, Dugaan “Kadeudeuh” Mencuat
Dana Hibah Cair Meski Legalitas Belum Jelas, KNPI Kecam Sikap Pemerintah
Belasan Tahun Jalan Kabupaten Dibiarkan Rusak, Warga Hegarmanah Terpaksa Gotong Royong: Kritik Keras untuk Pemerintah yang Dinilai Abai dan Minim Tindakan Nyata
Halal Bihalal dan Rakor Kecamatan Sukalarang, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Lintas Sektor
Desa Karangjaya Sosialisasikan Program PTSL, Pengukuran Dimulai Tahun Ini
Pembangunan Jalan Desa Rampung, Pemdes Margaluyu Prioritaskan Infrastruktur dan Irigasi
Transaksi Kayu Rp80 Juta Tak Kunjung Tuntas, Nama Kades Serapung Terseret, Publik Menuntut Kejelasan, Klarifikasi Masih Buntu
Sekdes Cidahu Bantah Warganya Buang Sampah ke Jembatan Cikalong, Klaim Sudah Ada Pengangkutan Rutin
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 03:02 WIB

BKK Rp1,7 Miliar Digelontorkan di Tahun 2025,41 Desa di Sukabumi Disorot: LPJ Mandek, Dugaan “Kadeudeuh” Mencuat

Kamis, 16 April 2026 - 12:28 WIB

Dana Hibah Cair Meski Legalitas Belum Jelas, KNPI Kecam Sikap Pemerintah

Sabtu, 11 April 2026 - 04:31 WIB

Belasan Tahun Jalan Kabupaten Dibiarkan Rusak, Warga Hegarmanah Terpaksa Gotong Royong: Kritik Keras untuk Pemerintah yang Dinilai Abai dan Minim Tindakan Nyata

Kamis, 9 April 2026 - 12:30 WIB

Halal Bihalal dan Rakor Kecamatan Sukalarang, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Lintas Sektor

Kamis, 9 April 2026 - 07:43 WIB

Desa Karangjaya Sosialisasikan Program PTSL, Pengukuran Dimulai Tahun Ini

Berita Terbaru