Komisi III DPRD Kota Sukabumi Minta Kejari Usut Tuntas Dugaan Penyelewengan Dana BOS yang Dilaporkan LSM Annahl

- Penulis

Jumat, 27 Juni 2025 - 04:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Sukabumi-Komisi III DPRD Kota Sukabumi mendorong Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Sukabumi untuk segera menindaklanjuti laporan dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang menyeret sejumlah oknum pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Sukabumi. Laporan tersebut sebelumnya telah disampaikan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Annahl beberapa minggu lalu.

Desakan itu disampaikan langsung oleh Anggota Komisi III DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Danny Ramadhani, dalam keterangannya kepada awak media di ruang kerjanya, Kamis (26/06/2025).

“Kami di Komisi III akan terus mengawal perkembangan laporan tersebut. Jika memang ada bukti-bukti yang menunjukkan adanya penyelewengan, kami minta Kejari segera bertindak tegas. Penegakan hukum harus dilakukan secara adil dan transparan,” tegas Danny.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Danny, Komisi III juga akan melakukan langkah pengawasan lanjutan, termasuk dengan kembali memanggil Dinas P dan K Kota Sukabumi untuk dimintai keterangan lebih lanjut soal tindak lanjut terhadap laporan yang beredar di masyarakat.

“Karena ini sudah masuk ke ranah hukum, kami serahkan kepada aparat penegak hukum. Tapi DPRD sebagai representasi rakyat tetap akan mengawal dan memastikan agar proses berjalan secara objektif dan tidak tebang pilih. Jika memang terbukti, Kejari harus segera menindaklanjutinya,” ucapnya singkat namun tegas.

READ  Dugaan Modus Penyimpangan Pajak dan Penyelundupan Limbah CPO Terbongkar di Pontianak

Selain menyoroti dugaan penyelewengan dana BOS, Danny Ramadhani juga menyampaikan harapannya terhadap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP Negeri di Kota Sukabumi. Ia berharap proses SPMB tahun ini dan ke depan dilaksanakan secara akuntabel, transparan, objektif, dan jauh dari praktik diskriminatif.

“Kami harap setiap tahun ada perbaikan dalam pelaksanaan SPMB, agar tidak menimbulkan polemik atau bahkan berujung pada masalah hukum,” ujar Danny.

Ia pun menyoroti pentingnya pengawasan terhadap potensi praktik “titip menitip” dalam penerimaan siswa baru. Menurutnya, praktik semacam itu hanya akan merusak kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan di daerah.

“Saya melihat SPMB dari tahun ke tahun sudah mulai tertib, apalagi dengan adanya himbauan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar sekolah-sekolah menjalankan sistem penerimaan secara bersih dan profesional. Kami ingin agar potensi penyimpangan seperti titipan-titipan bisa dihilangkan atau setidaknya diminimalisir,” tandasnya.

Dengan pernyataan tersebut, DPRD Kota Sukabumi melalui Komisi III menunjukkan komitmennya untuk terus mengawasi penyelenggaraan pendidikan dan penggunaan anggaran publik, demi menjamin layanan pendidikan yang bersih, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

 

(Prim RK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dapur MBG Cisaat Tanpa Ahli Gizi: Dugaan Kelalaian Sistemik, Pernyataan Mitra Picu Polemik Baru
Curi Start Tanpa Izin, Proyek Tower 50 Meter di Bojonggenteng Sukabumi Diduga Langgar Aturan dan Abaikan Keselamatan Warga
Potret Kemiskinan yang Terlupakan: Jeritan Sunyi dari Rumah Rapuh di Pelosok Sukabumi
Truk Mogok Semalaman, Jalur Vital di Sukabumi Lumpuh Total Saat Jam Sibuk Pagi
Proyek Menara BTS di Parungkuda Disetop Sementara, Perizinan PBG Jadi Sorotan
Jalan Karangtengah Dipenuhi Tanah Berserakan, Pengendara Terancam Tergelincir dan Jarak Pandang Terganggu
Gedung MUI Sukabumi Disegel Kontraktor, Dugaan Tunggakan Pembayaran Pekerjaan Paving Blok Memicu Polemik
Anggaran Rp5,9 Miliar Dipersoalkan,Proyek Lapang Sekarwangi Dinilai Abaikan Krisis Warga dan Potensi Risiko Tata Ruang
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 13:47 WIB

Dapur MBG Cisaat Tanpa Ahli Gizi: Dugaan Kelalaian Sistemik, Pernyataan Mitra Picu Polemik Baru

Jumat, 17 April 2026 - 08:41 WIB

Curi Start Tanpa Izin, Proyek Tower 50 Meter di Bojonggenteng Sukabumi Diduga Langgar Aturan dan Abaikan Keselamatan Warga

Kamis, 16 April 2026 - 15:11 WIB

Potret Kemiskinan yang Terlupakan: Jeritan Sunyi dari Rumah Rapuh di Pelosok Sukabumi

Rabu, 15 April 2026 - 04:00 WIB

Truk Mogok Semalaman, Jalur Vital di Sukabumi Lumpuh Total Saat Jam Sibuk Pagi

Rabu, 15 April 2026 - 01:31 WIB

Proyek Menara BTS di Parungkuda Disetop Sementara, Perizinan PBG Jadi Sorotan

Berita Terbaru