Organisasi BRAIN (Battra Anti Narkotika Indonesia) Dukung Program Asta Cita, BRAIN Gelar Edukasi Pencegahan Narkotika di Living Plaza Cikarang 

- Penulis

Minggu, 19 April 2026 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bekasi – Dalam upaya mendukung program Asta Cita pemerintah di bidang pencegahan narkotika, organisasi BRAIN (Battra Anti Narkotika Indonesia) didukung oleh PT Algoritma Creative Bermartabat menggelar kegiatan edukasi bertajuk “Menemukan Kemerdekaan Sejati: Melawan Narkoba dengan Kembali ke Dalam Diri” di Living Plaza Jababeka, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu 19 April 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh Duta BNN BRAIN Batch 3 yang juga merupakan pengurus organisasi, di antaranya M. Raffa Al Ghifari (operator), Kiki Amelia, Donny Thio, Agrebina (El), dan Depie. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda internal BRAIN dalam memperkuat peran generasi muda sebagai agen pencegahan narkoba.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini merupakan kegiatan internal Duta BNN BRAIN dalam rangka pembinaan serta penguatan peran mereka di tengah masyarakat,” ujar Ketua DPP BRAIN, Novita Luciana Gosal, A.Md, kepada wartawan.

Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Penasehat BRAIN Romo Sunardjo Sumargono, JD (Doctor of Jurisprudence) sebagai pembicara pembuka, Ketua DPP BRAIN Novita Gosal sebagai pembicara utama, serta Meryanto, SH yang menyampaikan materi terkait aspek hukum dan undang-undang narkotika.

Dalam pemaparannya, para narasumber menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya berkaitan dengan zat kimia, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor psikologis dan sosial. Tekanan hidup, tuntutan lingkungan, hingga krisis identitas menjadi faktor yang kerap mendorong seseorang, khususnya pelajar, terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

READ  Kodim 0316/Batam Bersihkan Longsor di Tiban Koperasi

Mereka menilai, upaya pemberantasan narkoba tidak cukup dilakukan melalui pendekatan hukum semata, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan kesadaran diri individu.

Salah satu pendekatan yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah pentingnya mengenali jati diri sebagai benteng utama melawan adiksi. Dengan memahami nilai dan potensi diri, seseorang dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap pengakuan eksternal serta menolak tekanan negatif dari lingkungan.

Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya kemandirian emosional dalam menghadapi tekanan hidup tanpa bergantung pada zat adiktif. Narkoba yang kerap memberikan efek ketenangan instan justru dinilai memperkuat ketergantungan dalam jangka panjang.

Kemampuan untuk bersikap tegas, termasuk mengatakan “tidak” terhadap ajakan negatif, juga menjadi salah satu poin penting dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Integritas dan kesadaran diri dinilai sebagai kunci dalam membangun ketahanan mental generasi muda.

Melalui kegiatan ini, BRAIN berharap para peserta dapat menjadi pelopor dalam menyebarkan kesadaran tentang bahaya narkoba, sekaligus mendorong pendekatan yang lebih humanis dan reflektif dalam upaya pencegahannya.

Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan tes alergi bagi para duta menggunakan mesin kesehatan Quantum sebagai bagian dari rangkaian edukasi kesehatan dalam program pencegahan narkoba di kalangan pelajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masjid Rest Area Cisayar Tinggal Rangka: Dana Miliaran Menguap, Pemkab Sukabumi Diduga Tutup Mata
Dapur Program MBG di Garut Terbakar Tengah Malam, Dugaan Kelalaian Standar K3 dan Pengawasan SPPG Menguat
Dapur MBG atau Bom Waktu? Dugaan Pelanggaran Sanitasi di SPPG Tanjung Jaya 2 Garut Picu Kekhawatiran Publik
KORPRI Kepulauan Meranti Dukung Pemkab Selesaikan Tunda Bayar Gaji ASN, TPP, dan PPPK April 2026
MIO Sukabumi Raya Desak Bupati Asep Japar Copot Kadis PU, Dinilai Gagal dan Tak Transparan
LSM ANNAHL Bongkar Kejanggalan: Program Air MBR Sukabumi dan Jejak Rp300 Miliar
Kepala tukang: Pondasi Bak Penampungan Air Bersih Harus Presisi
Dandim 1801/Manokwari Cek Kelayakan Alat Berat di Lokasi TMMD Ke-128
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 01:00 WIB

Masjid Rest Area Cisayar Tinggal Rangka: Dana Miliaran Menguap, Pemkab Sukabumi Diduga Tutup Mata

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:15 WIB

Dapur Program MBG di Garut Terbakar Tengah Malam, Dugaan Kelalaian Standar K3 dan Pengawasan SPPG Menguat

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:11 WIB

Dapur MBG atau Bom Waktu? Dugaan Pelanggaran Sanitasi di SPPG Tanjung Jaya 2 Garut Picu Kekhawatiran Publik

Rabu, 13 Mei 2026 - 06:52 WIB

KORPRI Kepulauan Meranti Dukung Pemkab Selesaikan Tunda Bayar Gaji ASN, TPP, dan PPPK April 2026

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:45 WIB

MIO Sukabumi Raya Desak Bupati Asep Japar Copot Kadis PU, Dinilai Gagal dan Tak Transparan

Berita Terbaru