Penangkapan dilakukan dalam rangkaian operasi rutin pengawasan laut yang ditingkatkan oleh Pol AIRUD Polda Riau. Kapal yang berangkat dari Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, tersebut langsung digiring menuju markas Ditpolairud Polda Riau bersama awak kapal untuk pemeriksaan lebih lanjut. Barang muatan sementara diamankan di Sat Polairud Polres Kepulauan Meranti.
Dalam pemeriksaan awal, petugas menyita sejumlah komoditas pertanian yang tidak dilengkapi izin karantina, antara lain CK 37 sebanyak 6 koli, CK AN 16 koli, CK 999 13 koli, jeruk Wokam 20 koli, leci 1 koli, serta bawang putih 20 kg sebanyak 40 karung dan 5 kg sebanyak 180 karung.
Selain itu, turut diamankan juga bawang bombai (12 koli), kentang (4 koli), bawang Jawa (29 koli), bawang Ponisu (55 koli), wortel (10 koli), bawang Balery 5 kg (95 koli), bawang Balery 8 kg (72 koli), bawang Birma (115 koli), serta kacang toge sebanyak 15 koli. Keseluruhan barang tersebut tidak dilengkapi dokumen karantina resmi, yang merupakan pelanggaran terhadap aturan kepabeanan dan perlindungan pangan nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemilik muatan diketahui berasal dari Tanjung Balai Karimun. Saat ini pihak kepolisian masih mendalami asal-usul dan jalur distribusi barang, serta menelusuri potensi keterlibatan jaringan penyelundupan terorganisir lintas wilayah. Kapten kapal telah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.
Pihak Pol AIRUD menegaskan bahwa penyelundupan komoditas pertanian tanpa izin karantina sangat membahayakan stabilitas pertanian dan ekonomi nasional. Oleh karena itu, pengawasan laut, khususnya di wilayah-wilayah rawan seperti Kepulauan Meranti, akan terus ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa.
Barang bukti saat ini diamankan di Pos Satuan Polairud Selatpanjang. Proses hukum terhadap pelaku akan dilanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk kemungkinan pemusnahan atau pelelangan barang sitaan. Masyarakat juga diimbau agar turut berperan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan demi menjaga keamanan pangan dan ketahanan distribusi di wilayah perairan Riau.
(Tls)














