Ketika Kepemimpinan Daerah Gagal Merangkul, Birokrasi Terpecah

- Penulis

Kamis, 8 Mei 2025 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta-Dalam sistem pemerintahan daerah, keharmonisan antara kepala daerah dan jajaran birokrasi adalah syarat mutlak untuk menjamin kelancaran pelayanan publik. Namun, tidak sedikit kepala daerah yang justru menjadi sumber perpecahan mengelola kekuasaan dengan cara menebar sekat, bukan membangun sinergi.Kamis (8/5/2025)

Kepemimpinan di tingkat daerah seharusnya mencerminkan kedekatan dengan rakyat dan kesatuan dalam internal pemerintahan. Sayangnya, dalam beberapa kasus, kepala daerah justru lebih sibuk mengatur loyalitas semu daripada merangkul seluruh elemen birokrasi. Pegawai dibelah menjadi kelompok yang disukai dan tidak disukai. Mereka yang bersuara kritis dikucilkan, sementara yang menjilat diberi tempat istimewa. Situasi ini jelas berbahaya, tidak hanya bagi iklim kerja di dalam pemerintahan, tapi juga bagi kepercayaan masyarakat luas terhadap pemerintah daerah.

Sorotan publik terhadap konflik internal birokrasi tidak bisa dianggap remeh. Masyarakat mempertanyakan: mengapa program pembangunan tersendat? Mengapa pelayanan publik makin lamban dan kaku? Jawabannya seringkali terletak pada relasi yang tidak sehat antara pemimpin daerah dan aparaturnya. Ketika keputusan diwarnai rasa suka atau tidak suka pribadi, bukan didasarkan pada kompetensi dan keadilan, maka sesungguhnya daerah itu sedang berjalan menuju stagnasi.

Kita butuh kepala daerah yang dewasa, yang menyadari bahwa kepemimpinan bukan tentang memperkuat lingkaran kekuasaan pribadi, tetapi tentang menciptakan tata kelola pemerintahan yang sehat, terbuka, dan partisipatif. Kritik bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk memperbaiki. Jika pemimpin alergi terhadap masukan, maka roda pemerintahan akan berjalan di tempat atau lebih buruk, mundur ke belakang.

Maka dari itu, mari kita dorong lahirnya budaya pemerintahan daerah yang sehat: bebas dari konflik internal, bersih dari dendam politik, dan menjunjung tinggi profesionalitas aparatur. Karena hanya dengan cara itu, daerah bisa tumbuh, dipercaya, dan dihormati oleh rakyatnya sendiri.

Catatan Opini: Dr Bernard BBBI Siagian S.H, M.A.K.p

(Red)

READ  Doa Ibu Seluas Langit yang Biru: Cinta Tak Terbatas dari Perempuan Terkuat di Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kartini dan “Si Tou Timou Tumou Tou”: Seruan Bersama Menyalakan Terang Kemanusiaan
Ketika Hormuz Bergetar, Indo-Pasifik Berguncang: Bayang Bayang Perang Iran-AS/Israel dan Ujian Nyata Bagi ASEAN Serta Indonesia
Yakub F Ismail : Tekanan Ganda Ekonomi Indonesia
Dari Depresi Berat Menuju Kepemimpinan Nasional: Transformasi Donny Andretti dan Lahirnya Berbagai Organisasi di Indonesia
Koruptor Hidup Mewah, Rakyat Mati Lapar: Saatnya Hukuman Mati dan Perampasan Aset
Para Serigala Penipu Berkedok Investasi yang Bersembunyi di Balik Korporasi Kini Dapat Dilibas dan Dimintai Pertanggungjawaban Pidana
Korupsi Tidak Pernah Berhenti, Indonesia Darurat Korupsi
Menutup Pintu Impunitas, Membuka Jalan Keadilan bagi Pers
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 02:46 WIB

Kartini dan “Si Tou Timou Tumou Tou”: Seruan Bersama Menyalakan Terang Kemanusiaan

Senin, 27 April 2026 - 08:50 WIB

Ketika Hormuz Bergetar, Indo-Pasifik Berguncang: Bayang Bayang Perang Iran-AS/Israel dan Ujian Nyata Bagi ASEAN Serta Indonesia

Jumat, 3 April 2026 - 14:54 WIB

Yakub F Ismail : Tekanan Ganda Ekonomi Indonesia

Minggu, 15 Februari 2026 - 01:33 WIB

Dari Depresi Berat Menuju Kepemimpinan Nasional: Transformasi Donny Andretti dan Lahirnya Berbagai Organisasi di Indonesia

Rabu, 11 Februari 2026 - 05:14 WIB

Koruptor Hidup Mewah, Rakyat Mati Lapar: Saatnya Hukuman Mati dan Perampasan Aset

Berita Terbaru